FSGI Usulkan Pemprov DKI Bangun Lagi Sekolah Negeri Massa aksi membentangkan poster berisi protes dalam demo tolak PPDB 2020 DKI Jakarta di Taman Ekspresi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Proses seleksi pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di DKI Jakarta banyak dikeluhkan lantaran lebih mengutamakan kriteri usia dibandingkan prestasi dan zonasi.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pun mempunyai sejumlah usulan bagi Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) DKI agar polemik seleksi PPDB DKI tak lagi terjadi di tahun-tahun ke depan. Salah satunya pemerintah disarankan untuk menambah jumlah kelas di satu sekolah negeri.

Baca Juga:

Disdik DKI Tambah Kursi PPDB Jalur Zonasi Bina RW

Alasannya agar calon siswa bisa tertampung lebih banyak lagi di sekolah negeri.

Lanjut Wakil Sekretaris Jendera FSGI Satriwan Salim, pemerintah juga harus membangun lagi sekolah negeri di ibu kota Jakarta di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Membangun sekolah negeri yang baru khususnya SMA dan SMK adalah solusi terbaik," kata Satriwan Salim di Jakarta, Minggu (5/7).

Massa aksi membentangkan poster berisi protes dalam demo tolak PPDB 2020 DKI Jakarta di Taman Ekspresi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Massa aksi membentangkan poster berisi protes dalam demo tolak PPDB 2020 DKI Jakarta di Taman Ekspresi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Penambahan sekolah negeri di tingkat SMA diminta FSGI karena sudah sekitar lima tahun Pemda DKI tidak membangun sekolah di Jakarta.

"Dalam 5 tahun terakhir DKI memang tidak membangun SMA negeri yang baru," jelasnya.

Baca Juga:

Ombudsman Jakarta Sebut PPDB DKI Pakai Usia Tak Langgar Aturan

Satriwan juga menyoroti kebijakan Pemprov DKI yang menambahkan kapasitas calon siswa ke sekolah negeri dengan membuat Jalur Zonasi Bina RW Sekolah.

Menurut dia, kebijakan itu justru menjadi masalah baru. Tak semua RW memiliki sekolah negeri, khususnya SMP dan SMA.

"Kecuali taman bermain, memang banyak," tutup dia. (Asp)

Baca Juga:

DPR Tegaskan Kuota Zonasi dan Usia di PPDB Tak Sesuai Permendikbud

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh
Indonesia
KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh

Edhy mengaku membutuhkan dukungan moral

Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota
Indonesia
Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota

"Event mendapatkan dukungan langsung dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ini merupakan event kontes ikan cupang pertama yang disupport langsung (Gibran)," katanya.

Pasien COVID-19 Melonjak, Anies Sebut Kebutuhan Oksigen Naik 3 Kali Lipat
Indonesia
Pasien COVID-19 Melonjak, Anies Sebut Kebutuhan Oksigen Naik 3 Kali Lipat

Kenaikan kasus di ibu kota menyebabkan pasien COVID-19 membludak di rumah sakit.

Jangan Kucilkan Penderita COVID-19
Indonesia
Jangan Kucilkan Penderita COVID-19

"Jika di sekitar kita ada yang terkena positif, tidak perlu dikucilkan dan cepat diberitahukan kepada gugus tugas desa atau kelurahan maupun Puskesmas setempat supaya bisa dilakukan pelacakan kontak warga yang dinyatakan positif tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Laut Banda
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Laut Banda

Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

AS Minta Syarat ke Jokowi Untuk Investasi di Indonesia
Indonesia
AS Minta Syarat ke Jokowi Untuk Investasi di Indonesia

Pompeo menegaskan pentingnya kerja sama kedua negara untuk dapat mengejar pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan hukum internasional dan prinsip persaingan yang sehat.

Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo
Indonesia
Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan blusukan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (19/7).

Antisipasi Jadi Klaster COVID-19, Pengungsi Banjir Bekasi Bakal Dites Swab
Indonesia
Antisipasi Jadi Klaster COVID-19, Pengungsi Banjir Bekasi Bakal Dites Swab

"Prinsip bagi yang bergejala kita lakukan intervensi kuratif, kita testing dan tracing agar tidak meluas kalau ada," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran

Jenguk Demonstran, Anggota DPR Adian Napitupulu Sambangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Jenguk Demonstran, Anggota DPR Adian Napitupulu Sambangi Polda Metro Jaya

Ratusan orang terkait demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) kemarin.

Syahganda Nainggolan Cs Diborgol Dinilai Tak Etis
Indonesia
Syahganda Nainggolan Cs Diborgol Dinilai Tak Etis

Langkah Bareskrim Polri menampilkan Syahganda Nainggolan cs dengan baju tahanan terkesan kurang etis.