Ganjar: Perekonomian Jateng Turun 5,9 Persen Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda, mengikuti acara Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama’ di Benteng Vastenberg, Solo, Jawa Tengah. Senin (7/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan kasus intoleransi yang terjadi di Solo pada awal Agustus lalu menjadi sorotan publik. Hal tersebut tidak boleh terulang lagi dan masyarakat harus tetap mengedepankan toleransi antar umat beragama.

Demikian diungkapkan Ganjar dalam 'Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama’ di Benteng Vastenberg, Solo, Jawa Tengah. Senin (7/9). Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, pimpinan daerah, serta tokoh lintas agama di eks Karesidenan Surakarta.

Baca Juga

Persiapan Gibran dan Bajo Sebelum Tes Kesehatan

Selain itu, menghadirkan pembicara anggota Watimpres Maulana Al Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya. Acara yang dihadiri ratusan orang tersebut diawali dengan rapid tes di Balai Kota Solo. Gibran Rakabuning Raka juga turut hadir dalam acara ini.

"Jangan lukai temen kita sendiri. Pancasila sudah final menjadi dasar negara. Saya ajak masyarakat Jawa Tengah untuk saling menghormati dan tidak saling menyakiti satu sama lain," ujar Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda, mengikuti acara Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama’ di Benteng Vastenberg, Solo, Jawa Tengah. Senin (7/9). (MP/Ismail)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda, mengikuti acara Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama’ di Benteng Vastenberg, Solo, Jawa Tengah. Senin (7/9). (MP/Ismail)

Ganjar mengungkapkan, akibat pandemi COVID-19, pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah turun 5,9 persen. Untuk bangkit, ia mengajak masyarakat saling tolong menolong.

"Ekonomi di Jateng selama pandemi turun 5,9 persen. Tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak berguna yang dapat merusak toleransi," kata dia.

Politikus PDIP ini mengingatkan pada masyarakat situasi saat ini masih pandemi sehingga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Kalau masyarakat Jawa Tengah patuh ekonomi akan kembali pulih.

"Mari kita satukan telat kita gotong royong melawan corona. Jangan sampai terpecah belah hanya karena beda pendapat," katanya.

Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi menambahkan kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan tersebut dalam rangka memupuk, memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mantan Kapolresta Surakarta itu juga menekankan adanya persatuan untuk melawan tindak intoleran yang belum lama ini terjadi.

"Situasi masih pandemi COVID-19 kita harus bersatu. Semua harus melawan adanya intoleransi. Kalau kita biarkan bisa berpotensi memecah belah NKRI," papar dia.

Baca Juga

Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi

Dikatakannya, intoleransi merupakan sumber kekacauan yang akan meningkat menjadi radikalisme. Radikalisme itu tidak hanya beda, dia akan mengganti konsep NKRI. Dengan konsep lain tersebut, meskipun masih dalam wacana mereka mereka yang terpapar radikal.

"Jadi awalnya itu dari intoleransi, meningkat radikal dan meningkat lagi menjadi teroris. Kita sepakat tolak intoleransi," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Viral yang Makamkan Jenazah COVID-19 Dapat Jalur Khusus Sekolah Perwira
Indonesia
Polisi Viral yang Makamkan Jenazah COVID-19 Dapat Jalur Khusus Sekolah Perwira

Bripka Jerry menjadi relawan menguburkan jenazah pasien virus corona di Minahasa Utara, Jumat (10/4) lalu

Corona Mewabah di Indonesia, UN Jalan Terus
Indonesia
Corona Mewabah di Indonesia, UN Jalan Terus

UNBK 2020 bakal diselenggarakan mulai Maret hingga April

Besok, PA 212 bakal Kembali Kepung Kedubes India
Indonesia
Besok, PA 212 bakal Kembali Kepung Kedubes India

Ia membeberkan jika pihaknya terus berupaya melakukan aksi itu di Kedubes India hingga kekerasan terhadap muslim di New Delhi dihentikan.

Kemenhub Guyur Rp500 Miliar untuk Diskon Pesawat
Indonesia
Kemenhub Guyur Rp500 Miliar untuk Diskon Pesawat

Diskon diberikan terhadap penerbangan asal dan menuju 10 destinasi

 BNPB Peringatkan Warga Jabodetabek Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir
Indonesia
BNPB Peringatkan Warga Jabodetabek Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir

Potensi hujan tersebut diprakirakan terjadi mulai pada Minggu dan diperkirakan berlangsung hingga Senin (24/2) pagi.

PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima
Indonesia
PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima

"Selalu digembar-gemborkan mahal. Dari segi biaya, mahal kalau dibandingkan dengan yang tidak ada biaya," kata Dwi

Imbau Jangan Warga Panik, Polri Waspadai Berita Hoaks Virus Corona
Indonesia
Imbau Jangan Warga Panik, Polri Waspadai Berita Hoaks Virus Corona

"Pemerintah semuanya sudah bekerja untuk menangani kasus ini," kata Argo

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pengenalan Sekolah Dilakukan Secara Daring
Indonesia
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pengenalan Sekolah Dilakukan Secara Daring

Perlu penyesuaian-penyesuaian yang lebih kreatif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

Kabar Baik Zona Hijau COVID-19 Depok Bertambah, Ini Nama Kelurahannya
Indonesia
Kabar Baik Zona Hijau COVID-19 Depok Bertambah, Ini Nama Kelurahannya

Sementara, untuk penambahan kasus konfirmasi positif pada Jumat (10/7) sebanyak 5 kasus

Kawasan Wisata Puncak Dipadati Warga Jakarta saat Lebaran
Indonesia
Kawasan Wisata Puncak Dipadati Warga Jakarta saat Lebaran

Situasi arus lalu lintas khususnya di kawasan Puncak masih dalam keadaan kondusif.