FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor Ketua Umum FPI Sobri Lubis serukan koruptor dipotong tangannya (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis mengusulkan hukuman berat untuk para koruptor.

Sobri saat memberikan orasi aksi ‘Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI’ di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/2).

Baca Juga:

Harun Masiku Masih Buron, Massa 212: Apakah Ada yang Lindungi?

Sobri saat menjadi orator di Aksi 212 mengajak massa untuk mengusulkan kepada DPR supaya membentuk undang-undang pemberantasan korupsi yaitu hukuman potong tangan dan leher.

Aksi massa FPI dan PA 212 di Jakarta minta koruptor dipotong tangannya
Massa FPI dan PA 212 menggelar aksi pemberantasan korupsi di Jakarta (MP/Kanu)

"Kita rame-rame ngusulin ke DPR buat undang-undang pemberantasan korupsi,"kata Sobri di Jakarta, Jumat (21/2).

Sobri mengatakan para koruptor dipenjara mendapatkan fasilitas dan diberi makan. Dia kemudian membandingkan dengan rakyat miskin yang hidup susah.

"Orang miskin di kampung-kampung, yang mempertahankan kemerdekaan dirinya, dia tak mau mencuri, dia tak mau merampok, korupsi, untuk menjaga kehormatan dirinya, nggak pernah dikasih makan ama negara, Betul? Betul? Ee bajingan negara koruptor dikasih makan negara 3 kali sehari. Gila tidak? Bertahun-tahaun, 10 tahun," imbuhnya.

Sobri mengatakan, sudah saatnya koruptor dihukum tegas.

Baca Juga:

Jangan Sampai Kena Macet! Ini Pengalihan Lalu Lintas Saat Aksi 212

"Oleh karena itu saya ingatkan di sini setuju nggak kira-kira kalau rakyat Indoneisa ganti hukumnya sekarang kita pakai hukum potong tangan aja," pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan massa elemen Islam yang berunjuk rasa menentang kasus korupsi yang mangkrak diselesaikan. Namun, mereka tidak bisa mendekat Isatana Negara karena Polisi memblokir jalan dengan kawat berduri di Depan Gedung Parisiwsata dan Ekonomi pada Jumat (21/2).(Knu)

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Terjunkan Ribuan Personel Amankan Demo FPI dan PA 212

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi
Indonesia
Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi

PNS berinisial FTD ditilang karena menerobos jalur bus TransJakarta di Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur.

 Laode M Syarif Prediksi KPK Tak Lagi Bertaji
Indonesia
Laode M Syarif Prediksi KPK Tak Lagi Bertaji

"Prediksi saya, akan makin banyak korupsi terjadi, karena tidak akan ada lagi ketakutan untuk melakukan korupsi dan insya allah itu tidak terjadi," kata Laode

Polisi Imbau Pendaki Pemula Jangan Mendaki Dulu Gunung Lawu
Indonesia
Polisi Imbau Pendaki Pemula Jangan Mendaki Dulu Gunung Lawu

Apalagi mengajak anak-anak akan membahayakan mereka

Terduga Teroris yang Dicokok di Surabaya 'Dibaiat' di Dalam Lapas
Indonesia
Terduga Teroris yang Dicokok di Surabaya 'Dibaiat' di Dalam Lapas

Ada sebuah penularan paham radikal yang diterima oleh AH

DPR Minta Rencana Pembahasan Redominasi Rupiah Ditunda
Indonesia
DPR Minta Rencana Pembahasan Redominasi Rupiah Ditunda

Kebijakan ini berpotensi menimbulkan kenaikan harga di sejumlah sektor karena adanya pembulatan harga ke atas secara berlebihan.

Ini Kata Mabes Polri Terkait Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut
Indonesia
Ini Kata Mabes Polri Terkait Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut

Mabes Polri angkat bicara perihal kehebohan paguyuban di Garut, Jawa Barat, yang mengubah lambang Pancasila.

Aturan Larangan Mudik Dirombak Lagi
Indonesia
Aturan Larangan Mudik Dirombak Lagi

Biar adil untuk semua moda kendaraan darat, laut dan udara.

Usai Pandemi, 10 Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan Perusahaan
Indonesia
Usai Pandemi, 10 Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan Perusahaan

Survei Kementerian Ketenagakerjaan ini, dilakukan di 17 sektor usaha, 72 persennya di Pulau Jawa.

Dua Anggota TNI Korban Ledakan Granat di Monas Belum Bisa Diperiksa
Indonesia
Dua Anggota TNI Korban Ledakan Granat di Monas Belum Bisa Diperiksa

Mereka adalah anggota Kogartap 1 Jayakarta, Serma Fajar dan Praka Gunawan