Ganjil Genap di Tol Jagorawi, Pengamat: Harus Tambah Angkutan Umum Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan. (Foto: MP/John Abimanyu)

MerahPutih.Com - Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan mendukung pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan berplat nomor ganjil dan genap di Gerbang Tol Cibubur (Tol Jagorawi).

Tigor mengatakan, secara garis besar aturan ganjil dan genap mengurangi volume kendaraan yang akan masuk ke tol Jagorawi tersebut. Karena kendaraan akan masuk gerbang tol sesuai dengan tanggal dan plat nomor kendaraan.

"Secara itung-itungan begini, cara itung-itungan paling tidak itu kan berkurang, yang hari ini ganjil ga boleh lewat, genap boleh lewat," kata Tigor saat dihubungi merahPutih.com, di Jakarta, Senin (14/4).

Namun Tigor mengaku dirinya belum mengetahui apa hasil evaluasi dari peraturan ganjil dan genap di gerbang tol Jagorawi itu hari ini. Sebab kebijakan itu masih dalam pelaksanaan uji coba.

Situasi kendaraan di Tol Jagorawi
Kendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/6). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

"Bagaimana ininya progresnya di lapangan hari ini saya belum tau itu loh. Kalo cara itung-itungan kalo progresnya seperti apa ga tau," jelas Tigor.

Namun, Tigor berkata, kebijakan itu harus diimbangi dengan kendaraan angkutan umum dengan melakukan penambahan, agar pengguna mobil pribadi bisa beralih ke angkot.

"Tapi paling penting begini pengandalian ini oke, tapi dilakukan asal ada arternatif angkutan umumnya gitu, dalam waktu dekat dia akan pindah kedepannya tidak mengunakan terus kendaraan pribadi, dia pindah keangkutan umum masal begitu," jelas Tigor Nainggolan.

"Jadi angkutan umum masalnya harus bagus seperti di Bekasi gitu loh, jadi dia ditingkatkan angka perpindahannya dari kendaraan pribadi ke angkutan umum," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Andri Yansyah mengaku dihubungi oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Dalam koordinasi itu BPTJ meminta kepada Dishub DKI menerapkan ganjil dan genap di gerbang tol di Jakarta ditambah.

"Beliau (BPTJ) juga menginginkan, menyarankan untuk waktu ganjil genap di DKi jakarta ditambah," kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Senin (14/4).

Tol Jagorawi
Arus kendaraan di Tol Jagorawi (Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya)

Namun, mantan Camat Jatinegara ini menuturkan, pelaksanaan kebijakan tersebut harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Tetapi saya bilang saya akan koordinasi terlebih dulu dengan pihak Dirlantas Polda Metro Jaya untuk sekitanya usulan ini bisa dibahas dalam forum lalu lintas," jelas Andri.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan (Menhub) baru saja melakukan uji coba pembatasan kendaraan berpelat nomor ganjil dan genap yang diterapkan di gerbang tol Cibubur (Tol Jagorawi).

Namun kebijakan itu berdampak pada aksi mogok sopir angkutan umum jurusan Cileungsi ke Jakarta. Calon penumpang pun telantar akibat aksi mogok para sopir angkutan.(Asp)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Terapkan Ganjil Genap, Polisi Diludahi Pengendara Mobil

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH