Ganjil Genap Tak Efektif Tekan Kasus COVID-19 di Jakarta Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp

Merahputih.com - Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan menyatakan penerapan sistem ganjil genap tak efektif menekan kasus COVID-19 di Jakarta.

“Belum ada evaluasi atas penerapan ganjil genap bagi mobil pribadi ini, Anies sudah terdengar akan menerapkan Ganjil Genap sepanjang hari. Ini tidak efektif menekan angka kasus COVID-19 di Jakarta,” ujar Tigor, Selasa (25/8).

Tak hanya itu, Anies juga malah berencana akan menerapkan sistem ganjil genap kepada penggunaan sepeda motor di Jakarta.

Baca Juga

Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19

Tigor pun menyarankan agar Anies seharusnya melakukan pengawasan pelaksanaan pembatasan masa transisi dan melaksanakan protokol kesehatan secara baik.

“Pelanggaran pembatasan masa transisi seperti jam kerja dan jumlah pekerja yang bekerja di Jakarta. Lalu protokol kesehatan semisal tidak memakai masker saja masih sering terjadi di Jakarta. Ini yang harus diawasi sebenarnya,” beber dia.

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil-genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil-genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Tigor juga menjelaskan bahwa kebijakan ganjil genap tak ada kaitan sama sekali dengan upaya penganan pandemi corona di Jakarta. “Penggunaan dan pengaturan penggunaan ganjil genap sebagai rem emergensi pada masa pandemi COVID-19 adalah salah,” ujarnya.

Ia mengatakan, yang menjadi pemicu pengguna kendaraan pribadi itu tinggi karena masyarakat sudah dipaksa kembali untuk bekerja secara penuh seperti di perkantoran pemerintah dan swasta. Saat ini ribuan perkantoran di Jakarta melanggar ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi.

“Seharusnya pada masa transisi ini perkantoran hanya boleh mengoperasikan pekerjanya sebesar 50 persen saja. Tetapi faktanya perkantoran atau perusahaan itu memperkejakan pekerjanya 100 persen dan ini yang menyebabkan tingginya pergerakan masyarakat di Jakarta dan ke Jakarta,” katanya.

Baca Juga:

Nasib Ganjil Genap Jakarta Ada di Tangan Anies

Ia pun meminta agar Anies dan aparat Pemprov DKI Jakarta harus tegas dan teliti mengawasi penerapan PSBB masa transisi.

Tujuannya agar perkantoran atau perusahaan taat menerapkan operasional pekerjanya dan protokol kesehatan bisa diterapkan secara baik di Jakarta. “Jadi Anies, berhentilah menekan dan menyalahkan masyarakat dalam kasus gagalnya Jakarta menangani pandemi COVId-19,” ujarnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasca Pembubaran Midodareni, Polisi Razia Persembunyian Kelompok Intoleran
Indonesia
Pasca Pembubaran Midodareni, Polisi Razia Persembunyian Kelompok Intoleran

Tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di Solo. Polresta Surakarta tidak segan menindak tegas para pelaku intoleran.

Aparat Gabungan Buru Pelaku Pembakaran Helikopter di Ilaga
Indonesia
Aparat Gabungan Buru Pelaku Pembakaran Helikopter di Ilaga

Aparat gabungan TNI/Polri memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku pembakaran helikopter cooper yang terparkir di bandara Aminggaru Ilaga Kabupaten Puncak, pada Minggu (11/4) malam WIT.

Bikin Gaduh, Kubu Moeldoko Justru Disarankan Minta Maaf ke Presiden
Indonesia
Bikin Gaduh, Kubu Moeldoko Justru Disarankan Minta Maaf ke Presiden

Partai Demokrat sudah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang menolak pengesahan kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Kapolri Wacanakan Ujian Bikin SIM Seperti Main Gim di Mal
Indonesia
Kapolri Wacanakan Ujian Bikin SIM Seperti Main Gim di Mal

Adapun pelayanan yang mengedepankan teknologi informasi, menurut Sigit, antara lain perpanjangan SIM, pelayanan STNK, hingga SKCK secara online.

Tarif Pemeriksaan COVID-19 Pakai GeNose Saat Uji Coba Rp20 Ribu
Indonesia
Tarif Pemeriksaan COVID-19 Pakai GeNose Saat Uji Coba Rp20 Ribu

Penyediaan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, KAI melakukan Sinergi BUMN dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo.

BREAKING NEWS: Terobos Mabes Polri, 1 Terduga Teroris Tewas Ditembak
Indonesia
BREAKING NEWS: Terobos Mabes Polri, 1 Terduga Teroris Tewas Ditembak

Dari informasi yang didapat di lokasi, pelaku diduga berjenis kelamin perempuan.

Prabowo Subianto Merasa Dikhianati Edhy Prabowo
Indonesia
Prabowo Subianto Merasa Dikhianati Edhy Prabowo

Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa dikhianati mantan ajudannya, Edhy Prabowo usai tertangkap oleh KPK.

Komandan Separatis KNPB Penyebar Hoaks TNI-Polri Tembaki Warga Papua Diciduk
Indonesia
Komandan Separatis KNPB Penyebar Hoaks TNI-Polri Tembaki Warga Papua Diciduk

Hasil penyelidikan didapatkan setidaknya lima informasi terkait akun Facebook atas nama Manuel Metemko

Jabar Segera Miliki Mobile Combat COVID-19
Indonesia
Jabar Segera Miliki Mobile Combat COVID-19

Mobile Combat COVID-19 ini memiliki metode yang lebih sederhana dari Biosafety Level-2 (BSL-2) dan BSL-3

Anis Matta Sebut Ada Virus Berbahaya Tahun 2023 dan 2026
Indonesia
Anis Matta Sebut Ada Virus Berbahaya Tahun 2023 dan 2026

Usai pandemi COVID-19 berakhir, dia perkirakan akan ada virus lain yang lebih ganas menyebar pada tahun 2023 dan 2026.