Kesehatan
FST Unair Kembangkan Sensor Pendeteksi Kandungan Kreatinin Pendeteksi ginjal hasil pengembangan dari penelitian sebelumnya. (Foto: Pixabay/4466844)

INOVATIF adalah kata yang tepat bagi dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Miratul Khasanah dan timnya yang mengembangkan sensor potensiometri. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi kandungan kreatinin pada darah sebagai indikator gagal ginjal.

Sensor tersebut merupakan hasil pengembangan dari penelitian sebelumnya, yakni sensor pendeteksi asam urat. Sebenarnya, kandungan kreatinin dalam darah selalu digunakan sebagai indikator fungsi ginjal.

Baca Juga:

Waspadai Batu Ginjal Tanduk Rusa yang Muncul Tanpa Gejala

ginjal
Perangkat modifikasi untuk sensor pendeteksi gagal ginjal karya dosen Unair. (Foto: istimewa)

“Khususnya di bidang medis, pendeteksi kreatinin pada serum darah biasanya memakai teknik fotometri yang memerlukan pereaksi kimia atau enzim yang berharga mahal. Di samping juga perlu ada volume sample yang relatif besar sebab metoda yang dipakai memiliki limit deteksi relatif tinggi yakni pada kisaran mg/dL,” papar Mira dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/10).

Pada pengembangan penelitian ini, Mira mengembangkan metode sederhana, dan menggunakan peralatan sederhana juga. Sebab bisa mengurangi ketergantungan pada suatu instrumen tertentu.

Sebab itu, sejak tahun 2016, Mira dengan tim telah mengembangkan sensor potensiometri untuk deteksi komponen dalam darah, di antaranya asam urat, kreatinin dan glukosa.

Baca Juga:

Penyakit Ginjal Kronik, Penyakit Tanpa Tanda-Tanda yang Mematikan

ginjal
Pengembangan alat temuan baru itu memungkinkan mengetahui kesehatan ginjal lebih dini. (Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Menurutnya, selama ini metode deteksi kreatinin pada bidang medis dilakukan menggunakan metode kolorimetri, yang diketahui pada pendeteksi memerlukan pereaksi kimia tertentu atau menggunakan enzim.

“Jika menggunakan enzim memang selektif dan bahkan spesifik, namun harganya tidak murah. Sedangkan deteksi kreatinin dengan potensiometri, peralatan yang digunakan sangat sederhana, yakni potensiometer/ion meter seperti umumnya digunakan mengukur pH larutan, dilengkapi suatu sensor berupa elektroda dari bahan dasar berupa karbon,” beber Mira.

Sensor elektrometri, kemampuan sensornya sangat dipengaruhi konduktivitas bahan sehingga memerlukan material yang konduktif. Karbon memiliki sifat tersebut. Untuk meningkatkan selektivitas sensor maka dibuatlah suatu imprint (cetaka) agar sensor hanya sesuai untuk kreatinin.

Zeolit dipilih untuk modifikasi untuk pembentuk cetakan. Dalam hal ini, material yang digunakan bahan pembuatan sensor yakni campuran serbuk karbon dan imprinted zeolit. Zeolit dipilih merupakan material yang mudah dimodifikasi terkait ukuran pori dan pembentukan cetakan. Di samping itu, zeolit merupakan salah satu material yang berkonduktivitas listrik bagus sehingga akan meningkatkan sinyal analisis.

Sensor yang dikembangkan pada tahun 2017-2018 tersebut berbentuk sederhana. Ia juga berharap, alat jenis ini lebih banyak lagi dikembangkan. Sebab alat sensor tersebut memiliki biaya cukup ekonomis.

“Membayangkan jika bisa dikembangkan sensor serupa maka akan membantu badan pengawas obat dan makanan (BPOM) untuk mengontrol produk-produk obat dengan biaya yang hemat" pungkas Mira. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Sepele, Kebiasaan Kecil ini Bisa Jadi Penyebab Batu Ginjal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesan Kuat Sarat Makna Tertuang dalam Video Musik Terbaru Voice of Baceprot
ShowBiz
Pesan Kuat Sarat Makna Tertuang dalam Video Musik Terbaru Voice of Baceprot

Voice of Baceprot mempersembahkan sebuah video musik dari single teranyarnya.

Mengenal Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia
Fun
Mengenal Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia

Dikenal sebagai Bapak Pramuka Dunia sejak 1920.

Buku Otobiografi Ronnie James Dio Rilis Juli 2021
ShowBiz
Buku Otobiografi Ronnie James Dio Rilis Juli 2021

Buku Rainbow in the Dark bercerita tentang kehidupan hingga karier Ronnie James Dio dan dijadwalkan rilis pada 27 Juli 2021

'Rojali', Tetap Nongkrong Walau Dompet Kopong
Fun
'Rojali', Tetap Nongkrong Walau Dompet Kopong

Rojali tetap nongkrong di segala kondisi.

Jual Buah Pakai TikTok, Petani ini Cuan Maksimal
Hiburan & Gaya Hidup
Jual Buah Pakai TikTok, Petani ini Cuan Maksimal

Seorang petani sukses meraih pendapatan lebih dari Rp 600 miliar dari berjualan buah lewat TikTok versi Tiongkok, Douyin

4 Gaun Pengantin yang Tren di 2021
Fashion
4 Gaun Pengantin yang Tren di 2021

Ekspresikan diri lewat gaun pengantinmu

Penyebar Informasi Salah di Twitter Didakwa 10 Tahun Penjara
Fun
Penyebar Informasi Salah di Twitter Didakwa 10 Tahun Penjara

Tidak boleh sembarangan membagi informasi di Twitter.

RAN Rilis Single Baru di Penghujung 2020
ShowBiz
RAN Rilis Single Baru di Penghujung 2020

Single ini dikerjakan selama pandemi COVID-19 dan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bikin Naik Darah, 4 Drakor ini Malah Seru untuk Ditonton
ShowBiz
Bikin Naik Darah, 4 Drakor ini Malah Seru untuk Ditonton

Siap menjadi drakor gibahan dengan tetangga

Bioskop Tiongkok Tidak Tayangkan ‘Eternals’ dan ‘Shang-Chi’?
ShowBiz
Bioskop Tiongkok Tidak Tayangkan ‘Eternals’ dan ‘Shang-Chi’?

Ada sesuatu tentang Eternals dan Shang-Chi yang meresahkan para pejabat Tiongkok.