FPI Sebut Penghargaan untuk Diskotek Colloseum Tidak Ada Manfaatnya Ketum FPI Ahmad Shobri Lubis. Foto: Net

MerahPutih.com - Front Pembela Islam (FPI) menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberikan penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 untuk diskotek Colloseum Jakarta.

"Sangat disayangkan Pemprov DKI Jakarta justru terus memberikan izin dan bahkan memberikan penghargaan terhadap industri yang 'maksiat friendly' berkedok pariwisata," kata Ketua Umum FPI Sobri Lubis melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/12).

Baca Juga

FPI Anggap Anies Lukai Perasaan Umat Islam Terkait Penghargaan Diskotek Colosseum

Oleh karenanya, kata dia, Ormas besutan Habib Rizieq Shihab ini berinisiatif untuk memberikan masukan, nasehat dan mengingatkan kepada Gubernur Anies.

"Keputusan itu jelas memberikan pesan yang salah kepada publik, bahwa Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies tidak cukup mampu mengubah secara fundamental kebijakan Pemprov DKI dari "maksiat friendly" kepada kebijakan yang berorientasi pada pembanguna manusia yang beriman dan bertaqwa," jelas dia.

Sebab, menurut Sobri Lubis, kebijakan Anies memberikan penghargaan Diskotek Colloseum yang merupakan tempat hiburan malam Hotel 1001 tak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia karena tempat hiburan merupakan sarang maksiat.

diskotek Colloseum
diskotek Colloseum

"Tempat maksiat berkedok hiburan yaitu diskotek diskotik yang semua orang berfikiran waras pasti tau tidak ada manfaat sama sekali untuk mencapai tujuan pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa," tuturnya.

FPl pun menuntut Gubernur DKI Jakarta untuk mencabut berbagai Izin tempat Hiburan dan kegiatan Hiburan yang telah nyata nyata dijadikan ajang atau memfasilitasi berbagai kemunkaran dan kemaksiatan.

Baca Juga

Anies Berikan Penghargaan untuk Diskotek Colosseum, BNN: Bikin Gaduh

FPI juga meminta pada Anies untuk menyetop memberikan penghargaan kepada diskotek karena keberadaannya dapat merusak iman dan taqwa manusia.

"Anies harus menghentikan pemberian penghargaan kepada tempat tempat hiburan seperti diskotek dan sejenisnya yang tidak ada manfaat sama sekali dalam pencapaian index manusia yang beriman dan bertaqwa," tutup dia.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI memberikan penghargaan kepada tempat hiburan Colloseum Jakarta dalam Anugerah Adikarya Wisata 2019 sebagai nominasi Hiburan dan Rekreasi.

Acara Anugerah Adikarya Wisata 2019 itu diselenggarakan pada (6/12) di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pemberian penghargaan kepada tempat hiburan malam Colloseum sendiri menuai kontroversi di dunia maya setelah akun Twitter @ayudh69 memposting plakat penghargaan kepada Colloseum Jakarta dari Pemprov DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Anies Baswedan.

"Selamat untuk diskotek Colloseum Jakarta mendapat penghargaan Adikarya Wisata dari Gubernur," tulis akun tersebut sembari menandai akun Anies dan memberikan emoticon jempol.

Postingan tersebut menuai banyak komentar pro dan kotra, ada yang mempertanyakan kepada Anies soal wisata halal. "Ini dia yang namanya wisata syariah lan halal," tulis @FPurwatmo

Baca Juga

Kritik Penghargaan untuk Diskotek Colesseum, GNPF: Harusnya Anies Hati-hati

Sementara itu, ketika ditanyakan kepada Plt Disparbud DKI, Alberto Ali mengenai rekomendasi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menutup tiga diskotek karena terbukti ada penyalagunaan narkoba salah satunya Colloseum.

Tapi Alberto enggan menjawab hal tersebut. Ia menyarankan menayakn kepada BNN "Tanya sana dulu (BNN)," singkat dia. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Presiden Maladewa Gayoom Positif COVID-19
Dunia
Mantan Presiden Maladewa Gayoom Positif COVID-19

Mantan Presiden Maladewa Maumoon Abdul Gayoom mengatakan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona (COVID-19).

Belum Ada Kepgub, Dana Bansos di DKI Rawan Dikorupsi
Indonesia
Belum Ada Kepgub, Dana Bansos di DKI Rawan Dikorupsi

Keberadaan kepgub itu penting sebagai legalitas formal dalam penyaluran bansos sembako atau bansos lainnya.

Vaksin COVID-19 Langkah Panjang Eradikasi Kasus
Indonesia
Vaksin COVID-19 Langkah Panjang Eradikasi Kasus

sejauh ini baru ada satu penyakit menular yang telah eradikasi, yakni penyakit cacar (smalpox) yang disebabkan virus variola.

Pertanyakan Status Kewartawanan Edy Mulyadi, Bareskrim Surati Dewan Pers
Indonesia
Pendidikan Berkualitas di Tengah Pandemi Corona Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan
Indonesia
Pendidikan Berkualitas di Tengah Pandemi Corona Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan

Mencapai pendidikan yang berkualitas dan merata untuk semua lapisan masyarakat diprediksi masih menjadi tantangan utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

Maklumat Kapolri Larang Pesta Kembang Api
Indonesia
Maklumat Kapolri Larang Pesta Kembang Api

Maklumat Kapolri yang dikeluarkan 23 Desember 2020, mempertimbangkan penanganan penyebaran COVID-19 secara nasional yang belum sepenuhnya terkendali.

Kebut RUU Ciptaker Saat Reses, DPR Pancing Amarah dan Rasa Curiga Rakyat
Indonesia
Kebut RUU Ciptaker Saat Reses, DPR Pancing Amarah dan Rasa Curiga Rakyat

Wempy menyebut, sangat tidak etis kalau RUU Ciptaker dibahas sementara kasus Djoko Tjandra tidak dibahas.

Polisi Ungkap Penyerang Wakapolres Karanganyar, Eks Napi Kasus Bom Thamrin
Indonesia
Polisi Ungkap Penyerang Wakapolres Karanganyar, Eks Napi Kasus Bom Thamrin

Pelaku diketahui bernama Karyono Widodo warga Madiun, Jawa Timur.

Ini Yang Dilakukan Badan Litbang Kemenperin Kurangi Barang Impor
Indonesia
Ini Yang Dilakukan Badan Litbang Kemenperin Kurangi Barang Impor

Unit-unit litbang di lingkungan Kemenperin telah banyak menghasilkan berbagai inovasi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai industri substitusi impor.

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jokowi Pecat Menkumham Yasonna Laoly
Indonesia
Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jokowi Pecat Menkumham Yasonna Laoly

Koalisi mengkritisi Yasonna yang datang dalam konferensi pers PDIP beberapa waktu lalu.