FSGI Nilai Pesan Mendikbud Nadiem Bias dan Paradoksal Sekjen FSGI Heru Purnomo (Foto: net)

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengkritik pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam rangka perayaan Hari Guru Nasional.

"Kami melihat pesan Pak Mendikbud dalam pidato Hari Guru Nasional (HGN) itu sifatnya bias dan paradoksal. Di satu sisi, pada halaman pertama poin satu hingga delapan, Pak Menteri memuji, melihat, dan mengakui guru terbelenggu. Sisi lain, pada halaman dua, Pak Menteri menginginkan perubahan dari guru," kata Heru di Jakarta, Minggu (24/11)

Baca Juga

Pesan Ombudsman untuk Mendikbud Nadiem Makarim

Lanjut Heru, pihaknya meminta kepada mantan CEO Gojek untuk mengeluarkan kebijakan terkait dengan perubahan tata kelola guru. Hal ini agar ada regulasi yang mengatur hal itu. Perubahan dari guru jika tidak didukung dengan payung hukum yang dikeluarkan Kemendikbud, maka tidak akan berjalan dengan baik.

Mendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10). Humas Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10). Humas Kemendikbud

"Kami sebagai pengurus FSGI berharap Pak Menteri mengeluarkan regulasi dan perubahan untuk menuju perubahan itu. Sehingga perubahan itu bisa dari atas ke bawah dan bawah menuju ke atas," ujarnya dilansir Antara.

Dalam salinan pidato HGN yang sudah tersebar di media sosial, Mendikbud Nadiem Makarim mengajak guru melakukan perubahan di ruang kelas.

Baca Juga

Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Warganet Imajinasikan Hal 'Gila'

Guru, kata dia, selama ini terbelengu dengan aturan administrasi sehingga sulit mengenali potensi siswa yang berbeda-beda.

"Tugas kementerian dalam menyinkronkan pemerintah daerah dan pusat, karena bagaimana pun guru patuh pada atasan mereka, yang mana adalah kepala daerah," ucapnya

Heru mengakui bahwa selama ini memang tugas administrasi cukup menyita waktu mereka. Contohnya, kata dia, dalam pembuatan perencanaan pembelajaran beserta evaluasi, yang mana dinilai cukup tebal.

Baca Juga

Diragukan Duduk di Kursi Mendikbud, Nadiem: Waktu yang Menjawab

"Waktu guru tersita, sehingga sulit mengenali potensi anak didiknya," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MAKI Desak Kejagung Pecat Jaksa Pinangki
Indonesia
MAKI Desak Kejagung Pecat Jaksa Pinangki

Pinangki bersama Anita Kolopaking mengendarai pesawat Garuda GA 820 jurusan Jakarta Kuala Lumpur keberangkatan jam 08.20 WIB.

 Pemerintah Bantah RUU Cilaka Akan Persulit Hidup Kaum Pekerja
Indonesia
Pemerintah Bantah RUU Cilaka Akan Persulit Hidup Kaum Pekerja

Ida menambahkan, pihaknya punya tim sosialisasi yang modelnya tripartit, yaitu pemerintah, pekerja dan buruh. Tim ini di samping melakukan sosialisasi, juga membahas soal substansi.

BNPT Ingatkan Modus Baru Teroris
Indonesia
BNPT Ingatkan Modus Baru Teroris

Kepala BNPT Suhardi Alius menyebut para teroris itu mulai hati-hati dalam bergerak.

Pemerintah Waspadai Penyebaran Virus Corona Melalui Transmisi Lokal
Indonesia
Pemerintah Waspadai Penyebaran Virus Corona Melalui Transmisi Lokal

pemerintah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan perilaku pola hidup bersih dan sehat.

Sindiran Surya Paloh Dianggap Sinyal Laten Perang Dingin Poros NasDem Vs PDIP
Indonesia
Sindiran Surya Paloh Dianggap Sinyal Laten Perang Dingin Poros NasDem Vs PDIP

PDIP kelihatan lebih diterima oleh mitra koalisi lainnya

Peringatan Haornas, Kemenpora Beri Penghargaan Puluhan Atlet dan Pelatih NPC
Indonesia
Peringatan Haornas, Kemenpora Beri Penghargaan Puluhan Atlet dan Pelatih NPC

Penghargaam diberikan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 pada tanggal 18 September di Solo, Jawa Tengah.

Pengamat Nilai Surya Paloh Main Politik Dua Muka
Indonesia
Pengamat Nilai Surya Paloh Main Politik Dua Muka

Paloh, kata Satyo, memiliki dasar kuat untuk melakukan manuver politik

Polisi Cari Harun Masiku Sampai ke Tongkrongannya, Seperti Apa Hasilnya?
Indonesia
Polisi Cari Harun Masiku Sampai ke Tongkrongannya, Seperti Apa Hasilnya?

Polri turut membantu KPK memburu Harun Masiku

Update COVID-19 Jumat (17/7): 83.130 Positif, 41.834 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (17/7): 83.130 Positif, 41.834 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.462 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Anies Segera Evaluasi Proyek Mangkrak Enam Gubernur Terdahulunya
Indonesia
Anies Segera Evaluasi Proyek Mangkrak Enam Gubernur Terdahulunya

Pemprov DKI menyadari bahwa hal tersebut tidak mudah