FSPPB Protes Harga Tiket Pesawat Meroket Gegara Avtur Naik Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai antre untuk terbang di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/2). (Antara Foto/Lucky R)

MerahPutih.com - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memprotes pernyataan yang mengaitkan tingginya harga tiket pesawat domestik disebabkan mahalnya harga bahan bakar avtur.

Protes itu sekaligus menyanggah pernyataan Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Ari Akshara yang mengatakan, maskapai nasional dalam kondisi yang sulit.

Sehingga terpaksa menaikan harga tiket untuk menutupi biaya operasional yang kian melonjak karena harga bahan bakar avtur terus naik.

Terkait pernyataan itu, FSPPB juga langsung mengirimkan somasi dengan nomor : 082/SCO_Somasi/I/2019, tanggal 24 Januari 2019.

Surat itu ditembuskan pula kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Berbagai hal bisa terjadi kalau tiket pesawat tetap mahal. (foto: pixabay/StockSnap)
Berbagai hal bisa terjadi kalau tiket pesawat tetap mahal. (foto: pixabay/StockSnap)

"Kami sudah mengirimkan surat Somasi kepada INACA atas pernyataan itu," kata Janses E Sihaloho, Kuasa Hukum FSPPB, melalui keterangan persnya, Sabtu (26/1).

Dikatakan Janses, pihaknya sebagai pihak yang menerima kuasa dari FSPPB memberikan peringatan atas pernyataan itu.

Meski demikian, dalam waktu yang telah ditentukan INACA harus segera mengklarifikasinya dengan bentuk menarik pernyataan serta meminta maaf kepada publik.

"Harus mengklarifikasi, meminta maaf kepada publik karena telah menyebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan," imbuhnya.

Selanjutnya, kata Janses, FSPPB pun mendesak agar Menhub Budi Karya Sumadi turun tangan meluruskan isu mahalnya avtur Pertamina yang disebutkan INACA menjadi penyebab naiknya harga tiket pesawat.

"FSPPB juga meminta kepada KPPU agar melakukan pemeriksaan terkait adanya indikasi persaingan usaha atas isu tersebut," tandasnya.

Sebagaimana telah diberitakan, Menteri Budi Karya mempersilakan KPPU memeriksa dugaan kartel soal kenaikan tiket pesawat.

Menurut Budi Karya, pernyataan tersebut muncul menyusul polemik soal tarif tiket penerbangan yang menimbulkan dugaaan praktik kartel antara sesama perusahaan penerbangan.

Aroma dugaan kartel itu terindikasi dari beberapa hal, mulai dari kebijakan kenaikan dan penurunan tarif pesawat yang dilakukan secara bersama-sama oleh para maskapai.


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4