Ganjil Genap Dinilai Sebagai Kebijakan Orang Malas Ilustrasi peraturan Ganjil-Genap. ANTARA Foto/Widodo S Jusuf)

Merahputih.com - Kebijakan perluasan ganjil-genap selama seminggu berjalan. Jumlah pengendara yang melanggar dari hari ke harinya masih banyak. Selama seminggu kebijakan ini diterapkan tercatat ada 8014 roda empat yang tercatat melanggar.

Ketua Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan menilai, kebijakan perluasan ganjil genap tak memberikan solusi dan terkesan instan.

"Ini kebijakan orang malas saja," ujar Edison, Senin (16/9).

Baca Juga:

Polusi Udara Jakarta Memburuk, Anies Akan Bicara dengan Pihak Tol

Ia juga berpendapat bahwa banyaknya kendaraan yang terjaring adalah bukti kebijakan itu bukan solusi. "Khususnya kemacetan dan polusi udara," jelas Edison.

Karena, selama ini yang dibatasi adalah gerak kendaraan, bukan jumlah kendaraan. "Jadi seperti teori orang mencet balon. Ditindak disini bikin macet di tempat lain," ungkap Edison.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir mengungkapkan, jumlah pelanggaran terbanyak ada di hari ketiga kebijakan ini dilaksanakan yaitu ada sebanyak 2026 pengendara terjaring.
Sementara itu, di hari kelima pelaksanaan jumlah pelanggar mulai menurun. Tercatat hanya ada 1119 pengendara yang melangggar.

Namun Nasir berharap jumlah ini bisa terus menurun karena masih terbilang banyak. Para pengendara diminta bisa mengikuti kebijakan perluasan yang telah diterapkan.

Pasalnya hal ini dilakukan juga demi kepentingan semua pihak. Pengendara diminta memerhatikan rambu lokasi perluasan gage untuk cari jalan alternatif.

"Diharap semua bisa mematuhi kebijakan yang sudah diterapkan ini," kata Nasir.

Kawasan Ganjil Genap di Jakarta
Kawasan ganjil genap di Jakarta (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan, aturan perluasan ganjil genap hanya kebijakan antara dalam upaya mengatur lalu lintas di ibu kota. Selama gage berlangsung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji kebijakan-kebijakan lain yang lebih baik untuk membuat lalu lintas Jakarta lebih terkendali.

Anies menyampaikan, kebijakan lain yang dikaji utamanya adalah peningkatan kualitas transportasi umum di Jakarta. Membaiknya moda transportasi umum seperti TransJakarta, juga MRT Jakarta, diyakini akan dengan sendirinya membuat warga beralih menggunakannya daripada kendaraan pribadi.

"Yang kita dorong sesungguhnya adalah penggunaan kendaraan umum," ujar Anies di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin, 9 September 2019.

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Penumpang Imbas Ganjil Genap, TransJakarta Siapkan 48 Rute

Aturan perluasan ganjil genap diterapkan berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019. Pergub itu merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-genap.

Dari isi dalam pergub itu disebutkan, berdasarkan hasil evaluasi uji coba perluasan ganjil genap pada 12 Agustus hingga 6 September 2019, berdampak positif pada peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang jalan. Pergub itu ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 6 September 2019. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH