COVID-19 GAME CHANGING
Gas dan Rem Satu Tahun Kendalikan Pandemi COVID-19 Test COVID-19 (Foto: Antara).

Pandemi COVID-19 di dalam negeri, sudah berlangsung selama satu tahun sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus perdana yang menyerang warga seorang perempuan berusia 31 tahun dan sang ibu yang berusia 64 tahun setelah penelusuran kontak dari warga negara Jepang yang positif ketika kembali ke tempat ia berdomisili, yakni Malaysia.

Dari temuan dua orang tersebut. Setelah satu tahun ini, jumlah penambahan pasien jika dirata-rata harian mencapai 3675 kasus perhari apabila dilihat dari angka per 1 Maret 2020 yang mencapai 1.341.314 kasus positif di Indonesia.

Belum ada tanda-tanda jika pandemi di Indonesia bisa dikendalikan. Tidak pernah sekalipun dalam satu tahun pandemi, Indonesia tidak menemukan kasus seperti negara tetangga Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnan. Bahkan, Vietnam dinilai paling sukses dalam mengendalikan pandemi di dalam negerinya.

Baca Juga:

Terus Bertambah, Tenaga Kesehatan yang Divaksinasi COVID-19 Capai 1.468.764

Pandemi yang terus berlangsung ini, membuat Ikatan Dokter Indonesia mendorong pemerintah segera memperkuat sinergitas regulasi Sistem Kesehatan Nasional yang adaptif dengan pandemi. Langkahnya, pemerintah melakukan penguatan melalui Puskesmas dalam rangka meningkatkan fungsi promotif dan preventif serta pelayanan kesehatan di daerah-daerah sulit.

Ketua Tim Mitigasi PB-IDI yang juga Ketua terpilih PB-IDI periode 2021-2024 Adib Khumaidi meyakini, Indonesia diyakini memiliki kemampuan testing dan tracing-nya saat pandemi seperti COVID-19 ini.

"Kita punya kekuatan atau modal yang cukup besar di dalam kemampuan itu, adalah Puskesmas," katanya.

Selain penguatan Puskesmas, pemerintah harus melakukan klasterisasi rumah sakit yang memang difokuskan untuk penanganan COVID-19, namun tetap juga memperhatikan penanganan yang bukan pasien COVID-19.

"Kemarin kan diperbanyak untuk rumas sakit rujukan COVID-19. Kalau kita bicara rumah sakit rujukan COVID-19 artinya diekskalasi untuk menjadi rumah sakit COVID-19," katanya.

Indonesia, kata Adib, harus melakukan redesain rumah sakit dengan zonasi supaya pelayanan non COVID-19 masih bisa dilakukan tapi tidak berpotensi untuk kemudian tertular COVID-19.

Selain penguatan Puskesmas dan redesain Ruma Sakit, yang tidak kalah penting memperkuat industri teknologi dan kesehatan.

"Itu bisa dengan membangun kesiapan infrastruktur industri, baik obat, alat kesehatan, termasuk vaksin, ini menjadi upaya yang harus dilakukan," katanya dikutip Antara.

RS Darurat Wisma Atlet. (Foto: Antara)
RS Darurat Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Langkah lainnya, kata Adib, harus memperkuat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dengan memberdayakan organisasi informal di tingkat masyarakat khususnya RT dan RW sebagai garda terdepan.

"Kemudian, meningkatan ketersediaan literasi dan sumber-sumber informasi tentang COVID-19," katanya. Selama dalam pengedalian COVID-ini, berbagai langkah dan istilah diungkapkan pemerintah. Tidak ingin adanya penguncian wilayah, pemerintah membuat program PSBB yang ketat dan PSBB longgar, new normal, lalu diubah lagi menjadi PPKM dan berbagai pemerintah daerah menggunakan istilah yang berbeda dari pemerintah pusat.

Bahkan, kala musim mudik Lebaran 2020 pemerintah tidak sacara tegas membatasi pergerakan atau mobilitas warga. Pemerintah melarang warga mudik, tapi tidak melarang warga pulang kampung saat Idul Fitri.

Dalam pengedalian pandemi, pemerintah menganalogikan pengendalian dengan gas dan rem, dengan tujuan utamanya agar ekonomi tidak merosot secara tajam dan masyarakat tidak jatuh dalam kemiskinan.

Pemerintah yang awalnya memproyeksikan alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 mencapai Rp403,9 triliun atau naik dari rencana sebelumnya Rp372,3 triliun, terus meningkat dari senilai Rp619 triliun dan kini menjadi Rp627,9 triliun di 2021. (Asp)

Baca Juga:

Evaluasi 1 Tahun COVID-19, Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bikin Otak Jadi Lelet
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bikin Otak Jadi Lelet

Akun Anto Emha (fb.com/anto.barat.3705) pada 5 Februari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan menyebut vaksin COVID-19 bikin otak lelet.

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Ditendang Presiden Jokowi dari Istana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Ditendang Presiden Jokowi dari Istana

Beredar sebuah video berdurasi 10.04 menit yang diunggah di Youtube pada tanggal 15/04/2021 oleh akun Suara Istana.

Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT?
Indonesia
Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT?

Inisiatif tersebut rencananya akan diimplementasikan bertepatan dua tahun MRT Jakarta

Kelompok Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Raup Rp 124 Miliar dari Sumbangan Yayasan
Indonesia
Kelompok Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Raup Rp 124 Miliar dari Sumbangan Yayasan

"Total aliran dana yang berhasil dikumpulkan melalui bantuan yayasan dan masyarakat sekitar Rp 124 miliar lebih," terang Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air dalam Jumlah Banyak Justru Berbahaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air dalam Jumlah Banyak Justru Berbahaya

Unggahan dalam narasi tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa meminum air sebanyak delapan gelas dalam satu hari bermanfaat bagi tubuh.

Kerusuhan Kepulauan Solomon, Perdana Menteri Minta Bantuan Militer Australia
Dunia
Kerusuhan Kepulauan Solomon, Perdana Menteri Minta Bantuan Militer Australia

Australia akan mengerahkan lebih dari 100 personel kepolisian dan militer untuk membantu Kepulauan Solomon.

Menkes Budi Sebut Kasus COVID-19 di Ranah Sekolah Relatif Sedikit
Indonesia
Menkes Budi Sebut Kasus COVID-19 di Ranah Sekolah Relatif Sedikit

Setalah melawati 14 hari, sekolah tersebut bisa kembali melakukan tatap muka

Menag Yaqut Desak Polisi Ungkap Kasus Bom Gereja Katedral Makassar
Indonesia
Menag Yaqut Desak Polisi Ungkap Kasus Bom Gereja Katedral Makassar

Menag berharap kepolisian bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di tempat ibadah ini.

Diguncang Gempa Magnitude 6,2 Kantor Gubernur Sulbar Rusak Berat
Indonesia
Diguncang Gempa Magnitude 6,2 Kantor Gubernur Sulbar Rusak Berat

Gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi di wilayah Kabupaten Majene menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Polisi Sita Handphone Hingga Anak Kunci Sebagai Bukti Kebakaran Lapas Tangerang
Indonesia
Polisi Sita Handphone Hingga Anak Kunci Sebagai Bukti Kebakaran Lapas Tangerang

14 orang pegawai lapas yang melaksanakan piket pada hari itu rencananya akan diperiksa