Gaji TGUPP Hanya Dipotong 25 Persen, PDIP: Anies Diskriminatif Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. (ANTARA/HO-Balai Kota Jakarta)

MerahPutih.com - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta kritik kebijakan pemprov yang hanya memotong penghasilan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) 25 persen dalam pemulihan Jakarta di tengah pandemi COVID-19.

Sedangkan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemda DKI menerima potongan tunjangan 50 persen.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyampaikan bahwa anggaran gaji TGUPP di dalam APBD 2020 cukup tinggi sebesar Rp19,88 miliar. Kemudian di APBD-P 2020 diubah menjadi Rp14,51 miliar.

Baca Juga:

Gaji Anggota DPR dari Gerindra Bakal Dipotong untuk Bantu Korban Bencana Alam

"Realisasi anggaran gaji TGUPP tahun 2020 Rp14,48 miliar. Artinya, gaji TGUPP tidak dipotong 50 persen seperti yang diberlakukan kepada para PNS," ucap Gembong di Jakarta.

Melalui Pergub Nomor 49 Tahun 2020, lanjut Gembong, Gubernur Anies Baswedan mengambil kebijakan untuk memotong tunjangan PNS sebesar 25 persen sejak bulan April hingga Desember 2020.

Sebesar 50 persen tunjangan dibayarkan tahun 2020, sedangkan sisa 25 persen dibayarkan tahun 2021.

Gembong Warsono. (Foto: Facebook/Gembong Warsono)
Gembong Warsono. (Foto: Facebook/Gembong Warsono)

Lanjut Gembong, pihaknya menerima informasi kalau di dalam draf Pergub 49/2020, TGUPP termasuk yang akan kena pemotongan gaji 50 persen.

Namun, entah bagaimana ceritanya TGUPP dihapus dari Pergub tersebut dan tidak kena pemotongan 50 persen.

“Ini adalah cerminan dari kebijakan yang diskriminatif, oportunis, dan egois dari Gubernur Anies," sesal Gembong.

Baca Juga:

Bantu Korban Bencana, PKS Instruksikan Anggota Dewan Potong Gaji

Mirisnya, ucap Gembong, para PNS dan keluarganya harus hidup dengan penghasilan 50 persen, tapi gaji anggota TGUPP hanya disunat 25 persen.

"Ini jelas tidak adil," tutup anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta. (Asp)

Baca Juga:

Buruh Desak PN Jakpus Buka Rekening Perusahaan agar Bisa Digaji

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tempat Pemakaman Korban Corona Dikabarkan Penuh, Ini Penjelasan Anies
Indonesia
Tempat Pemakaman Korban Corona Dikabarkan Penuh, Ini Penjelasan Anies

"Semua lokasi dan lainnya sudah disiapkan sejak Bulan Maret. Bahkan, Maret sudah disiapkan alternatif tempat," ungkapnya.

Tahun Ajaran Baru Segera Buka, Bamsoet: Jangan Sampai Anak-anak Jadi Korban
Indonesia
Tahun Ajaran Baru Segera Buka, Bamsoet: Jangan Sampai Anak-anak Jadi Korban

"Karena yang utama adalah melindungi anak dari terinfeksinya virus tersebut, mengingat usia anak sangat rentan tertular COVID-19," ujarnya.

KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

KPK mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming
Indonesia
Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming

Sebanyak 375 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP akan diterjunkan dalam pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, Jumat (26/2).

Ombudsman Minta Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Hindari Cara Represif Tangani Unras
Indonesia
Ombudsman Minta Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Hindari Cara Represif Tangani Unras

Ombudsman menyebut Polri dapat memaksimalkan fungsi intelijen

Pasien Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Positif Corona, Wali Kota Langsung Perintahkan Tracking
Indonesia
Pasien Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Positif Corona, Wali Kota Langsung Perintahkan Tracking

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo langsung melakukan tracking kepada sejumlah orang yang berkontak langsung dengan pasien positif virus corona (COVID-19).

Pemprov DKI Siapkan 166 Kamar Isolasi Tambahan Buat Orang Tanpa Gejala
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan 166 Kamar Isolasi Tambahan Buat Orang Tanpa Gejala

"Jumlah total kamar yang tersedia ada 166 kamar," ujar Fify

Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19
Indonesia
Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19

Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran

Bebas Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai 19 April 2020
Indonesia
Bebas Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai 19 April 2020

Peniadaan kebijakan ganjil genap selama dua pekan terhitung sejak Senin 15 Maret 2020

Yusril Dianggap Berikan Alternatif Solusi COVID-19
Indonesia
Yusril Dianggap Berikan Alternatif Solusi COVID-19

Beberapa kali, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) menyampaikan kritik pedas kepada pemerintah karena dianggap terlambat dalam menangani COVID-19.