Keluarga Sebut Selama Ini Wiranto Tak Punya Musuh Menkopolhukam Wiranto memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di Universitas Matlha'ul Anwar, Pandeglang, Banten, Kamis (10-10-2019). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/ama.

MerahPutih.com - Keluarga besar Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto begitu terkejut dengan peristiwa penusukan yang terjadi di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Menurut sang sepupu, Ning Sudiyastuti (67), Wiranto sejak dulu tak memiliki musuh.

"Wiranto selama ini dikenal baik. Selama berkarir menjadi anggota TNI tidak pernah punya musuh dan menjadi korban penusukan. Baru kali ini kejadian Wiranto ditusuk," kata Sudiyastuti saat ditemui Merahputih.com di kediaman Wiranto di Kampung Punggawan, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10).

"Saya minta doanya pada masyarakat semoga Wiranto cepat sembuh dan bekerja lagi seperti biasanya. Kami tidak beritahu kabar ini pada kakak Wiranto karena takut kesehatannya drop. Apalagi dia (Sri) baru saja opname dua hari di rumah sakit," kata dia.

Sementara itu, kakak Wiranto, Sri Purnomo (82) sempat mengalami keringat dingin dan susah tidur sebelum sang adik mengalami penusukan. Hal itu diungkapkan Sudiyastuti.

"Dia (Sri) tiba-tiba keringat dingin, susah tidur, dan tidak suka makan. Saya yang ditugasi Wiranto menjaganya jadi panik," ujar Sudiyastuti

Baca Juga

Imbas Kasus Wiranto, Wakil Ketua DPD Minta Pejabat Negara Dijaga Ketat

Sepupu Wiranto, Ning Sudiyastuti (67) memberikan keterangan terkait kondisi Wiranto di rumah di Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10). (MP/Ismail)
Sepupu Wiranto, Ning Sudiyastuti (67) memberikan keterangan terkait kondisi Wiranto di rumah di Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10). (MP/Ismail)

Kakak pertama Wiranto itu langsung dikerokin. Kondisinya pun mulai membaik. Kemudian secara tidak sengaja keesokan harinya Sudiyastuti melihat televisi ada kejadian Wiranto ditusuk orang tak dikenal. Dia langsung mematikan televisi di rumah agar tidak diketahui kakaknya Wiranto.

"Saya baru menyadari sepertinya dia (Sri) merasakan akan terjadi sesuatu pada Wiranto. Ternyata benar orang tak dikenal menusuk Wiranto saat kunjungan kerja di Padeglang, Banten," papar dia.

Baca Juga

Biaya Pengobatan Wiranto Ditanggung LPSK

Rumah Menkopolhukam Wiranto di Jalan Bungur II No. 8, RT 03 /RW 05 Kampung Punggawan, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10). (MP/Ismail)
Rumah Menkopolhukam Wiranto di Jalan Bungur II No. 8, RT 03 /RW 05 Kampung Punggawan, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10). (MP/Ismail)

Baca Juga

Kasus Penusukan Wiranto Coreng Pemerintahan Jokowi

Ia mengungkapkan Wiranto lahir dan besar di Solo. Jumlah keluarga Wiranto ada sembilan bersaudara. Wiranto pulang ke Solo terakhir saat cucunya Achmad Daniyal Alfatih (14 bulan) meninggal dimakamkan di pemakaman keluarga, Kelurahan Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada tanggal 16 November 2018.

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH