FSGI: Kekerasan di Dunia Pendidikan Semakin Masif dan Mengerikan Pembina FSGI Retno Listyarti. Foto: KPAI

MerahPutih.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) membeberkan sejumlah bentuk kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan melibatkan murid, oknum guru hingga orang tua murid.

Berdasarkan rilis catatan akhir tahun 2017, tingkat kekerasan di lingkungan sekolah dan luar sekolah disebut semakin massif dan mengerikan.

"Di Sukabumi, siswa kelas 3 SD yang bernama SR (9 tahun) tewas setelah terlibat perkelahian dengan temannya di belakang sekolah," kata Pembina FSGI Retno Listyarti melalui keterangan persnya, Selasa (26/12).

Meski berdasarkan hasil otopsi, kematian SR bukan disebabkan oleh pukulan temannya, akan tetapi pukulan tersebut mengakibatkan SR terjatuh dan pingsan.

"Karena SR memiliki sakit bawaan berupa pengentalan darah, maka posisi jatuh tersebut mengakibatkan darah yang kental tidak bisa mengalir secara lancar," ungkap dia.

Selanjutnya, kata Komisioner KPAI ini, peristiwa yang melibatkan oknum guru yang terjadi di Lombok Barat.

"Pernah menerima laporan terkait kasus pemukulan terhadap sejumlah siswa yang kerap dilakukan oleh seorang oknum guru. Bahkan, kekerasan tersebut diam-diam ada yang merekam dan menjadi barang bukti," ujarnya.

Uniknya, guru tersebut justru menjadi “andalan” kepala sekolah dalam menertibkan para siswa. Kepala Sekolah justru sangat menaruh hormat dan kebanggan terhadap guru tersebut.

Lebih lanjut, sambung dia, beberapa video kekerasan di sekolah juga sempat viral di media sosial, karena ada yang mengunggah.

"Misalnya video dari salah satu daerah terpencil di Maluku, video yang beredar tersebut memperlihatkan empat siswi sedang ditampar oleh seorang guru yang juga perempuan. Atau video kekerasan pemukulan terhadap seorang siswa yang cukup sadis di salah satu sekolah di Pontianak yang dilakukan di dalam kelas," imbuhnya.

Di luar sekolah, melibatkan siswa junior, siswa senior dan alumni juga terjadi beberapa peristiwa adu tarung gladiator, bahkan mengakibatkan korban tewas.

"Misalnya, kasus gladiator Bogor yang melibatkan siswa dan alumni dari SMA Budi Mulia dan SMA Mardiyuana menewaskan Hilarius."

"Kasus serupa juga terjadi di kota Sukabumi yang melibatkan SMP 6 dan SMP Muhamadiyah kota Sukabumi, meskipun tidak ada korban meninggal, namun video tarung gladiator yang beredar di media sosial sangat mengerikan," ucap Retno.

Bahkan yag terakhir, terjadi di Rumpin, Kabupaten Bogor yang menewaskan MRS karena luka bacok dan mengakibatkan korban kehabisan darah.

Sejumlah kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswanya juga terjadi di beberapa sekolah, misalnya kasus siswa di sebuah sekolah di Tangerang yang di hukum push-up kemudian ditendang oleh oknum guru di dalam kelas.

Ada juga video oknum guru SD menjewer telinga siswanya hingga memerah dan sang murid nampak kesakitan. Dalam video lain, ada oknum guru yang menampar siswanya satu persatu setelah memeriksa buku hasil kerja siswanya.

"Ini membuktikan masih marak aksi kekerasan dan cenderung sadis terjadi di dunia pendidikan," tutupnya. (Fdi)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH