berita-singlepost-banner-1
Freeport Gelontorkan Dana Awal Rp8 Triliun untuk Smelter Terbesar di Dunia Lokasi penambangan tembaga PT. Freeport Indonesia di Timika, Papua. (ist)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - PT Freeport Indonesia akan merogoh kocek sebesar 600 juta dolar AS (Rp8,2 triliun), hanya untuk tahap awal, untuk membangun smelter terbesar di dunia pada tahun 2020.

"Tahun ini 600 juta dolar AS belanja dan tahun depan 1 miliar dolar AS. Jadi tahun ini dan tahun depan besar," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas usai RDPU di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (19/2), dikutip Antara.

Baca Juga:

Polisi Temukan Spot KKB Pimpinan Joni Botak Saat Tembaki Bus Freeport

Smelter tersebut ditargetkan mulai konstruksi pada Agustus 2020. Saat ini, kata dia, masih dalam proses pemadatan tanah, mengingat lahan pembangunan smelter di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur merupakan bekas tambak atau memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

Komisi VII DPR dalam RDPU dengan PT Freeport Indonesia di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (19/2/2020) membahas perkembangan pascadivestasi. ANTARA/Afut Syafril
Komisi VII DPR dalam RDPU dengan PT Freeport Indonesia di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (19/2/2020) membahas perkembangan pascadivestasi. ANTARA/Afut Syafril

Total investasi biaya pembangunan smelter tersebut nyaris mencapai 3 miliar dolar AS, dengan dana pinjaman dari bank luar negeri dan dalam negeri. Sudah sebanyak 15 bank menyatakan dukungan atas proyek tersebut dengan Freeport akan menjaminkan aset perusahaan.

Pembangunan smelter tersebut ditargetkan selesai pada 2023 dan akan mampu memproses hingga dua juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Baca Juga:

Polisi Harap Kendaraan yang Melintas Jalan Tambang Freeport Dipasang 'Armor'

Kapasitas lainnya adalah berfungsi untuk pemurnian lumpur anoda. Dari kapasitas tampungan 2 juta konsentrat tembaga maka akan menghasilkan 500-600 ribu ton katoda tembaga. Sedangkan dari lumpur anoda sendiri diperkirakan mampu menghasilkan sebanyak 40 ton emas per tahun.

Untuk konsumsi emas dalam negeri sendiri mencapai 10 ton emas. Sedangkan sisanya akan di ekspor. Kemudian turunannya adalah 240 ton logam perak yang dapat diproduksi juga oleh smelter di Gresik itu nantinya. (*)

Baca Juga:

Freeport Ala Cita-Cita Bung Karno


berita-singlepost-mobile-banner-3

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6