Firli Bahuri ke Komisi III: KPK Tak Lagi Pakai Istilah OTT Gedung KPK. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lagi menggunakan istilah operasi tangkap tangan (OTT).

Lembaga antirasuah kini hanya memakai istilah tangkap tangan.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1).

Baca Juga:

KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Infrastruktur, Joko Widodo Ikut Diperiksa

"Dalam kesempatan ini perkenankan kami untuk menyampaikan tidak menggunakan lagi istilah operasi tangkap tangan. Tapi tangkap tangan," kata Firli.

Pasalnya, menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan ini, dalam konsep hukum hanya dikenal istilah tertangkap tangan.

"Kenapa karena dalam konsep hukum yang dikenal adalah tertangkap tangan," imbuhnya.

Firli lantas menjelaskan, KPK di eranya melakukan beberapa pendekatan sebelum melakukan tangkap tangan. Yakni dimulai dengan upaya melakukan pendidikan kepada masyarakat.

Baca Juga:

Di DPR, Pimpinan KPK Ungkap Anggota Legislatif Paling Malas Lapor LHKPN

Kemudian, upaya pencegahan melalui monitoring center for prevention (MCP). Firli menyebut hal ini untuk melihat area rawan korupsi. Menurutnya, MCP efektif untuk memitigasi korupsi.

"Delapan area intervensi seketika angkanya rendah kita bisa yakini daerah tersebut rawan tindak pidana korupsi. Itu betul bisa dibuktikan, yang tertangkap pastilah MCP-nya rendah," tutup Firli. (Pon)

Baca Juga:

Depan Wakil Rakyat, Firli Pamer KPK Selamatkan Uang Negara Rp 114 Triliun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejar Target Jokowi, Polri Laksanakan Vaksinasi Serentak 34 Polda
Indonesia
Kejar Target Jokowi, Polri Laksanakan Vaksinasi Serentak 34 Polda

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan vaksinasi massal yang digelar di seluruh Indonesia atau 34 polda.

Penambahan Kasus Harian COVID-19 Terus Turun di Bawah 2 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus Harian COVID-19 Terus Turun di Bawah 2 Ribu

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data kasus COVID-19 Indonesia. Angka kasus konfirmasi tercatat stabil di bawah 2 ribu. Dilaporkan pada hari ini, Senin (11/4), kasus positif harian tercatat sebanyak 1.196, jumlah ini naik sedikit dibandingkan hari Minggu (10/4) kemarin sebanyak 1.071.

Polisi Semarang Amankan 281 Terduga Premanisme
Indonesia
Polisi Semarang Amankan 281 Terduga Premanisme

Jokowi mendengar keluhan dari para pengemudi masih maraknya pungli yang dilakukan preman setempat dan juga oknum dari depo barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pertumbuhan Kredit Bakal Capai 7 Persen di 2022
Indonesia
Pertumbuhan Kredit Bakal Capai 7 Persen di 2022

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh 20,3 persen pada September 2021 menjadi Rp 100,1 triliun.

Proyeksi RAPBD Jabar 2021 Berkurang Rp 5,37 Triliun karena COVID-19
Indonesia
Proyeksi RAPBD Jabar 2021 Berkurang Rp 5,37 Triliun karena COVID-19

Proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2021 berkurang Rp 5,37 triliun atau turun sebesar 12,98 persen.

Korut Laporkan Wabah Pertama COVID-19, Kim Jong Un: Lockdown Total
Dunia
Korut Laporkan Wabah Pertama COVID-19, Kim Jong Un: Lockdown Total

Korut baru melaporkan wabah pertama COVID-19 Kamis (12/5), setelah negara-negara lain mengalami pandemi global sejak 2020 silam.

PSI Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul
Indonesia
PSI Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ungkap fakta baru jika pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, seluas 4,2 hektar tidak bisa digunakan untuk membangun rusun DP 0 Rupiah.

Kades Korupsi Kecil Tak Dipenjara, Pimpinan KPK Harus Serius Baca UU Tipikor
Indonesia
Kades Korupsi Kecil Tak Dipenjara, Pimpinan KPK Harus Serius Baca UU Tipikor

Selain itu praktik korupsi tidak bisa dinilai besar atau kecil hanya dengan melihat jumlah uangnya saja

Dua Transjakarta Kembali Kecelakaan, Salah Satunya Gegara Ditinggal Buang Air Kecil
Indonesia
Dua Transjakarta Kembali Kecelakaan, Salah Satunya Gegara Ditinggal Buang Air Kecil

Insiden pertama terjadi di kawasan Pramuka, Jakarta Timur

Rusun Bagi Gelandangan dan Pengemis Dipastikan Rampung di Akhir Tahun
Indonesia
Rusun Bagi Gelandangan dan Pengemis Dipastikan Rampung di Akhir Tahun

Masa pelaksanaan pembangunan rusun ini 210 hari kalender mulai 21 Mei 2021 sampai 16 Desember 2021. Kontraktor pelaksana adalah PT Laris Trio Bersaudara dan konsultan pelaksana adalah PT Adhikara Mitracipta.