FPI Tegaskan Ijtima Ulama ke-4 Ujudnya Perjuangan dan Tuntutan SP3 Kasus Rizieq Shihab Jubir FPI Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

MerahPutih.Com - Front Pembela Islam (FPI) sebagai salah satu inisiator Ijtima Ulama ke-4 menggarisbawahi pelaksanaan ijtima tersebut untuk menebalkan semangat perjuangan dan tata nilai antidiskriminasi, anti kecurangan dan anti kezaliman.

“Sejak awal para ulama ingin memperjuangkan keadilan dan kesamaan, kepada yang lemah kita bantu dan kuat kita persilahkan untuk berusaha sendiri di semua bidang,” kata Munarman dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (15/7).

Baca Juga: Kemendagri Buka-bukaan Alasan Belum Perpanjang Izin Ormas FPI

Lebih lanjut Munarman menegaskan sejak awal para ulama memperjuangkan tentang tata nilai, bukan terfokus atau bukan terseret dalam politik praktis perebutan kekuasaan.

Juru Bicara FPI Munarman
Juru Bicara FPI Munarman meminta agar semua kasus Rizieq Shihab dihentikan (Foto: Antara)

Dia menjelaskan mengapa para ulama sebelumnya ikut terlibat dalam kompetisi pemilu karena saat itu beranggapan adanya kandidat dalam kontestasi pemilu yang dapat menyalurkan aspirasi tegaknya keadilan tersebut.

“Kenapa para ulama memperjuangkan keadilan, karena dalam sudut pandang mereka, umat Islam lah yang menderita, akibat ketidakadilan itu,” tegas Munarman.

Munarman mengatakan Ijtima Ulama keempat untuk melakukan konsolidasi di kalangan ulama karena sejak awal pelaksanaan ijtima dan pengambilan keputusan dari berbagai bidang salah satunya bidang politik.

“Karena bidang politik yang saat ini sangat seksi, makanya akan lebih banyak menarik perhatian. waktu itu momentumnya bertepatan dengan pemilu khususnya pilpres,” jelas Munarman.

Munarman sebagaimana dilansir Antara menegaskan dalam Ijtima Ulama, pihaknya ingin melakukan evaluasi terkait seluruh keputusan yang sudah dilakukan serta sejauh mana perkembangan untuk pelaksanaan apa yang telah diputuskan selama ini.

Pada kesempatan yang sama Munarman juga menegaskan semua perkara yang menjerat imam besar FPI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka telah selesai atau sudah mendapatkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3).

Imam Besar FPI Rizieq Shihab
Imam Besar FPI Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)

"Jangan ada pihak-pihak lain atau provokator yang menyatakan pulang saja, nanti ditangkap atau berurusan dengan hukum," tegas Munarman.

Baca Juga: Kerusuhan Depan Bawaslu, Ketua Pembina FPI: Tindakan Aparat Kepolisian Sudah di Luar Nalar

Munarman menjelaskan sejak lama pihaknya berjuangan dan menginginkan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia, bahkan sebelum pelaksanaan Ijtima Ulama pertama.

"Habib Rizieq bukan tidak mau pulang, tetapi Habib tidak bisa pulang karena terhalang akibat pencekalan keluar dari wilayah Saudi atas permintaan pihak kita disini," ucap Munarman, menegaskan.

Munarman mengatakan dirinya sudah beberapa kali menemui Habib Rizieq dan diperlihatkan beberapa dokumen hingga cerita wawancara Habib Rizieq dengan otoritas Saudi, bahwa Rizieq tidak bisa pulang.

"Habib mau keluar tidak bisa, tidak tahu alasannya, pokoknya ada permintaan tidak bisa keluar. Itu salah satu bentuk yang kita sebut ketidakadilan atau kezaliman," tutup Munarman.(*)

Baca Juga: FPI Terancam Tak Diperpanjang, Rizieq Shihab Serahkan Kepada Tim Hukum



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH