Gangguan Irama Jantung, Pertanda Penyakit Stroke Denyut jantung yang tidak beraturan dapat berujung ke penyakit stroke (Foto: Pexels/Pixabay)

PENYAKIT jantung memang paling ditakutkan setiap orang. Umumnya, penyakit jantung yang diketahui banyak orang ialah gagal jantung dan serangan jantung. Padahal masih ada satu lagi penyakit jantung yang jarang diketahui orang, yaitu gangguan irama jantung.

Gangguan irama jantung atau disebut dengan Fibrilasi Atrium (FA) membuat denyut jantung berubah tidak beraturan. Terkadang cepat, dan juga melambat dalam hitungan menit yang sama. "FA adalah gangguan irama jantung, penyakit jantung itu sangat bervariasi. Paling sering orang tahunya serangan jantung," papar Dr. Daniel Tanubudi,Sp.JP (K) pada sebuah seminar di Hotel Double Tree, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

FA pun tidak hanya membuat rasa tidak nyaman karena gangguan pada jantung. Namun, lebih buruknya tanpa disadari FA merupakan salah satu gejala penyakit stroke. Pada dasarnya kata Dr. Tanubudi gaya hidup dapat menjadi penyebab FA.

jantung
Hati-hati dengan perubahan irama jantung. (Foto: Pexels/Pixabay)

Selain itu, faktor berat badan juga menyebabkan seseorang terkena FA. Terlebih bagi mereka yang mengalami obesitas. Karena itu sangat penting untuk memeriksa irama jantung sebelum semuanya terlambat. "Kalau FA tidak terdeteksi dengan baik bisa menyebabkan stroke," tambahnya dengan tegas.

Untuk memeriksa penyakit FA dapat dilakukan sendiri. Kamu hanya perlu meraba denyut nadi. Rasakan apakah denyut nadi yang berdetak beraturan. Jika terlalu cepat dan lambat segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter.

Tidak perlu khawatir, ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi FA. Seperti misalnya dengan menggunakan alat kejut jantung. Cara kerjanya jantung akan berhenti untuk sesaat. Namun diharapkan akan berdetak kembali seperti semula.

Dr. Daniel Tanubudi, paling kiri (Foto: Istimewa)

Selain itu, metode lain yang bisa dilakukan ialah ablasi. Pasien akan dibius lokal kemudian dimasukkan sebuah alat berupa kabel. Cara kerjanya, kabel tersebut akan membakar beberapa otot bagian dalam jantung yang menyebabkan jantung tidak berdetak beraturan.

Ditambah lagi ada metode pengobatan yang terbilang sangat ampuh berdasarkan studi XANAP. Studi tersebut memperoleh hasil bahwa FA dapat diobati dengan mengencerkan darah menggunakan Rivaroxaban. Sehingga dokter dan pasien akan sangat terbantu dalam membuat keputusan untuk perawatan manajemen FA.

Proses pengenceran darah perlu dilakukan karena FA akan menyebabkan pembekuan darah di jantung yang bila lepas ke sirkulasi sistemik dapat menyebabkan stroke. (ikh)

Baca juga: Waspada, Sakit Di Rahang Gejala Serangan Jantung

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH