Bos Garuda Indonesia Umumkan Gaji Karyawan Ditunda, tapi THR Tetap Cair Ilustrasi foto pesawat Garuda Indonesia. Merahputih.com/Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Sebanyak 25.000 karyawan Garuda Indonesia Group terdampak penundaan gaji akibat dampak pandemi COVID-19.

“Garuda mempunyai kewajiban yang cukup besar. Ada masalah di Garuda sebagai induk perusahaan, pasti ada masalah di GMF AeroAsia perusahaan perawatan pesawat, ACS katering, dan Aerotrans. Ini magniture sampai 25.000 karyawan untuk penundaan ‘payment’,” kata Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Jakarta, Rabu (29/4)

Baca Juga

KAI Jamin Kembalikan 100 Persen Uang Calon Penumpang, Begini Syaratnya

Meskipun pihaknya menunda gaji para karyawannya, Irfan mengatakan masih akan menyalurkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan, komisris dan direksi.

“Kami melakukan efisiensi produksi dan penundaan pembayaran gaji karyawan, direksi, termasuk insentif tahunan dan tunjangan-tunjangan. Tapi, kami tetap ‘committed’ untuk membayarkan THR meski menteri BUMN sudah menginstruksi tidak bayar THR untuk direksi dan komisaris,” tutur dia, dilansir Antara.

Ilustrasi pesawat Boeing 747 milik maskapai Garuda Indonesia. Merahputih.com/Rizki Fitrianto
Ilustrasi pesawat Boeing 747 milik maskapai Garuda Indonesia. Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Irfan sebelumnya menjelaskan langkah pemotongan gaji pegawai tersebut diberlakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha (business sustainability) perusahaan tetap terjaga di tengah tekanan kinerja industri penerbangan dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Menurut dia, pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi hingga staf, mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi.

Rinciannya, kata Irfan, direksi dan komisaris besaran prosentase penghasilan yang ditunda 50 persen; vice president, captain, first officer, flight service manager 30 persen; senior manager 25 persen; flight attendant, expert, dan manager 20 persen; duty manager dan supervisor 15 persen; staff (analyst, officer atau setara) dan siswa 10 persen.

Baca Juga

Tetap Beroperasi, Lion Air Pastikan tidak Angkut Penumpang

“Kebijakan ini kami ambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi perusahaan saat ini yang kami percaya dapat dan akan terus bertahan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal ke depannya,” tutup orang nomor satu di Garuda Indonesia itu. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH