FPI Minta Doa Masyarakat Indonesia Supaya Rizieq Bisa Pulang Rizieq saat berorasi dalam Aksi 212 jilid II di depan gedung DPR/MPR, Selasa (21/02). (MP/Dery Ridwansah)

Merahputih.com - Front Pembela Islam (FPI) meminta doa dari masyarakat Indonesia agar Imam Besar FPI Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia dalam waktu dekat.

"Kalau kemungkinan pulang, insya Allah. Doain saja. Kita minta doanya kepada masyarakat Indonesia, umat Islam supaya habib bisa dalam waktu dekat pulang," ujar Juru Bicara FPI, Munarman di Jakarta, Selasa (31/12).

Baca Juga:

Agenda Utama Reuni 212: Pulangkan Habib Rizieq hingga Desak Proses Hukum Sukmawati

Ia belum memastikan kapan waktu kepulangan Rizieq ke Tanah Air. Tetapi ia memastikan bahwa rencana Rizieq untuk pulang pasti ada.

Munarman juga menyampaikan bahwa Rizieq saat ini dalam kondisi sehat, seraya meminta masyarakat Indonesia untuk mendoakannya.

Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017 untuk menunaikan ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait kasus 'baladacintarizieq'.

Jubir FPI Munarman. (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Pada Juni 2018, polisi telah menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia.

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Rizieq tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan (overstay).

Solusi dari masalah itu adalah dengan membayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal atau Rp110 juta per orang.

Baca Juga:

Eks Menteri Gus Dur Anggap Reuni 212 Cuma Alat Memelihara Massa Habib Rizieq

Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh pengacara Habib Rizieq bahwa itu bukan kesalahan Rizieq karena habisnya visa Rizieq pada 20 Juli 2018 dan sebelum tanggal 20 Juli 2018, Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku.

Pada milad ke-21 FPI, Rizieq lalu menuding Pemerintah meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019.

Selanjutnya pada 10 Oktober 2019 melalui video Rizieq menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi bakal mencabut pencekalannya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH