Gara-Gara Seks Produksi ASI Bisa Berkurang? Perempuan perlu beradaptasi sebelum kembali bercinta setelah melahirkan (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

BAGI seorang perempuan proses melahirkan menjadi tantangan terberat. Bahkan pasca melahirkan pun perempuan masih mengalami masa-masa sulit. Yaitu melakukan penyesuaian dengan si kecil, perubahan pada tubuh hingga terhadap pasangan atau suami.

Di masa-masa tersebut perempuan cenderung kurang bergairah untuk berhubungan seks. Bisa karena penyesuaian tadi. Bisa juga memang karena terlalu sibuk mengurus si kecil. Tapi perlahan gairah tersebut akan datang kembali setelah beradaptasi.

Namun, ada anggapan bahwa seks bisa mengurangi produksi ASI perempuan. Apakah hal tersebut memang benar? Berikut penjelasan selengkapnya menurut laman Go Dok.

1. Saat masa menyusui perempuan bisa lebih bergairah dalam bercinta

Bahkan perempuan merasa seksi karena buah dada membesar saat menyusui (Foto: Pexels/Ana Paula Lima)

Para ahli menyarankan agar seks libur dulu selama 4-5 bulan bagi ibu yang melahirkan. Namun enggak ada patokan durasi tertentu untuk berlibur bercinta. Semua kembali lagi ke proses penyembuhan sang ibu serta kesiapannya.

Penelitian yang dilakukan tahun 2005 menyebutkan menyusui berpengaruh terhadap gairah seksual perempuan. Perempuan yang menyusui cenderung ingin menunda seks terlebih dulu. Dibandingkan perempuan yang enggak menyusui.

Setelah melahirkan, tingkat estrogen akan menurun drastis. Sebaliknya, hormon prolaktin dan oksitosin akan meningkat. Kedua hormon tersebut memberikan dampak berbeda bagi tubuh. Termasuk mempengaruhi gairah seksual perempuan.

Kombinasi prolaktin dan oksitosin yang meningkat akan memberikan gairah tertentu ketika menyusui. Kebutuhan emosional dan fisikal juga terangsang karena menyusui. sehingga gairah seksual pun akan meningkat dan langsung terpenuhi selama proses menyusui.

Jadi, justru perempuan bisa lebih bergairah saat menyusui. Apalagi perempuan merasa lebih seksi saat menyusui. Ya, betul sekali. Buah dada perempuan biasanya membesar selama masa menyusui.

2. Seks justru bikin ASI perempuan rembes

Asi bisa keluar di tengah-tengah percintaan (Foto: Pexels/Pixabay)

Belum ada bukti yang kuat seks dapat membuat ASI berkurang. Ketika menyusui, stimulasi pada payudara dan puting susu enggak akan memberikan masalah apa pun. Justru banyak juga terjadi ASI keluar di tengah-tengah percintaan. Bahkan saat orgasme ASI bisa keluar begitu deras atau merembes.

Artinya, simulasi seksual dapat mendorong produksi ASI yang lebih banyak. Hal inilah yang terkadang menyebabkan ASI seolah berkurang ketika menyusui. Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk mengendalikan ASI yang merembes itu.

Pertama bisa menyusui si kecil dulu sebelum bercinta. Kedua, bisa juga menggunakan nursing pads pada bra untuk menutupi buah dada supaya enggak rembes. Jangan lupa bicarakan juga terlebih dulu dengan pasangan. Solusi terakhir, gunakan teknik lain saat bercinta supaya ASI gak rembes saat bercinta. (ikh)

Baca juga: Mencekik Pasangan Membuat Bergairah?

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH