Gatot Kerap Akrobat Politik, Presiden Diminta Pilih Panglima TNI yang Profesional Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi pembicara di Muhammadiyah. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dinilai kerap melakukan akrobat politik. Karenanya, menyikapi masa pensiun Jenderal Gatot pada Maret 2018 mendatang, Imparsial meminta Presiden Joko Widodo untuk memilih sosok Panglima TNI yang profesional.

"Pengalaman dari panglima yang sekarang, sosok panglima yang sering melakukan akrobat-akrobat politik di luar di ranah publik melakukan langkah-langkah yang bersifat politis dan justru itu akan menjadi persoalan," kata Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri di kantornya, Jakarta, Minggu (12/11).

Menurut Gufron, manuver-manuver politik yang selama ini kerap dilakukan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu harus menjadi catatan penting bagi Jokowi dalam memilih Panglima TNI baru.

Terlebih, dalam waktu dekat bakal diselenggarakan agenda politik elektoral seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 serta Pemilihan Legislatif dan Presiden 2019.

"Tentu saja kita masyarakat butuh figur panglima TNI yang tegas yang punya komitmen untuk menjaga netralitas di tengah dinamika politik," tandasnya.

Selain itu, Gufron menilai, Panglima TNI kedepan harus mampu menuntaskan agenda reformasi TNI yang dicanangkan sejak reformasi bergulir tahun 1998.

Menurut dia, sejumlah agenda mendesak amanat dari reformasi yang wajib diselesaikan adalah reformasi sistem peradilan militer serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas TNI.

"Ini harus menjadi catatan dalam konteks pergantian panglima TNI ke depan oleh Presiden Jokowi," pungkas Gufron. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH