Freddy Numberi Ingatkan Masyarakat Papua Jangan Terprovokasi Dokumentasi Mantan Menteri Perhubungan, Freddy Numberi. ANTARA/Zuhdiar Laeis

MerahPutih.com - Mantan Menteri Perhubungan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Freddy Numberi, mengingatkan masyarakat Papua mewaspadai provokasi.

Imbauan itu menyusul penganiayaan seorang warga di Merauke, Papua oleh oknum anggota TNI AU.

"Jangan mau diprovokasi karena peristiwa ini," kata Numberi, kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:

Keberagaman Mempererat Masyarakat Papua

Ia berharap masyarakat di Bumi Cenderawasih tetap bisa menjaga suasana kondusif dan tidak terpancing provokasi yang bisa merusak situasi keamanan dan ketertiban.

Di satu sisi, Numberi yang juga pernah menjadi gubernur Papua dan juga purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir laksamana madya TNI itu mengakui peristiwa itu sangat menggugah karena korban adalah penyandang disabilitas.

Ke depan, prajurit TNI diharapkan bisa jadi pelindung masyarakat bukan justru sebaliknya sebagaimana insiden yang terjadi beberapa waktu lalu. Kendati demikian, ia percaya institusi TNI bisa menyelesaikan masalah ini secara hukum. "Panglima TNI sudah menangani langsung isu itu dan orangnya pasti dihukum," kata dia, seperti dikutip Antara.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay @Clker-Free-Vector-Images)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay @Clker-Free-Vector-Images)

Senada dengan itu, Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi MPR untuk Papua Yorrys Raweyai berharap peristiwa itu tidak menjadi isu liar dan berkembang di luar konteks.

Masyarakat, kata dia, perlu menjaga suasana stabilitas dan kondusif termasuk di wilayah Papua yang saat ini sedang mengalami eskalasi isu dan persoalan yang meninggi akibat situasi sosial dan politik yang berkembang.

Raweyai yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Papua mengaku prihatin dengan peristiwa yang terjadi karena kecerobohan dua orang oknum militer itu.

Baca Juga:

PBNU Kecam Tindakan Kasar Oknum Aparat terhadap Warga Disabilitas di Papua

Pada lain sisi, ia mengapresiasi sikap tegas dan tanggap yang ditunjukkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, merespons peristiwa itu termasuk permintaan maaf dari Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menurut Raweyai, peristiwa itu menjadi pembelajaran bahwa setiap warga negara harus memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum. Bukan hanya warga Merauke, tapi setiap warga negara. "Bukan hanya aparat, masyarakat sipil pun demikian," katanya. (*)

Baca Juga:

Fadli Zon Minta Oknum TNI AU Penganiaya Warga Papua Dipecat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bupati Sleman Instruksikan Warga Seminggu di Rumah Saja
Indonesia
Bupati Sleman Instruksikan Warga Seminggu di Rumah Saja

Melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia membuat Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengeluarkan surat edaran instruksi agar warga tetap di rumah saja selama seminggu

SKB 3 Menteri soal Seragam Langkah Penting Jaga Kebebasan Beragama dan Beribadah
Indonesia
SKB 3 Menteri soal Seragam Langkah Penting Jaga Kebebasan Beragama dan Beribadah

Amnesty International menyambut baik Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang menyatakan pemerintah daerah dan sekolah negeri tidak boleh mewajibkan atau pun melarang seragam atau atribut dengan kekhususan agama sebagai langkah penting untuk menjaga kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia.

Masukan Tokoh Agama Diharap Jadi Pintu Masuk Evaluasi Permendikbudristek 30/2021
Indonesia
Masukan Tokoh Agama Diharap Jadi Pintu Masuk Evaluasi Permendikbudristek 30/2021

Kearifan dan kebijakan dari ulama serta tokoh agama benar-benar harus diambil

Datangi Gedung DPRD Jawa Timur, Massa Injak-Injak Bendera Israel
Indonesia
Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tidak Dibenarkan Agama
Indonesia
Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tidak Dibenarkan Agama

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagainya.

Firli Perintahkan Anak Buah Ungkap Penyebar Sprindik Palsu Erick Thohir
Indonesia
Firli Perintahkan Anak Buah Ungkap Penyebar Sprindik Palsu Erick Thohir

"Deputi penindakan saya perintahkan untuk ungkap siapa pelakunya," tegas Ketua KPK Firli.

32 PNS Jabar Positif Gegara dari Jakarta, Begini Jawaban Wagub DKI
Indonesia
32 PNS Jabar Positif Gegara dari Jakarta, Begini Jawaban Wagub DKI

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, bisa saja puluhan jajaran Pemprov Jabar yang dinyatakan positif COVID-19 corona justru membawa virus ke ibu kota.

Paham Radikal Bisa Serang Siapa Saja
Indonesia
Paham Radikal Bisa Serang Siapa Saja

Proses penangkapan jaringan sangat penting

Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua dan Papua Barat
Indonesia
Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua dan Papua Barat

Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Perbatasan di Papua

Jokowi Akui Perkembangan Kasus COVID-19 di Indonesia Sulit Diduga
Indonesia
Jokowi Akui Perkembangan Kasus COVID-19 di Indonesia Sulit Diduga

Jokowi juga menghubungi sejumlah negara untuk melakukan modifikasi metode penanganan COVID-19