Gara-gara Langgar Prokes, Enam Turis Bali Apes Didenda Rp1 Juta Penindakan pelanggaran terhadap warga negara asing yang melintas di Denpasar, Bali, Selasa (23-3-2021). ANTARA/HO-Humas Polresta Denpasar

MerahPutih.com - Enam orang warga negara asing (WNA) di Bali didenda sebesar Rp1 juta karena melanggar protokol kesehatan. Mereka terjaring di wilayah hukum Polresta Denpasar bersama belasan lain dengan hukuman beragam. "Kami melaksanakan Ops Yustisi Gabungan karena belakangan ini banyak viral wisatawan domestik maupun mancanegara yang melanggar prokes sehingga muncul stigma adanya rasa takut untuk menindak orang asing," kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Gede Ganefo dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Rabu (25/3). Kompol I Gede Ganefo mengatakan bahwa operasi yustisi gabungan dengan instansi terkait dalam rangka Operasi Kontijensi Aman Nusa Agung 2021 telah menindak 18 pelanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:

Bangkitkan Pariwisata Bali, Kapolri Perintahkan Vaksinasi 'Dikeroyok'

Ia menyebutkan enam orang WNA dan satu WNI menerima sanksi teguran, enam orang WNA menerima sanksi denda Rp1 juta, dan empat orang WNI didenda Rp100 ribu karena tidak memakai masker, serta satu orang WNI disanksi dengan membuat surat pernyataan di tempat. Selanjutnya, terhadap para pelanggar prokes dilakukan tindakan secara tegas terukur tetapi humanis.

Operasi yustisi gabungan ini, kata dia, secara rutin dengan tetap menjaga sikap sopan, tidak arogan, dan tidak ada pungutan liar. Sasaran dari pelaksanaan operasi yustisi ini adalah WNA maupun WNI yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, dan melewati batas waktu buka sesuai dengan SE Gubernur Bali Nomor 06 Tahun 2021.

Pengunjung pusat perbelanjaan yang telah mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) serta Indonesia Care (I Do Care) mengenakan masker di Mal Bali Galeria, Kuta, Badung, Bali, Selasa (19-1-2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Pengunjung pusat perbelanjaan yang telah mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) serta Indonesia Care (I Do Care) mengenakan masker di Mal Bali Galeria, Kuta, Badung, Bali, Selasa (19-1-2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Sebelumnya, pada hari Senin (22/3), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyebutkan 55 pelanggar protokol kesehatan di Jalan Pantai Batu Bolong, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.Dari pelanggaran tersebut, di antaranya 11 WNA dikenai sanksi denda administratif Rp1 juta, 10 WNI dikenai denda administratif Rp100 ribu, dan sanksi teguran lisan bagi 27 WNA yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar.

Baca Juga:

Dukung Pariwisata Bali, Diagnos Lab luncurkan PCR Sameday

Selain itu, ada tujuh pelanggar WNI yang tidak bisa membayar denda administratif diberikan surat panggilan dan pernyataan. WNA ketika terjaring, kata dia, menyampaikan alasan klasik, misalnya lupa atau tidak tahu ada peraturan.

Dalam hal ini, pihaknya tidak memberikan toleransi lagi karena di negara asalnya justru lebih ketat pengaturan dan sanksinya.

"Jangan lalu di Bali mereka boleh seenaknya abai dengan protokol kesehatan," katanya. (*)

Baca Juga:

Ubud dan Dua Destinasi Wisata Lainnya di Bali Mulai Terima Turis Asing 17 Agustus 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kekayaan Riza Patria Meroket Rp 2,5 Miliar Setelah Jadi Wagub DKI
Indonesia
Kekayaan Riza Patria Meroket Rp 2,5 Miliar Setelah Jadi Wagub DKI

Harta Riza terdiri dari harta tidak bergerak dan bergerak

333 Anak di Jateng Kehilangan Orang Tua Karena COVID-29, Polda Jateng Janjikan Beasiswa
Indonesia
333 Anak di Jateng Kehilangan Orang Tua Karena COVID-29, Polda Jateng Janjikan Beasiswa

Ia mengatakan anak yang kehilangan orangtuanya karena meninggal akibat COVID-19 akan dibiayai sekolahnya Polda Jawa Tengah melalui program Aku Sedulurmu.

Kejagung Periksa Direktur Hingga Sales Terkait Kasus Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Periksa Direktur Hingga Sales Terkait Kasus Jiwasraya

Saksi-saki ini diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 manajer investasi (MI)

Ivermectin Bakal Diuji Klinis untuk Obati Pasien COVID-19?
Indonesia
Ivermectin Bakal Diuji Klinis untuk Obati Pasien COVID-19?

Ivermectin merupakan obat anti parasit

Pemprov DKI Tambah Laboratorium Pemeriksaan COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Tambah Laboratorium Pemeriksaan COVID-19

80 laboratorium itu sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat mendeteksi virus corona sejak 16 Desember lalu.

Anies Bikin Tradisi Baru, Calon Pejabat Wajib Tandatangani Surat Siap Mundur
Indonesia
Anies Bikin Tradisi Baru, Calon Pejabat Wajib Tandatangani Surat Siap Mundur

Apabila pejabat itu tak menunjukkan perbaikan kinerja, akan berimbas pemotongan tunjangan

Kerumunan Pasar Tanah Abang, PSI: Anies Baru Bertindak saat Viral
Indonesia
Kerumunan Pasar Tanah Abang, PSI: Anies Baru Bertindak saat Viral

Fraksi PSI DPRD DKI menyesalkan langkah Gubernur Anies Baswedan yang gagal mengantisipasi kerumunan massa di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.

PUKAT Sebut UU Omnibus Law Cipta Kerja Buka Celah Korupsi
Indonesia
PUKAT Sebut UU Omnibus Law Cipta Kerja Buka Celah Korupsi

DPR dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan RUU kontroversial ini di tengah tengah pandemi COVID-19

Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY
Indonesia
Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY

Hasil pemberian persetujuan tersebut akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dalam waktu dekat untuk diambil keputusan di Tingkat II.

[Hoaks atau Fakta]: Bantuan Rp600 Ribu Buat Yang Diam di Rumah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Bantuan Rp600 Ribu Buat Yang Diam di Rumah

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi bohong atau hoaks serta apabila mendapatkan informasi mengenai bantuan dari pemerintah.