Ganjar Pranowo Diperiksa KPK Soal Proses Anggaran Proyek e-KTP Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengadakan kegiatan bersih-bersih Keraton Kasunanan Surakarta, bersama Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/3).(MP/Ismail)

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi PDI Perjuangan itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Politisi Golkar Markus Nari dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Usai diperiksa, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengaku diperiksa terkait proses anggaran proyek yang bergulir di Komisi II.

 Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (MP/Dery Ridwansah)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (MP/Dery Ridwansah)

"Untuk saksi pak Markus lebih pada proses penganggaran, proses dana tahapan-tahapan itu aja," kata Ganjar di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Menurut Ganjar tidak ada pertanyaan baru dari proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Menurutnya pertanyaan penyidik sama seperti pemeriksaan sebelumnya.

"Enggak ada yang baru (hanya teknis proses anggaran)," imbuh Ganjar.

Nama Ganjar Pranowo telah berulang kali disebut turut terlibat dan kecipratan aliran dana dari proyek e-KTP. Ganjar pun kerap dipanggil penyidik KPK terkait kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun ini.

Setidaknya nama anak buah Megawati Soekarnoputri itu tercantum dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto ssebagai pihak yang menerima uang sebesar USD 520 ribu.

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, terpidana kasus e-KTP yang telah mendekam di Lapas Sukamiskin juga menegaskan adanya aliran dana kepada Ganjar dan sejumlah pimpinan Komisi II serta Banggar DPR lainnya yang menjabat saat proyek e-KTP bergulir.

Tak hanya itu, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin memastikan adanya aliran uang dari proyek e-KTP yang diterima Ganjar. Disebutkan Nazaruddin, Ganjar menerima uang sejumlah USD500 ribu.

Bahkan, Nazaruddin mengaku melihat langsung adanya pemberian uang kepada Ganjar di ruang kerja mantan anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, (alm) Mustokoweni.

Meski berulang kali disebut dalam surat dakwaan maupun fakta persidangan, Ganjar bersikukuh membantah terlibat dan turut menikmati aliran dana dari megakorupsi e-KTP.

Sidang e-KTP

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung dan Markus Nari.

Saat ini, tinggal Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama dengan pidana masing-masing yang berbeda. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH