Garuda Desa Cikondang Sesuai dengan OVOC Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mengunjungi kampung kaos kaki di Desa Cikondang. (Foto ; Humas Pemprov Jabar)

GARUDA atau singkatan dari Gerakan Wirausaha Muda yang berbasis di Desa Cikondang merupakan kunci dari inovasi dan kolaborasi dalam menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Produk yang dihasiolkan oleh desa ini adalah kaus kaki.

Ini yang kemudian memancing Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyambangi desa ini. "Kami mendatangi ini (Kampung Kaos Kaki) karena kami kan ada konsep OVOC (One Village One Company), atau satu desa satu start up. Di sini khasnya adalah kaus kaki karena demand-nya tinggi dan bisa menghidupi BUMDes di sini," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Baca Juga:

5 Tempat Kuliner Legendaris di Malang, Wajib Mampir!

kaus
Kaus kaki hasil Badan Usaha Milik Desa Cikondang. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Karena mampu menunjukan jati dirinya itu maka tak heran kemudian desa Cikondang disbeut pula sebagai Kampung Kaus Kaki. Pemilihan membuat kaus kaki sebagai usaha desa merupakan hasil dari koordinasi dengan Pemda Jawa Barat dan Pemkab Sumedang.

"Kami meminta rekomendasi, produk apa yang bisa pemuda Desa Cikondang buat. Ada tiga rekomendasi, (yaitu) alumunium, kopiah, dan kaus kaki," kata anggota Garuda dan perajin kaus kaki Anggi Yusuf di kantor Desa Cikondang, Kabupaten Sumedang, Sabtu (15/2/20).

Setelah rekomendasi itu muncul, Garuda memilih kaus kaki. Sebanyak 20 pemuda Cikondang pun mengikuti berbagai pelatihan pembuatan kaus kaki. Dengan mesin manual, mereka berupaya membuat barang berkualitas.

"Ya, awal-awal kami memang kesulitan. Tapi, kami terus coba buat kaus kaki. Sehari bisa membuat 21 lusin atau 252 pasang kaus kaki," kata Anggi.

Hanya Anggi mengatakan bahwa kuantitas produk mereka belum mampu memenuhi permintaan pasar. Ini karena mesin yang dipakai belum maksimal. Untuk itu Pemda Propinsi Jabar kemudian memerikan bantuan mesin yang lebih modern. Dengan demikian tingkat produksi akan dapat naik.

"Mesinnya jadul, sekarang mesinnya sudah diganti digital. Tinggal pencet-pencet per dua menit, satu kaus kaki. Sehingga produktivitas nya bisa meningkat," ungkap Kang Emil.

Menurut Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar akan mempromosikan produk Kampung Kaos Kaki. Dia optimistis pemuda Desa Cikondang tetap betah di desa dan tidak akan merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan.

Baca Juga:

Serba Unik, Mengenal 4 Tradisi Lamaran Adat Khas Indonesia

kaus
Dengan bantuan pemerintah daerah usaha desa ini akan terus berkembang. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

"Pasar-pasarnya banyak nanti tugas dari Indag (Jabar) membantu mempromosikan. Ini harus berhasil. Kalau tidak berhasil, nanti teori ekonominya berulang lagi. Warga desa hijrah ke kota lagi. Makanya, kami memberi enam mesin lebih banyak untuk memastikan rezeki di desa dan teori ekonomi berhasil," katanya.

Anggi berharap, dengan mesin baru yang lebih canggih, Kampung Kaos Kaki mampu memproduksi lebih banyak lagi kaus kaki. Dengan begitu akan ada lapangan kerja baru di Desa Cikondang.

"Pengangguran jadi masalah kami sebelum akhirnya membuat BUMDes yang membuat kaus kaki. Ya, kalau pesanan lebih banyak, kan BUMDes butuh pekerja yang banyak. Pemuda di sini bisa ikut," katanya.

Bagi Gubernur Ridwan Kamil, keberhasilan Kampung Kaos Kaki merupakan contoh nyata keberhasilan BUMDes menyejahterakan warganya melalui konsep satu desa satu produk atau satu desa satu perusahaan. Kang Emil pun meminta desa lain di Jabar mengikuti langkah Kampung Kaos Kaki, yakni menggali potensi desa dan mempercepat laju perekonomian masyarakat melalui BUMDes Juara.

"Dan kami menunggu lagi ada BUMDes-BUMDes yang bersemangat berekonomi di sini. Tidak harus hijrah ke kota bekerja di pabrik. Di desa berbagi dan ekonomi menetes dan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia berhasil (diterapkan)," kata Kang Emil mengakhiri. (*)

Baca Juga:

Bukan Sekadar Diseduh, Cara Penyajian 4 Kopi Di Indonesia Ini Unik Banget

Laporan dari Mauritz, kontributor untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Caption : Kaos kaki hasil produksi Garuda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yogyakarta Gelar Lomba Lari Keliling Candi Berkonsep New Normal
Travel
Yogyakarta Gelar Lomba Lari Keliling Candi Berkonsep New Normal

Sleman Temple Run akan diselenggarakan Minggu, 27 September 2020.

Pemkot Perbanyak Lokasi Wifi Gratis di Yogyakarta
Travel
Pemkot Perbanyak Lokasi Wifi Gratis di Yogyakarta

Masyrakat umum juga dapat memanfaatkan wifi gratis ini

Starter Pack Orang Indonesia Salah Kostum ke Pantai
Travel
Starter Pack Orang Indonesia Salah Kostum ke Pantai

Apa kamu pernah menjadi salah satunya?

Makna Mendalam Jembatan Cinta di Pulau Tidung
Travel
Makna Mendalam Jembatan Cinta di Pulau Tidung

Objek wisata pulau tidung yang wajib kamu kunjungi ialah Jembatan Cinta. Ya sesuai namanya, jembatan ini memiliki cerita tersendiri soal cinta

Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)
Indonesiaku
Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)

Diponegoro mengaku beroleh petunjuk ilahi (wangsit) di suatu malam bulan Agustus 1829

Sengit Sukarno-Pemuda Berujung "Penculikan".
Indonesiaku
Sengit Sukarno-Pemuda Berujung "Penculikan".

Mukanya kecut, pucat, dan terbata-bata melaporkan para pemuda telah menculik "keduanya".

Pandemi bukan Halangan Sambut Tahun Baru di Hotel
Indonesiaku
Pandemi bukan Halangan Sambut Tahun Baru di Hotel

Tetap jaga diri dan terapkan protokol kesehatan.

Di Tengah Pandemi, Yadnya Kasada Tetap Digelar
Tradisi
Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI
Tradisi
Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI

Gelar pertunjukan wayang secara daring selama 7 hari 7 malam, warga Mojokerto raih rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Candi Borobudur Ditutup 6-7 Februari 2021
Travel
Candi Borobudur Ditutup 6-7 Februari 2021

Penutupan untuk mendukung kebijakan 'Jateng di Rumah Saja'.