Garuda Indonesia Yakin Mayoritas Kreditur Terima Proposal Perdamaian Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Mayoritas kreditur diyakini akan menyetujui proposal perdamaian yang diajukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Hari ini, Jumat (17/6), Garuda akan menghadapi tahapan pemungutan suara.

"Level of confident kami hari ini sudah di atas 50 persen. Saya berharap level of confident ini naik seiring jam kerja," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra di Jakarta, Jumat (17/6).

Baca Juga:

BPKP: PKPU Berjalan Baik, Garuda Indonesia Tidak Dipailitkan

Irfan menjelaskan dalam proses pemungutan suara, Garuda memiliki target untuk memperoleh suara 50 plus 1 persen dari total jumlah kreditur (headcount).

Pihaknya, kata Irfan, perlu mengejar 67 persen klaim dari kreditur non-preferen yang memiliki hak voting. Pemungutan suara menjadi penentu kesepakatan perdamaian (homologasi) antara Garuda dan kreditur.

Oleh sebab itu, pihaknya akan memanfaatkan sisa waktu sebelum proses voting untuk bisa memaksimalkan diskusi dengan para kreditur agar mencapai persetujuan perdamaian.

"Kami tentu ketemu dengan banyak pihak secara langsung dan tidak langsung, untuk sama-sama melihat bahwa ini sebagai upaya yang positif," tutupnya.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, dengan pengadilan memberi kesempatan perpanjangan negosiasi ini merupakan indikasi bahwa ada keinginan kuat dari manajemen Garuda Indonesia maupun kreditur dan lessor/penyewa pesawat untuk mencapai sepakat.

"Dengan itu semua, saya cukup optimistis bahwa mayoritas kreditur dan lessor akan menyetujui rencana bisnis dan pola pembayaran tunggakan hutang yang diajukan Garuda Indonesia dalam menyelesaikan kewajibannya," kata Alvin.

Manajemen Garuda Indonesia, diyakininya, sudah membangun komunikasi yang terbuka dengan kreditur dan lessor. Dari data yang ada, dirinya mengetahui bahwa Garuda Indonesia juga menyodorkan rencana bisnis yang cukup realistis, logis dan mengakomodir aspirasi dari para kreditur dan lessor.

Menurutnya rencana transformasi manajemen dan proses-proses bisnis yang disampaikan oleh Garuda Indonesia pasca-PKPU diharapkan akan membuat Garuda Indonesia menjadi lebih tangguh, efisien dan kompetitif di masa depan.

Garuda Indonesia harus menghadapi voting atas proposal perdamaian yang sudah diajukan kepada para kreditur sejak akhir Desember 2021. Setelah dilakukan pemungutan suara, maka pengadilan akan mengambil putusan PKPU pada 20 Juni 2022. (Asp)

Baca Juga:

Garuda Indonesia Minta Penundaan Voting PKPU

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Robot Dirancang untuk Memberikan Vaksinasi Secara Paksa
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Robot Dirancang untuk Memberikan Vaksinasi Secara Paksa

Beredar video di Facebook yang menampilkan robot mengetuk pintu dan memberikan suntikan kepada manusia.

KCR 60 Meter Diluncurkan, Siap Kejar Cita-Cita Jadi Tuan di Darat, Laut dan Udara Sendiri
Indonesia
KCR 60 Meter Diluncurkan, Siap Kejar Cita-Cita Jadi Tuan di Darat, Laut dan Udara Sendiri

Kapal KCR 60 Meter kelima ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 8,10 meter

KPK Amankan Dokumen Terkait Pencucian Uang Bupati Probolinggo
Indonesia
KPK Amankan Dokumen Terkait Pencucian Uang Bupati Probolinggo

"Dari seluruh lokasi dimaksud, ditemukan dan diamankan berbagai bukti di antaranya berupa berbagai dokumen dan alat elektronik yang diduga ada hubungannya dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Jokowi akan Lantik Kepala Otorita IKN Besok, DPR: Belum Dapat Informasi
Indonesia
Jokowi akan Lantik Kepala Otorita IKN Besok, DPR: Belum Dapat Informasi

“Sampai hari ini saya belum dapat informasi,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/3).

Tiga Warganya Tewas dalam Serangan di Kabul, Menlu Inggris: Dibunuh Teroris Pengecut
Indonesia
Tiga Warganya Tewas dalam Serangan di Kabul, Menlu Inggris: Dibunuh Teroris Pengecut

Afiliasi ISIS di Afghanistan, ISIS-Khorosan, muncul sebagai musuh negara Barat maupun Taliban

Survei SMRC: Raih 23,7 Persen, PDIP Jauh Ungguli Golkar dan Gerindra
Indonesia
Survei SMRC: Raih 23,7 Persen, PDIP Jauh Ungguli Golkar dan Gerindra

PDIP mendapat dukungan terbesar, 23,7 persen

Cak Imin Isyaratkan 'Perang' Jika Posisi PKB di Kabinet Tergeser
Indonesia
Cak Imin Isyaratkan 'Perang' Jika Posisi PKB di Kabinet Tergeser

Desas-desus perombakan kabinet Indonesia Maju belakangan ini terus menjadi perbincangan hangat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang karib disapa Cak Imin mengaku heran dengan santernya isu reshuffle Kabinet Jokowi periode kedua.

Azis Syamsuddin: Kalau Mau Bertanya Perkara di KPK, Saya Cukup ke Komisioner
Indonesia
Azis Syamsuddin: Kalau Mau Bertanya Perkara di KPK, Saya Cukup ke Komisioner

Pernyataan itu disampaikan Azis menanggapi pertanyaan Jaksa KPK Lie Putra Setiawan.

Selama Pandemi, BPOM Temukan Ribuan Obat-Kosmetik Ilegal Dijual Online
Indonesia
Selama Pandemi, BPOM Temukan Ribuan Obat-Kosmetik Ilegal Dijual Online

Selama pandemi, ternyata peredaran produk dan obat ilegal terus meningkat.

Baliho Ridwan Kamil Calon Presiden Bermunculan di Sejumlah Wilayah
Indonesia
Baliho Ridwan Kamil Calon Presiden Bermunculan di Sejumlah Wilayah

Sejumlah baliho berukuran besar berisi tulisan-tulisan dukungan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai bermunculan di sejumlah daerah di wilayah.