Garuda Seimbangkan Pendapatan Dari Penumpang dan Kargo Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19, bikin industri penerbangan harus memikirkan langkah gar tetap ada pemasukan. Selama ini, tiket penumpang jadi tumpuan utama pendapatan, namun dengan kondisi menurunya warga yang bepergian, kargo jadi pilihan utama.

Maskapai Badan Usaha Milik Negara Garuda Indonesia pun, tengah berfokus pada penerbangan kargo. Langkah ini, untuk menyeimbangkan pemasukan perusahaan yang pada tahun ini mendapatkan pinjaman dari pemerintah untuk menutupi beban operasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, penerbangan kargo atau logistik semakin membaik dibandingkan sebelum pandemi. Saat ini perusahaan semakin memfokuskan untuk ekspansi di penerbangan tersebut.

Baca Juga:

Dinkes DKI Sebut Perkantoran Jadi Klaster Penularan Corona

“Kalau kita lihat pesawat itu ya penumpang, kita sibuk di atas bukan di bawah, padahal penerbangan kargo ini menyenangkan, enggak perlu rapid test dan kalau di pesawat jarang-jarang komplain,” ujarnya.

Saat ini, Garuda mengoperasikan 10 pesawat per hari yang khusus mengirimkan kargo atau logistik, di mana sebelumnya tidak pernah ada penerbangan tersebut. Bahkan, sebelum pandemi, perusahaan berencana mendatangkan dua pesawat khusus kargo (freighter), namun mengalami penundaan karena kondisi keuangan.

Pihaknya, lanjut ia, akan terus menyeimbangkan kontribusi pendapatan kargo dengan penumpang yang selama ini didominasi penumpang atau mencapai 95 persen.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra

"Cuma lima hingga 10 persen yang mengurusi kargo. Hari ini ketika ada kebutuhan kargo dari satu destinasi ke destinasi lain itu kita dahulukan sedemikian rupa sehingga pergerakan kargo ini bisa lebih lancar,” kata Irfan seperti dilansir kantor berita Antara.

Teranyar, Garuda mengirimkan produk hasil laut ke Guangzhou, China dari kawasan Indonesia Timur. Eksportir menyewa pesawat dari Ambon ke Guangzhou untuk mengirim ikan dan hasil laut lainnya. Kemudian dari Guangzhou ke Jakarta mengirim alat-alat elektronik dan dari Jakarta ke Ambon mengirim kargo umum (general kargo) seperti pakaian.

“Sebelum pandemi penerbangan ini ke Jakarta dulu karena mengikuti penumpang, tapi sekarang bisa langsung dari Ambon ke Guangzhou,” katanya. (*)

Baca Juga:

NasDem Solo Siap Sumbangkan 16 Ribu Suara Buat Gibran-Teguh



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH