Gara-Gara Surat Cinta Prangko Tercipta Prangko bukti pembayaran mengirim surat (Foto: Pexels/Bich Tran)

ANAK zaman now mungkin enggak kenal prangko. Dulu, barang kecil ini wajib untuk berkirim surat menggunakan jasa pos. Nah, peran prangko ini sangat penting untuk surat-menyurat menggunakan jasa pos. Prangko yang ditempel di amplop menjadi bukti kamu sudah melunasi biaya pengiriman menggunakan layanan pos.

Namun, kirim-mengirim surat menggunakan layanan pos sudah jarang dilakukan. Soalnya, kemajuan teknologi semakin memudahkan kirim mengirim surat. Misalnya sekarang ada email. Lalu aplikasi chat juga sudah banyak banget. Ada WhatsApp dan Line. Namun, prangko masih banyak dicari mereka para kolektor prangko.

Baca juga:

Bikin Kangen! Ini 5 Cara Berkomunikasi yang Memorable Pada Zamannya

Meski merupakan bukti pembayaran, nyatanya prangko tercipta dari surat cinta. Yang menemukannya ialah pria asal Inggris bernama Sir Rowland Hill. Dia pertama kali memperkenalkan prangko pada 1 Mei 1840. Waktu itu, prangko pertama di Inggris bergambar Ratu Victoria. Harganya satu penny. Prangko itu dicetak sederhana dengan tinta hitam dan diberi nama The Penny Black.

Foto Penny Black (Foto: ageofrevolution)

Sebenarnya, Hill menemukan prangko tanpa sengaja. Suatu ketika, ia pernah melihat petugas pos mengantar surat kepada seorang gadis. Ketika sudah diterima, entah kenapa gadis itu malah mengembalikan surat tersebut dan tidak mau membayar biaya pengiriman. Alasannya, ia tidak punya uang.

Lalu, Hill mencoba mendekati gadis tersebut. Dia ingin mencoba mengorek apa benar gadis tersebut tidak punya uang. Ternyata bisa dibilang gadis tersebut licik. Dia dan sang kekasih memiliki kode khusus berupa tanda yang hanya mereka berdua pahami.

Baca juga:

Wartel yang Punah Karena Teknologi Digital

Tanda tersebut biasanya mereka pasang di luar amplop. Dengan begitu, tanpa membuka amplop, ia sudah tahu apa isi surat yang ditulis kekasihnya.

Saat tahu cara licik gadis tersebut, Hill cukup gusar. Dia merasa kalau begitu terus dinas pos dan para karyawannya bisa rugi. Akan ada banyak orang yang bisa melakukan cara yang serupa dengan gadis tersebut dan pasangannya. Akhirnya terpikir oleh Hill untuk menciptakan prangko.

Prangko ditempel di luar amplop (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Selain itu, Hill juga pernah menekuni bidang perpajakan, ilmu administrasi, dan perekembangan sosial ekonomi di Inggris kala itu. Ketika menekuni tiga bidang itu, Hill semakin terpikir untuk menciptakan prangko.

Pada saat yang bersamaan, Inggris tengah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Anggota majelis parlemen diberikan hak bisa mengirim surat secara gratis tanpa batas. Sistem pembayaran biaya pengiriman surat oleh penerima juga banyak merugikan dinas pos. Dari situlah perangko bermula.

Sampai saat itu, prangko digunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jadi apakah sahabat Merah Putih masih suka mengirim surat menggunakan layanan pos? (ikh)

Baca juga:

Kartu Pos Kabar Singkat Seperti Posting Sosmed

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH