'Foodies' Wajib Kunjungi Museum Makanan Ini Foodies, kunjungi museum makanan ini (Foto Pinterest/Christian Lachel)

MUSEUM modern dapat berisi apa saja. Berbeda dengan museum yang memuat koleksi dari zaman lamapu. Museum-museum ini memiliki konsep makanan. Semua yang dipamerkan adalah makanan.

Beragam museum hadir dengan keunikkan konsep dan tema berbeda-beda. Kali ini, merahputih telah merangkum museum bertemakan makanan di beberapa negara dengan pengemasan yang unik.


Baca Juga: Tugu Khatulistiwa Tempat Ajaib


1. CupNoodles Museum, pecinta ramen instan

museum
CupNoodles Museum menyajikan ragam sajian ramen instan (Foto id.japantravel)


Dirancang dengan konsep interaktif bertemakan replika ramen instan ala Jepang menjadi inovasi kekinian yang menghibur masyarakat. Museum CupNoodles ini berada di Yokohama dan Osaka Ikeda. Momofuku Ando selaku pemilik museum sekaligus pendiri Nissin Food Products dan pembuat pertama Chicken Ramen.

Ia mendedikasikan seluruh hidupnya menciptakan ide-ide kreatif terkait makanan. Lebih dari 90 tahun Momofuku mewujudkan pemikiran kreatifnya dengan mendirikan museum ini. Di dalam museum, ia memperkenalkan sejarah ramen instan Jepang. Tak hanya berkeliling melihat-lihat, kamu juga bisa menyentuh, bermain dan makan di museum ini.


2. Wonderfood Museum, replika menu tradisional

museum
Wonderfood Museum memamerkan makanan khas Penang (Foto wonderfly)


Malaysia memiliki museum yang tak kalah menyenangkan. Berdiri museum dengan ide menyajikan replika menu makanan tradisional khas Penang dalam ukuran raksasa dan bervariasi.

Melansir dari Malaysia traveller, museum ini memperlihatkan replika masakan tradisional seperti ketupat nasi impit, nasi ketan, pulut kuning, rendang ayam, nasi kandar, char koey teow, wan tan mee dan lainnya dengan penjelasan sejarah yang informatif. Untuk memasukki museum ini, kamu harus membayar 15 hingga 25 ringgit, setara Rp50 ribu hingga Rp84 ribu.

Baca Juga: Terdaftar di UNESCO, Inilah 4 Kota kreatif di Dunia Salah Satunya Ada di Indonesia

3. Kimchikan Museum, sejarah kimchi Korea


Seperti menemukan harta kartun, pecinta kimchi akan menyukai Museum Kimchikan. Berlokasikan di Insa-dong, Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan menjadi museum kimchi pertama di Korea. Tak hanya memajang ragam olahan, museum ini juga menawarkan kelas pembuatan kimchi. Laman seoul insider guide menginformasikan untuk mengikuti kelas belajar membuat kimchi ini dikenakan biaya pendaftaran sebesar 5.000 won (Rp58 ribu) dan proses belajar seharga 6.000 won (Rp70 ribu). Di museum ini juga memiliki tradisi membuat dan membagikan kimchi yang ditetapkan dalam UNESCO Intangible Cultural Heritage.

4. Watermelon Museum, pamer semangka

museum
China Watermelon Museum, tempat mempelajari budaya semangka di Tiongkok. (Foto atlas obscura)

Salah satu daerah penghasil semangka terbesar di dunia mendirikan Museum Semangka pada tahun 2002. Berada di bagian Timur laut, Panggezhuangqiao, Beijing, China bertemakan ragam variasi buah semangka. Dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi ini mengungkapkan sejarah buah semangka secara lengkap dan informatif. Museum futuristik moderen ini dikemas dengan hiasan semangka lilin menggunakan pencahayaan neon. Mengungkapkan sejarah, metode penanaman semangka hingga mempelajari budaya semangka di Tiongkok seperti yang dikabarkan atlas obscura. Museum ini buka setiap hari Senin hingga Jumat dengan harga tiket 20 RMB atau sekitar Rp40 ribu. (dys)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH