'Gatot' Bertemu Kapolri, Gatot Nurmantyo: Ya Pulang Masa Mau Tidur Disini Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo (Foto: MP/Fadhli)

Merahputih.com - Sejumlah Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendatangi Bareskrim Polri untuk bertemu Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis membahas penangkapan sejumlah tokoh KAMI atas kasus dugaan penghasutan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Namun, mereka Gagal Total alias Gatot bertemu kapolri. Pasalnya pihak kepolisian tidak mengizinkan Presidium KAMI beserta anggotanya untuk masuk ke dalam gedung Bareskrim Polri.

"Ya gini, kita kan bertamu meminta izin untuk menengok (tokoh KAMI). Kami presidium, eksekutif dan lain-lain. Kami menunggu sampai ada jawaban ya, terimakasih enggak ada masalah, ya sudah," kata Presidium KAMI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo kepada wartawan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Baca Juga

Boni Hargens Sebut KAMI Adalah Barisan Sakit Hati

Rencananya, Gatot akan menyampaikan petisi sikap dari KAMI pasca anggotanya ditangkap dan ditahan kepada Kapolri.

"Kami dapat informasi beliau jarang di kantor dan kedatangan kami kesini adalah wujud secara konstitusi dan kecintaan kami kepada kepolisian," kata Gatot.

Mantan Panglima TNI ini mengaku tidak mengetahui alasan pihak kepolisian tidak mengizinkan pihaknya untuk masuk ke dalam dalam rangka bertemu Kapolri sekaligus menjenguk tokoh KAMI yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Tidak tahu (alasannya). Pokoknya tidak dapat izin ya tidak masalah," ucapnya.

Karena penolakan tersebut, sejumlah anggota KAMI sempat bersitegang dengan petugas Provost Bareskrim Polri. Saat ini, semua anggota termasuk Presidium KAMI sudah membubarkan diri.

"(Tidak diizinkan) ya pulang masa mau tidur disini?," tegasnya seraya berharap Polri tetap menjadi lembaga penegak hukum yang adil.

Dalam hal ini, turut hadir Presidum KAMI, Din Syamsudin, Rochmat Wahab, Deklarator KAMI Rocky Gerung, Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani dan sejumlah tokoh lainnya.

Kuasa hukum aktivis KAMI, Ahmad Yani, memimpin rombongan itu mengurus administrasi kunjungan. Namun mereka ditahan di pintu masuk oleh seorang petugas dengan alasan larangan berkerumun.

"Saya dengar, tapi tidak bisa," kata aparat tersebut.

Gatot Nurmantyo semasa masih menjabat Panglima TNI (MP/Rizki Fitrianto)
Gatot Nurmantyo semasa masih menjabat Panglima TNI (MP/Rizki Fitrianto)

"Kami hanya mau jenguk," jawab seorang elite KAMI di antara rombongan namun tak digubris aparat.

Dia mencoba menjelaskan kembali maksud kedatangan mereka kepada petugas, namun asa menjenguk itu tetap tak dikabulkan.

Sebelumnya, polisi sejumlah tokoh KAMI ditangkap oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri. Mereka ditangkap di tempat dan waktu berbeda.

Saat ini, kedelapan tokoh itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan soal UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Dari delapan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Baca Juga

Jadi Deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo Keluhkan Kondisi Ekonomi, Sosial, dan Ideologi

Sedangkan empat orang lainnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka masing-masing yakni; Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri.

Mereka dipersangkakan dengan Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2014 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pertamina Sulap Lapangan Bola Simprug Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19
Indonesia
Pertamina Sulap Lapangan Bola Simprug Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19

“Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes" ujar Fajriya

Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok
Indonesia
Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok

Jangan ada sipir yang terlibat dalam praktik peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan.

 Solo KLB COVID-19, Relawan Gibran Sumbang Ribuan APD ke Rumah Sakit
Indonesia
Solo KLB COVID-19, Relawan Gibran Sumbang Ribuan APD ke Rumah Sakit

"Kami apresiasi relawannya yang giat bekerja keras membantu kegiatan kemanusiaan dalam kondisi status kejadian luar biasa Covid-19 di Solo," ujar Gibran di Solo.

Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Djoko Tjandra Setebal 5 Ribu Halaman
Indonesia
Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Djoko Tjandra Setebal 5 Ribu Halaman

“Total berkas ketiga tersangka setebal 5.984 lembar,” imbuhnya.

Redesign Halte TransJakarta Hancur akibat Demo, Ada Resto dan Coffee Shop
Indonesia
Redesign Halte TransJakarta Hancur akibat Demo, Ada Resto dan Coffee Shop

Halte-halte yang mengalami kerusakan berat saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada 8 Oktober 2020 lalu akan dilakukan redesign.

Gedung Obyek Vital Dirusak Massa, Polisi Kejar Pelaku dari Rekaman CCTV
Indonesia
Gedung Obyek Vital Dirusak Massa, Polisi Kejar Pelaku dari Rekaman CCTV

Polisi mengklaim mereka tergabung dalam kelompok Anarko Sindikalisme. Dimana mereka coba menunggangi momentum aksi para elemen buruh.

Harlah Pancasila, AHY Soroti Ancaman Terhadap Jurnalis dan Akademisi di Indonesia
Indonesia
Harlah Pancasila, AHY Soroti Ancaman Terhadap Jurnalis dan Akademisi di Indonesia

AHY meminta seluruh masyarakat buat menjaga Pancasila dengan utuh.

Bantuan Bedah Rumah Hampir Terserap 100 Persen
KPR
Bantuan Bedah Rumah Hampir Terserap 100 Persen

Hingga 26 November 2020, realisasi BSPS sudah 93,46 persen senilai Rp4,47 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 287.006 orang.

KPK Sebut Mata Kiri Novel Baswedan Tak Dapat Diperbaiki Lagi
Indonesia
KPK Sebut Mata Kiri Novel Baswedan Tak Dapat Diperbaiki Lagi

Sementara kemampuan melihat mata kanan sekitar 60 persen dengan menggunakan lensa khusus.

Gunung Merapi Alami 26 Gempa Guguran Hingga Pagi Ini
Indonesia
Gunung Merapi Alami 26 Gempa Guguran Hingga Pagi Ini

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II