Enggak Usah Takut Melakukan Lasik LASIK hanya boleh dilakukan pada pasien di atas 18 tahun. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

LASER Assisted in Situ Keratomileusis (LASIK) adalah operasi mata untuk menghilangkan refraksi dengan bantuan laser. Operasi ini bisa menjadi solusi buat penderita gangguan refraksi seperti minus (miopia), mata plus (hipermetropia), dan mata silinder (astigmatisma).

Gangguan tersebut membuat kamu terpaksa harus mengenakan kacamata atau lensa kontak. Namun, dengan adanya LASIK, kamu enggak perlu memakai kacamata atau lensa kontak lagi.

Dengan lasik penglihatan kamu bisa kembali seperti semula. "Pilihan untuk refraksi adalah bedah retraktif, termasuk di dalamnya LASIK," papar dr Zoraya Ariefia Feranthy, SpM, di Jakarta baru-baru ini.

Cara kerja LASIK cukup sederhana. Operasinya hanya sekitar 30 menit. LASIK bertujuan menggabungkan metode pembuatan flap (lapisan tipis) pada kornea dan laser. Intinya mengubah kelengkungan kornea sehingga kelainan refraksi dapat terkoreksi.

Trans-PRK adalah inovasi dengan teknologi mutakhir dalam bedah menggunakan laser. Kornea tidak akan tersentuh kecuali dengan laser. Karenanya fungsi laser dalam lasik untuk mengubah permukaan kornea. Sehingga tidak ada gangguan pembiasan cahaya. "Laser yang masuk langsung mengenai kornea jadi melonggarkan cahaya yang masuk langsung ke retina," tambahnya.

Ada beberapa kondisi yang membolehkan kamu melakukan lasik. Kamu harus berusia di atas 18 tahun. Sebelum memasuki usia tersebut ukuran kacamata seseorang belum stabil. Dikhawatirkan LASIK akan mengundang kelainan refraksi baru jika belum menginjak usia itu.

Sebab syarat terpenting melakukan LASIK adalah kelainan refraksi stabil selama 6-12 bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut refraksi kamu stabil, kamu aman melakukannya. Ya, stabilnya kelainan refraksi setelah usia 18 tahun ke atas.

Menurut dr Sophia Pujiastuti, SpM(K), MM, Founder & Ophthalmologist SILC LASIK Center di Klinik Mata Cahaya Tijar, LASIK tidak sembarangan dilakukan. Ada beberapa tahapan pemeriksaan sebelum menentukan pasien aman melakukan lasik.

Yang terpenting kamu harus mau bekerja sama dengan dokter. Ceritakan kondisi mata kamu secara menyeluruh. Seperti misalnya ketipisan kornea. Jika terlalu tipis dokter tidak akan menyarankan kamu melakukan lasik.

Lalu, kalau matamu kering juga tidak dianjurkan LASIK. Terlebih bagi ibu hamil dan menyusui. Hormon yang tinggi akan mengurangi air mata sehingga mata mudah kering. Syarat utama LASIK adalah mata dalam kondisi sehat. "Kondisi mata yang gak boleh LASIK ya katarak," ungkap dr Sophia.

Ada beberapa syarat untuk melakukan LASIK. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Selain itu, juga ada kondisi tertentu dalam tingkatan kelainan refraksi. Pada kelainan Myopia: -1.00 sampai -13.00 D, Astigmatisma : -1.00 D sampai -5.00 D, Hypermetropia: +1.00 D sampai ,+4.00 D.

Bagi kamu yang mau mencoba operasi ini, SILC LASIK Center di Jakarta Barat bisa menjadi alternatif. "LASIK (di sini) dapat dilakukan dengan nyaman dan tidak menakutkan," papar Kastam, A.Md.RO, Refraksionis Optisien/Marketing Manager SILC LASIK Center.

LASIK memang teknologi yang lumayan baru di Indonesia. Akan tetapi dr Sophia mengatakan keberhasilan lasik mencapai 90 persen. Hal ini dibuktikan langsung oleh seorang pasien bernama Debby Debora. Ia operasi mata pada 14 Februari 2018 lalu karena harus memenuhi persyaratan bergabung dengan awak kabin maskapai penerbangan.

Kondisi refraksi Debby cukup langka. Ia mengalami kelainan fraksi hingga -13.00. Beruntung operasi yang dilakukan Debby berhasil. Kini ia bisa melihat dengan jelas. Tanpa menggunakan kacamata dan kotak lensa lagi.

Bahkan dikatakan Debby ia bisa melihat detail hingga pori-pori. Meski setelah operasi ada sedikit efek nyeri, bisa dihilangkan dengan obat nyeri. "Setelah dua jam hilang (nyerinya)," ujar Debby kepada Merahputih.com.

Selanjutnya Debby melakukan perawatan pascaoperasi menggunakan beberapa obat tetes termasuk antibiotik. Serta harus menghindari air selama empat hari ke depan. Walaupun dibekali kacamata pengaman dari debu, Debby memilih istirahat total. "Saya pribadi bedrest ya," imbuhnya.

Saat ditanya seperti rasa nyeri setelah LASIK, ia menyebut hanya seperti digigit semut. Yang terpenting adalah mengikuti arahan dokter selama proses LASIK "Dibutuhkan kerja sama antara dokter dan pasien," pungkas Debby. (Ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH