Firli Sebut KPK Sudah Rampungkan Penyidikan Kasus Korupsi PT Nindya Karya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut pihaknya telah merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat perusahaan BUMN, PT Nindya Karya.

Bahkan, kasus korupsi proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan bebas Sabang itu sedang berproses untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Baca Juga

Novel Baswedan Sebut Sikap Pimpinan KPK Memalukan

"Terkait dengan dugaan perkara korupsi yaang dilakukan korporasi PT NK (Nindya Karya) sedang berproses pelimpahan ke jaksa. Untuk beberapa tersangka subyek hukum dari swasta dan Penyelenggara Negara sudah inkracht," kata Firli saat dikonfirmasi awak media, Jumat (6/8).

Diketahui, Nindya Karya dan PT Tuah Sejati telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang tahun anggaran 2006-2011 sejak April 2018 lalu.

Ketua KPK Firli Bahuri saat Upacara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK di Aula Gedung Juang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/8/2021). (ANTARA/HO-Humas KPK)
Ketua KPK Firli Bahuri saat Upacara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK di Aula Gedung Juang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/8/2021). (ANTARA/HO-Humas KPK)

Firli memahami keinginan dan harapan masyarakat agar KPK terus bekerja memberantas korupsi. Ia menekankan KPK berkomitmen untuk menyelesaikan perkara yang belum tentus, namun tetap sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang undangan.

"Kami sudah selesaikan perkara dengan tersangka Korporasi. Saat ini penyidikan susah selesai dan pelimpahan ke JPU (tahap 1). Setelah pelimpahan perkara, maka tentu menunggu JPU, untuk rencana sidang di peradilan. Nanti pada saatnya, akan disampaikan ke publik," ujar Firli.

Kasus yang menjerat PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati merupakan pengembangan dari penyidikan tersangka sebelumnya, yakni Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumut dan Nangroe Aceh Darussalam, Heru Sulaksono, PPK Satker Pengembangan Bebas Sabang, Ramadhany Ismy, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Ruslan Abdul Gani, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Teuku Syaiful Ahmad.

Dalam kasus ini, PT Nindya Karya yang merupakan perusahaan BUMN pertama yang menyandang status tersangka KPK bersama PT Tuah Sejati diduga terlibat merugikan negara sekitar Rp 313 miliar dari nilai proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang sebesar Rp 793 miliar. PT Nindya Karya mendapat keuntungan sebesar Rp 44,68 miliar. Sementara PT Tuah Sejati mendapat keuntungan sebesar Rp 49,9 miliar.

Untuk kepentingan penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sejumlah aset milik PT Tuah Sejati senilai sekitar Rp 20 miliar. Sejumlah aset itu, yakni satu unit SPBU, satu unit SPBN di Banda Aceh, dan satu unit SPBE di Meulaboh. Selain itu, KPK juga telah memblokir rekening PT Nindya Karya senilai Rp 44 miliar. (Pon)

Baca Juga

Perwakilan 75 Pegawai Tak Lolos TWK Sebut Sikap Pimpinan KPK Antikoreksi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nama Erick Thohir Hilang dari Usulan Bakal Capres NasDem, meski Masuk 3 Besar
Indonesia
Nama Erick Thohir Hilang dari Usulan Bakal Capres NasDem, meski Masuk 3 Besar

Tiga nama bakal calon presiden (capres) Partai NasDem telah diumumkan oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Balik ke Aturan Lama, Pencairan JHT Bisa Cair sebelum Usia 56 Tahun
Indonesia
Balik ke Aturan Lama, Pencairan JHT Bisa Cair sebelum Usia 56 Tahun

"Pada prinsipnya, ketentuan tentang klaim JHT sesuai dengan aturan lama, bahkan dipermudah," kata Ida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3).

Hukuman Mati Koruptor, Gimmick Penegakan Hukum di Tahun 2021
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dalam 15 Menit COVID-19 Bakal Negatif Jika Makan Bawang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dalam 15 Menit COVID-19 Bakal Negatif Jika Makan Bawang

Meski bawang merah dan bawang putih memiliki senyawa yang menunjukkan aktivitas antivirus, mereka tidak dapat menyembuhkan COVID-19 atau membuat satu tes menjadi negatif.

Pemkot Bandung Rekayasa Persimpangan Jalan di Pusat Kota
Indonesia
Pemkot Bandung Rekayasa Persimpangan Jalan di Pusat Kota

Rekayasa lalu lintas ini, tujuannya memperlancar dan mengurangi lakalantas.

Ketimbang Anies, Sandi Uno Berpotensi Bikin Kejutan di Pilpres 2024
Indonesia
Ketimbang Anies, Sandi Uno Berpotensi Bikin Kejutan di Pilpres 2024

Berbeda dengan Anies Baswedan yang hanya didukung oleh basis-basis tertentu saja.

Divonis Nihil di Kasus Asabri, Heru Hidayat Lolos dari Hukuman Mati
Indonesia
Divonis Nihil di Kasus Asabri, Heru Hidayat Lolos dari Hukuman Mati

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis nihil terdakwa kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat.

Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti perbincangan seputar pelaksanaan pemilu 2024 yang semakin hari semakin menguat, membanjiri media massa dan media sosial.

Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo
Indonesia
Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan blusukan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (19/7).

Transaksi Produk Perbankan Digital Bank DKI Meningkat 40 Persen
Indonesia
Transaksi Produk Perbankan Digital Bank DKI Meningkat 40 Persen

Bank DKI mencermati terdapat peningkatan jumlah transaksi untuk produk perbankan digital, di mana transaksi JakCard pertahun 2021 mencapai 2,14 juta transaksi, meningkat 40,20 persen dari transaksi JakCard di tahun 2020 yang mencapai 1,53 juta transaksi.