'Flash Sale' Bisa Menyihir Konsumen Flash Sale bisa menyihir kamu jadi pelanggan toko online. (Foto: Pexels/bruce mars)

HARGANYA amat bersahabat. Benar-benar di bawah harga pasaran. Tapi ada tenggat waktunya. Jadi kamu harus benar-benar cepat saat memburu produk itu. Seperti itulah gambaran 'Flash Sale' yang kerap hadir di situs e-commerce.

'Flash Sale' atau penjualan kilat biasanya hadir saat mendekati hari raya seperti Lebaran dan akhir tahun. Lalu, saat Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional. Pada saat itulah daya belanja konsumen melonjak. Produk yang dijual pun beragam. Bisa gawai, perkakas, hingga barang elektronik. Siapa pun yang belum pernah belanja daring, pasti akan ketagihan belanja di toko online setelah membeli barang di 'Flash Sale'.

Penjualan kilat bertujuan mengedukasi pasar pelanggan toko online. Demikian dipaparkan pengamat digital marketing, Tuhu Nugraha. Jadi, siapa pun yang masih ragu dengan toko daring, tidak langsung akan tumbuh kebiasaan untuk berbelanja secara daring. "Flash sale itu masih dalam tahap mengedukasi pasar," papar Tuhu saat dihubungi Merahputih.com melalui telepon.

Menurut Tuhu, hampir semua layanan platform online marketplace memiliki promo flash sale setiap beberapa bulan. Jika diperingkatkan, yang pertama adalah Lazada. Lalu diikuti dengan Shopee, Tokopedia, dan Blibli. Setiap orang yang mengunjungi platform tersebut bisa menjadi pelanggan, seakan-akan seperti tersihir dengan promo yang telah diberikan. "Jadi memang membuat habit belanja mereka," tambah Tuhu.

Kamu bakal kepincut beli banyak produk setelah ikut Flash Sale (Foto: Pexels/PhotoMIX Ltd.)

Misalnya, kalau kamu tertarik dengan sebuah jenis ponsel pintar yang masuk kategori Flash Sale di salah satu online marketplace. Awalnya kamu memang punya niat untuk membeli ponsel pintar tersebut. Tapi, kata Tuhu, kenyataannya bisa di luar rencana. Alih-alih membeli ponsel pintar, barang lain malah dibeli.

Masalahnya, kamu sudah terlanjur tertarik untuk memantengi online marketplace itu. Kamu pun jadi melihat iklan produk-produk lain yang ada. Dari ingin membeli satu produk, bisa-bisa produk lain juga kamu beli. Bahkan bisa-bisa ponsel pintar tadi batal kamu beli.

Dalam hal ini Tuhu juga mengambil contoh berbelanja secara offline. Contohnya ada supermarket yang memberikan diskon besar pada produk minyak goreng. Niat awal memang membeli minyak goreng. Tapi, setelah sampai di supermarket itu, pembeli tidak akan pulang hanya dengan membawa minyak goreng. "Yang didiskon minyak goreng, tapi barang lain bisa juga dibeli," imbuhnya.

Hal ini wajar terjadi, kata Tuhu. Karena kebiasaan berbelanja setiap orang sebenarnya karena harga yang bersahabat. Bukan berarti karena memang butuh dengan barang tersebut. Bahkan, bisa jadi akhirnya barang murah yang dibeli itu tidak ia gunakan, melainkan diberikan ke orang lain. "Kadang-kadang kepuasan konsumen itu karena harga murah," terangnya.

Flash Sale bisa digunakan sebagai strategi brand awareness. (Foto: Pexels/Negative Space)

Lebih lanjut, Flash Sale tidak hanya memberikan keuntungan kepada konsumen dan online marketplace. Keuntungan juga dirasakan pemilik produk. Terlebih bagi produk-produk baru di pasaran. Dengan demikian akan membangun brand awareness mereka. "Jadi kadang-kadang konsumen itu butuh trial, baru dia buying produk itu," tuturnya.

Produk lama yang telah dikenal pasar juga mendapatkan keuntungan dengan mempromosikan produk mereka melalui Flash Sale. Misalnya saat online marketplace memasang iklan pada billboard. Produk tersebut juga akan hadir dalam iklan itu seperti kolaborasi. Keuntungan besar tentu akan didapat karena konsumen akan semakin percaya dengan kualitas produk tersebut. "Kalau produk besar jadi bisa maintain pelanggan mereka," jelas Tuhu.

Akan tetapi, online marketplace tidak bisa sembarangan mengadakan Flash Sale. Baiknya dilakukan secara berlanjut. Sebab beberapa waktu lalu salah satu online marketplace hanya mengadakan Flash Sale selama satu hari. Jadinya, banyak calon konsumen yang akhirnya tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi konsumen tetap. "Lebih baik dilakukan secara periodik, misalnya 10 hari atau 20 hari," tukasnya. (Ikh)

Baca juga artikel menarik lainnya di sini 40 Selebritas Buka Toko di Marketplace Daring

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH