Ganjil Genap 13 Titik di DKI Jakarta Mulai Berlaku Hari Ini Petugas Dinas Perhubungan bertugas di pos penjagaan ganjil-genap Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (18/10). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya memberlakukan kebijakan ganjil genap di 13 titik DKI Jakarta mulai Senin (25/10).

“Guna tetap mengendalikan mobilitas maka rapat tadi memutuskan bahwa titik gage yang tadinya tiga kawasan ini menjadi 13 kawasan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Senin (25/10).

Baca Juga

17 Jenis Kendaraan ini Diizinkan Melintas saat Ganjil Genap di Jakarta

Sambodo menyebut jam operasional gage dimulai sejak pukul 06.00 sampai 10.00 dan 16.00 sampai pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini tidak berlaku untuk hari libur.

“Kemudian berlaku hanya hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu, Minggu serta hari libur nasional, ganjil genap tidak berlaku,” papar Sambodo.

Sambodo menyampaikan terdapat kenaikan volume kendaraan di wilayah DKI Jakarta selama memasuki penerapan PPKM level 2. Data ini berdasarkan pantauan aparat dari kamera electronik traffic law enforcement (e-TLE).

"Penambahan volume kendaraan sekitar 30-40 persen yang dipantau setiap harinya melalui E-TLE," kata Sambodo.

Ia memperkirakan, volume kendaraan akan terus meningkat setiap harinya, sejalan dengan adanya beberapa pelonggaran aturan PPKM dari pemerintah, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"(Kemungkinan) akan terus bertambah. Makanya kita juga terus pantau, termasuk melalui pintu masuk tol Jakarta," terangnya.

Petugas Dinas Perhubungan bertugas di pos penjagaan ganjil-genap Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (18/10/2021). Penerapan aturan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jakarta pada Senin (18/10) kembali normal dengan jam pemberlakuan pada pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB di ruas Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin dan HR Rasuna Said. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa
Petugas Dinas Perhubungan bertugas di pos penjagaan ganjil-genap Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (18/10/2021). Penerapan aturan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jakarta pada Senin (18/10) kembali normal dengan jam pemberlakuan pada pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB di ruas Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin dan HR Rasuna Said. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa

Sebagai informasi, pemerintah menurunkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jakarta yang awalnya berada di level 3 kemudian menjadi level 2.

Keputusan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Penerapan PPKM level 2 di Jakarta telah dimulai sejak Selasa (19/10) kemarin sampai dengan 1 November 2021.

Berikut 13 titik gage di Jakarta:

1. Jalan Sudirman.

2. Jalan MH Thamrin.

3. Jalan Rasuna Said.

4. Jalan Fatmawati.

5. Jalan Panglima Polim.

6. Jalan Sisingamaraja.

7. Jalan MT Haryono.

8. Jalan Gatot Subroto.

9. Jalan S Parman.

10. Jalan Tomang Raya.

11. Jalan Gunung Sahari.

12. Jalan DI Panjaitan.

13. Jalan Ahmad Yani. (Knu)

Baca Juga

Ganjil Genap Diperbanyak Jadi 13 Kawasan di Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Instruksikan Jajarannya Petakan Potensi Kerawanan Jelang Libur Nataru
Indonesia
Kapolri Instruksikan Jajarannya Petakan Potensi Kerawanan Jelang Libur Nataru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan. Termasuk melakukan antisipasi sejak dini terhadap potensi-potensi gangguan Kamtibmas yang ada.

COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD
Indonesia
COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengajukan belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 110 miliar ke DPRD Solo, Jawa Tengah. Dana tersebut diperuntukan bagi penanganan COVID-19 serta belanja lainnya terkait kebencanaan.

DPR Peringatkan Polri Tak Anggap Remeh Ancaman Teroris
Indonesia
DPR Peringatkan Polri Tak Anggap Remeh Ancaman Teroris

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta Polri tidak menganggap remeh pesan berantai yang bernada ancaman dan teror.

Ada TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa, Jokowi Didesak Kembali Revisi Statuta UI
Indonesia
Ada TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa, Jokowi Didesak Kembali Revisi Statuta UI

Secara etika penyelenggara negara dalam bidang penegakan hukum, bidang sosial maupun politik dan dunia keilmuan yang diatur dalam TAP MPR no VI/2001, Ari Kuncoro sudah tidak layak lagi menjabat sebagai Rektor UI.

Ombudsman Minta Jokowi Ambilalih Pengalihan Status Pegawai KPK
Indonesia
Ombudsman Minta Jokowi Ambilalih Pengalihan Status Pegawai KPK

Presiden juga diminta memonitoring terhadap tindakan korektif yang disampaikan Ombudsman kepada BKN

Komnas HAM Serahkan Rekomendasi TWK ke Presiden Jokowi
Indonesia
Komnas HAM Serahkan Rekomendasi TWK ke Presiden Jokowi

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyerahkan rekomendasi terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wisata Kepulauan Seribu Ditutup
Indonesia
Wisata Kepulauan Seribu Ditutup

Wisata Kepulauan Seribu untuk sementara ditutup saat masa libur Idul Fitri sejak Sabtu (15/5), sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Akhir Tahun, Indonesia Dapat Pasokan Obat Antivirus dari AS
Indonesia
Akhir Tahun, Indonesia Dapat Pasokan Obat Antivirus dari AS

Molnupiravir diklaim perusahaan farmasi Merck, mampu mengurangi risiko kematian dan rawat inap warga yang terinfeksi virus corona hingga 50 persen.

Polisi Gagalkan Penyelundupan 107 Kg Narkoba di Batam
Indonesia
Polisi Gagalkan Penyelundupan 107 Kg Narkoba di Batam

Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap kasus peredaran 107,258 kilogram narkotika jenis sabu yang diamankan di perairan sekitar Pulau Putri Kota Batam.

Penyekatan Kendaraan di Pos PPKM Darurat Picu Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Penyekatan Kendaraan di Pos PPKM Darurat Picu Klaster Baru COVID-19

Edison melihat, kerumunan di sejumlah titik penyekatan menandakan kebijakan ini bukan hanya tidak siap, tetapi berpotensi menambah kuat penyebaran virus karena bertemunya orang dari sejumlah tempat di satu titik.