Fashion

Gandeng 5 Jenama, Lakon Store Eksplorasi Cinta dalam Fashion lewat ‘P.S. I Love You’ di JF3 2025

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 04 Agustus 2025
 Gandeng 5 Jenama, Lakon Store Eksplorasi Cinta dalam Fashion lewat ‘P.S. I Love You’ di JF3 2025

Lakon Store Eksplorasi Cinta dalam Fashion lewat ‘P.S. I Love You’ di JF3 2025.(foto: dok JF3)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — CINTA punya berbagai wujud yang bisa dieksplorasi. Bersama lima jenama fesyen, Lakon Store menghadirkan koleksi P.S. I Love You di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2025 yang digelar di Summarecon Mall Serpong, Sabtu (2/8).

Koleksi ini menjadi sebuah eksplorasi konseptual mengenai koneksi antarmanusia, emosi, dan kerentanan melalui medium fesyen. Koleksi ini menelusuri cinta dalam berbagai wujud dan emosi, mulai dari kerinduan yang mengendap, semangat yang membara, kebangkitan diri, hingga sisi cinta yang penuh rahasia dan naluriah.

Bagi Lakon Store, cinta bukanlah satu emosi tunggal, melainkan gerakan, ingatan, ketegangan, kehangatan, dan harapan. Semuanya terjahit dalam setiap detail, menjadikan setiap koleksi sebagai jendela untuk merasakan ragam bentuk cinta yang membentuk diri kita sebagai manusia.

Di balik narasi besar ini, lima subtema menjadi benang merah yang membentuk keseluruhan cerita: saudade, rebirth, eternal flame, shadowed love, dan savage love. Kelima tema ini diterjemahkan ke dalam palet warna yang sarat makna, motif simbolik, tekstur yang kaya, dan siluet dinamis nan menggabungkan kelembutan dan ketegasan dalam satu kesatuan visual yang intens dan emosional.

Lima jenama di bawah naungan Lakon, yakni Store Oxford Society, Kyrra, By Dree, Saroengan, dan Senja Sore, menerjemahkan kisah cinta ini ke dalam koleksi nan memukau.

Baca juga:

'URUB' dan 'Les Fragments': Kolaborasi Lakon Indonesia dan Desainer Prancis di JF3 Fashion Show



Oxford Society meluncurkan koleksi runway pertamanya, Undeserved Love. Sebagai interpretasi tema koneksi dan pengekangan, koleksi ini mengambil inspirasi dari busana kantor klasik dan membayangkannya kembali lewat potongan tailoring yang lebih lembut. Siluet yang terstruktur berpadu dengan garis lengkung dan simpul halus, menciptakan busana yang terasa terjaga, tapi intim. Palet warna yang tenang dan redup membangun suasana, sedangkan bordiran mawar merah menghiasi setiap busana, melambangkan ikatan yang tak terlihat dan kasih sayang yang abadi.

Kyrra menampilan Oasea yang bermakna oasis sebagai pelarian di tengah lingkungan yang keras. Ini menjadi refleksi tentang bagaimana kita mencari perlindungan di tengah kekacauan. Oasea menawarkan ketenangan lewat pilihan warna biru perlambang ketenangan dan keheningan. Warna-warna menenangkan ini dituangkan dalam siluet urban, menciptakan kontras yang mencerminkan keheningan dalam kota nan sibuk.

JF3
Mengeksplorasi cinta ke dalam fesyen.(foto: dok JF3)


Sementara itu, tema kerinduan dalam cinta dieksplorasi dalam kolaborasi Lakon Store dan By Dree. Koleksi kolaborasi ini terinspirasi dari kata saudade, sebuah rasa rindu yang dalam, yang tak selalu bisa dijelaskan, tapi nyata adanya. Dengan semangat kerinduan akan gebrakan, koleksi ini membawa denim sebagai simbol kekuatan, ketangguhan, kesederhanaan sekaligus kenyamanan yang abadi. Denim menyatukan semua perbedaan, menjahitnya menjadi harmoni yang indah dan
fungsional.

Jenama Saroengan mengusung judul Bayang, yang berarti bayangan. Koleksi ini mengeksplorasi konsep kelahiran kembali, bukan sekadar secara fisik, melainkan kebangkitan makna dan ingatan. Melalui setiap rancangannya, Saroengan memperkenalkan kembali sarung. Sarung dulunya merupakan pakaian sehari-hari, akrab dan esensial, ini seiring waktu memudar dari keseharian. Dalam Bayang, Saroengan merebut kembali maknanya, mengubahnya menjadi ekspresi warisan modern yang kuat. Hasilnya ialah koleksi yang berbicara kepada generasi yang ingin menghormati akar budayanya, sembari melangkah dengan berani ke masa kini.

JF3
Menampilkan kain-kain yang diproduksi para perajin lokal.(foto: dok JF3)



Koleksi dari Senja Sore yang bertajuk Bara menangkap esensi relasi antara perasaan dan busana melalui implementasi warna, tekstur, dan siluet yang menyuarakan emosi secara halus. Warna merah dalam koleksi ini melambangkan cinta yang membara, sedangkan hitam mewakili sisi kedalaman, sunyi, dan keteduhan emosi yang lebih personal. Setiap kain yang digunakan dalam koleksi ini merupakan hasil karya tangan para peraji dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lasem, Bali, Tuban, Pekalongan, dan Yogyakarta. Setiap kain membawa identitas, warisan, dan kehangatan budaya lokal.

Secara keseluruhan, presentasi ini menjadi surat terbuka tentang cinta, dengan bahasa visual yang mengajak setiap mata yang melihatnya untuk mengingat kembali, merayakan, atau mungkin mengikhlaskan. Pada akhirnya, cinta, dalam bentuk apa pun, layak untuk dikenang dan dikenakan.(dwi)

Baca juga:

Susan Budihardjo FFI Bawa ‘Controversy’ ke Panggung JF3 2025

#Jakarta Fashion Food Festival (JF3) #Fashion #Fashion Show
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Tren Parfum 2027 Diprediksi Bergeser ke Aroma Teh Asia dan Wewangian Clean
Tren parfum 2027 diprediksi mengarah ke aroma teh China, hinoki, sakura, dan osmanthus. Wewangian clean dan ringan mulai diminati pencinta parfum.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 November 2026
Tren Parfum 2027 Diprediksi Bergeser ke Aroma Teh Asia dan Wewangian Clean
Fashion
USS 2026 Hadirkan Lebih dari 300 Booth, Satukan Fashion, Musik, dan Pop Culture
USS 2026 berlangsung pada 6–8 November di JICC Jakarta. Acara ini menghadirkan lebih dari 300 booth, kolaborasi brand Asia Tenggara, fashion, dan pertunjukan musik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 November 2026
USS 2026 Hadirkan Lebih dari 300 Booth, Satukan Fashion, Musik, dan Pop Culture
Fashion
Bawa Koleksi Berkelanjutan di JFW 2027, Jenama Asal Korsel Kimoui Incar Vendor Bahan Ramah Lingkungan Indonesia
Daya tarik eksplorasi material tersebut mendorong Kimoui untuk membuka peluang kerja sama dengan industri tekstil di Indonesia.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Bawa Koleksi Berkelanjutan di JFW 2027, Jenama Asal Korsel Kimoui Incar Vendor Bahan Ramah Lingkungan Indonesia
ShowBiz
Bintang 'DoTS' Jalan di Runway Jenama Korea, Dian Sastro Sampai Eva Celia Tampil Memukau di JFW 2026
Aktris pemeran adaptasi 'Descendants of the Sun', seperti Dian Sastro hingga Eva Celia, tampil elegan lewat rancangan khusus desainer Kim Dae-sung.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Bintang 'DoTS' Jalan di Runway Jenama Korea, Dian Sastro Sampai Eva Celia Tampil Memukau di JFW 2026
Fashion
Fashion Kode Korea Selatan Dorong Desainer Indonesia Konsisten Berkarya
Upaya Kocca memboyong para praktisi mode fesyen Tanah Air tersebut merupakan implementasi kolaborasi yang nyata antara pihaknya dan JFW.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Fashion Kode Korea Selatan Dorong Desainer Indonesia Konsisten Berkarya
Fashion
Lewat K-Drama, JFW dan Kocca Kenalkan Fashion 2 Negara
Memanfaatkan K-drama untuk promosi koleksi baju.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Lewat K-Drama, JFW dan Kocca Kenalkan Fashion 2 Negara
Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Bagikan