Fit and Proper Test, Marsekal Hadi Soroti Ancaman Terorisme Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (TNI) Hadi Tjahjanto. (Twitter @_TNIAU)

MerahPutih.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini, Rabu (6/12), menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI.

Dalam paparannya, Hadi menyoroti ancaman aksi terorisme regional maupun global. Menurut mantan Sekretaris Militer Presiden Joko Widodo ini, kelompok teroris menjadi musuh yang harus diperangi bersama.

"Terorisme menjadi sangat tinggi di dunia tak terkecuali di negara adidaya sekalipun," kata Hadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Lebih lanjut Hadi menyampaikan, kelompok teroris telah digunakan sebagai alat pengondisian suatu wilayah. Hal itu, kata Hadi, dapat terlihat di Suriah dan Irak.

Hadi juga menjelaskan bahwa terorisme kini menggunakan pendekatan proxy war atau konflik antara dua negara yang tak terlibat langsung dalam peperangan karena melibatkan kaki tangan dan agen.

"Proxy war dengan libatkan aktor- aktor negara dan nonnegara," ungkap Hadi.

Menurut mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) ini, situasi menjadi semakin kompleks dengan derasnya arus globalisasi di Indonesia yang sulit untuk dibendung.

"Jaringan internet kelompok teroris secara tepat menyebarkan pengaruh mengaktifkan simpatisan demi mendukung kepentingan," pungkas Hadi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima baru TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Surat pengajuan tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon, Senin (4/12) pagi. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Panglima Gatot: Meski Senior, KSAL dan KSAD Siap Dipimpin Marsekal Hadi

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH