Gatot Nurmantyo: Dokter Pertahanan Terdepan dari Ancaman Bioterorisme Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) (Foto: Puspen TNI)

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan dokter dan tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pertahanan Indonesia dari ancaman bioterrorism.

"Dokter dan tenaga kesehatan adalah pertahanan terdepan melawan ancaman perang biologi. Kemudian ada Babinsa TNI, untuk deteksi dan cegah dini, fungsinya untuk cepat-cepat lapor," kata Gatot seperti dilansir Antara, Kamis (9/11).

Oleh karena itu, lanjut Gatot, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perlu memberikan penguatan substantif dan wawasan kepada jajaran TNI, sehingga pemanfaatan keberadaan satuan TNI di tengah masyarakat bisa maksimal dan tercapai.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini mengatakan, ancaman berupa perang biologi atau 'bioterorrism' perlu diwaspadai dan ditangani dengan cepat karena akan memberikan dampak yang massif hingga dapat menyebabkan musnahnya sebuah negara.

"Perkembangan teknologi, komunikasi dan transportasi membuat penyebaran penyakit menular global ini menjadi semakin cepat," jelas Jenderal bintang empat ini.

Panglima TNI pun meminta kepada IDI untuk bisa memberi tambahan wawasan kepada TNI untuk menjaga kesatuan dan ketahanan bangsa karena dokter dan tenaga kesehatan adalah pertahanan terdepan dalam melindungi bangsa Indonesia.

"Dokter juga merupakan agen pembangungan dan agen pertahanan. Menjadi dokter tidak serta merta hanya menjadi pelayan kesehatan. Peran dokter sangat strategis dan juga sebagai cendekiawan untuk mengedukasi masyarakat," tutur Gatot.

Dalam paparannya, Panglima TNI menyebutkan Indonesia sangat rentan terhadap penyebaran penyakit menular global.

"Kita ini begitu rentan, karena negara kita sangat luas. Masuknya musuh bisa dari mana saja karena negara kita luas sekali," katanya. (*)



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH