Gara-gara Polusi Udara, Sandiaga Sakit Tenggorokan Sandiaga Uno. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Mantan Cawapres Sandiaga Uno merasa menjadi korban di tengah memburuknya kualitas udara di Jakarta. Bahkan saat kegiatan olahraga di luar ruangan dirinya juga terdampak sehingga ia mengeluhkan radang tenggorokannya yang belum juga sembuh itu.

"Ini aja saya masih sakit tenggorokan udah 2 minggu. Karena saya belum temukan cara olahraga di luar yang bisa nyaman tanpa harus korbankan kondisi kesehatan. Sekarang ini ada radang tenggorokan yang nggak hilang-hilang," kata Sandiaga Uno saat ditemui di Masjid Al Ittihad Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8).

Baca Juga: Solusi Jokowi Atasi Polusi Udara di DKI Jakarta

Ia juga menyatakan tak perlu ada pihak yang ingin mempersalahkan siapapun. Karena menurutnya, kondisi udara Jakarta yang memburuk itu berasal dari emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai solusi untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta adalah dengan kesadaran semua pihak, yakni mengganti moda transportasinya dari kendaraan pribadi menuju ke kendaraan umum. Kondisi ini diyakini Sandi bisa menurunkan jumlah emisi dan karbon yang merusak kualitas udara di Ibukota Indonesia itu.

Sandiaga Uno. Foto: MP/Kanu
Sandiaga Uno. Foto: MP/Kanu

Baca Juga: Jika Warga Jakarta Masih Pakai Premium, Upaya Menekan Polusi Sia-Sia

"Jangan juga kita saling menuding. Tapi kita tahu 50 persen polusi ini dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Akan turun signifikan kalau lebih banyak orang menggunakan transportasi umum," tuturnya.

Selain itu, Sandi juga mengatakan bahwa sumbangsih buruknya kualitas udara di Jakarta adalah karena adanya asap karbon yang dihasilkan dari sistem pembuangan di pabrik-pabrik yang berada di sekitar DKI Jakarta.

Baca Juga: Forum Warga Kota Jakarta Kembali Perkarakan Anies Terkait Polusi Udara

Sandi meyakini bahwa mereka akan bersedia bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki kualitas pembuangan mereka agar tidak menyumbang buruknya kualitas udara di Jakarta.

"50 persen lagi berasal dari pabrik-pabrik dan pembuangan di sekitar Jakarta. Insya allah mereka bisa bertransformasi untuk menurunkan emisi karbonnya, dan memperbaiki kualitas udara di Jakarta," tutup Sandi. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH