FSGI Minta Pemerintah Lindungi Guru di Tengah Pandemi COVID-19 Ilustrasi guru. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat bahwa sudah ada puluhan guru yang meninggal akibat terpapar virus corona atau COVID-19.

“FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020 sudah ada 42 guru dan 2 pegawai tata usaha sekolah yang meninggal karena COVID-19,” ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca Juga

Pemkot Tangerang Fasilitasi Internet Gratis Untuk Siswa Belajar Daring

Heru menuturkan, sebelum pandemi COVID-19 terjadi, Indonesia masih kekurangan pengajar. Karena itulah, jika guru tidak mendapatkan perlindungan maka jumlahnya akan terus berkurang.

“Padahal, sebelum pandemi saja kita sudah kekurangan guru. Kalau para guru tidak dilindungi, potensi penularan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan akan tinggi jika sekolah dibuka pemerintah daerah tanpa ada persiapan yang matang,” ucapnya.

Sejumlah guru MI Muhammadiyah Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang memakai masker yang diperoleh melalui Program Gerakan Satu Juta Masker Kemendikbud. (ANTARA/HO-PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang)
Sejumlah guru MI Muhammadiyah Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang memakai masker yang diperoleh melalui Program Gerakan Satu Juta Masker Kemendikbud. (ANTARA/HO-PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang)

Dia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, guru-guru yang tertular COVID-19 ini sebagian ada yang melakukan kegiatan di sekolah baik yang melaksanakan pembelajaran daring maupun tatap muka ataupun sekadar piket.

Ia pun mempertanyakan pembelajaran daring harus dilakukan di sekolah, namun ternyata sebagian Pemda mewajibkan guru tetap hadir ke sekolah setiap harinya untuk absen sidik jari.

FSGI menilai bahwa Pemda sangat kaku memandang beban kerja guru sebagaimana yang diatur pada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 untuk memenuhi ketentuan 37,5 jam kerja efektif maupun 24 jam tatap muka.

Baca Juga

Hari ini, Pekerja dan Guru Honor Mulai Dapat Tambahan Rp600 Ribu Dari Negara

Padahal, pemerintah melalui Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 58 Tahun 2020 telah memberikan kelonggaran bagi ASN untuk melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja melalui pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office) maupun pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (work from home) sesuai jenis pekerjaannya,” tuturnya. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hasrat Lahirnya Partai Emas Terkuak di Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Hasrat Lahirnya Partai Emas Terkuak di Hari Ulang Tahun Jokowi

Wanita Emas memilih gambar kepala macan untuk lambang Partai Emas.

Polisi Selidiki Asal Bom Granat yang Meledak di Monas
Indonesia
Polisi Selidiki Asal Bom Granat yang Meledak di Monas

Gatot enggan berspekulasi lebih jauh soal granat asap tersebut

Pemerintah Diminta Tegas, Beri Efek Jera ke Pelanggar PSBB
Indonesia
Pemerintah Diminta Tegas, Beri Efek Jera ke Pelanggar PSBB

Masyarakat menuntut pemerintah agar serius menjalankan PSBB dan Indonesia selesai dari wabah COVID-19

37 Perwira Polri Naik Pangkat, Ketua KPK Terpilih Firli Jadi Bintang Tiga
Indonesia
37 Perwira Polri Naik Pangkat, Ketua KPK Terpilih Firli Jadi Bintang Tiga

Kapolri Jenderal Idham Azis menaikkan pangkat 37 perwira Polri

Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Sudah Periksa Lebih dari 100 Saksi
Indonesia
Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Sudah Periksa Lebih dari 100 Saksi

Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan telah terbakar pada Sabtu (22/8)

 Merebaknya Virus Corona, Penyelenggara Ingin Formula E Terus Berjalan
Indonesia
Merebaknya Virus Corona, Penyelenggara Ingin Formula E Terus Berjalan

Sebab hingga kini, kata Hilbram, belum ada keputusan apapun dari Gubernur Anies Baswedan terutama untuk menghentikan mobil balap bertaraf internasional itu di Jakarta.

Jam Kerja ASN Resmi Dibagi 2 Jadwal, Perempuan Masuk Pagi
Indonesia
Jam Kerja ASN Resmi Dibagi 2 Jadwal, Perempuan Masuk Pagi

Jadwal baru kerja PNS mulai berlaku Senin 15 Juni 2020

Pemerintah Rahasiakan Langkah Aparat Jika Terjadi Kerusuhan Saat HUT OPM
Indonesia
Kasus Corona Indonesia Tembus 95 Ribu
Indonesia
Kasus Corona Indonesia Tembus 95 Ribu

Total kasus positif menjadi 95.418 kasus, sembuh 53.945 kasus, meninggal 4.665 kasus.

Pemerintah akan Bentuk Provinsi di Lokasi Ibu Kota Baru
Indonesia
Pemerintah akan Bentuk Provinsi di Lokasi Ibu Kota Baru

Di dalam lahan provinsi baru akan ada kawasan pemerintahan terbatas seluas 56.000 hektare