Final Liga Europa, Chelsea Terlalu Perkasa untuk Arsenal Chelsea meraih titel juara Liga Europa 2019 (Foto: Twitter @ChelseaFC

MerahPutih.Com - Laga final Liga Europa menyajikan keperkasaan Chelsea atas Arsenal. Derby London yang berlangsung di Baku, Azerbaijan pada Kamis (30/5) dini hari itu mengantar skuat Maurizio Sarri itu menjadi juara Liga Europa 2019 dengan menggasak Arsenal dengan skor telak 4-1.

Keberhasilan Eden Hazard cs menjadi kampiun Liga Europa mementahkan semua kabar tak sedap seputar adanya friksi dalam skuat The Blues. Chelsea tampil begitu kompak penuh dengan determinasi tinggi dan praktis menguasai seluruh jalannya pertandingan.

Arsenal arahan Unai Emery turun dengan taktik 3-4-1-2 dan langsung menurunkan dua striker andalan, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Sementara Chelsea-nya Maurizio Sarri tetap setia dengan 4-3-3.

Eden Hazard menjadi bintang dalam laga final kontra Arsenal
Eden Hazard menjadi bintang dalam laga final kontra Arsenal di Baku (Foto: Twitter @ChelseaFC)

The Blues mengandalkan Pedro Rodriguez, Eden Hazard, dan Olivier Giroud sebagai trio penyerang di depan. Giroud, top skor Liga Europa dengan torehan 10 gol, dipilih sebagai starter ketimbang Olivier Giroud. N'Golo Kante, yang dikabarkan cedera, juga jadi starter.

Pertemuan ke-198 kedua tim di seluruh kompetisi berlangsung sengit. Arsenal, selama 20 menit pertama, bermain lebih baik daripada Chelsea dan gencar menguji pertahanan Chelsea yang digalang duet Andreas Christensen-David Luiz.

Pada menit 18 drama nyaris terjadi kala Lacazette terlihat dijatuhkan oleh Kepa Arrizabalaga. Namun, wasit tidak melihatnya sebagai pelanggaran dan VAR (Video Asisten Wasit) juga tidak melihatnya sebagai pelanggaran.

Namun menjelang akhir babak pertama, justru Petr Cech, kiper Arsenal, yang mendapatkan dua ujian melalui dua sepakan tepat sasaran Emerson dan Giroud. Beruntung, legenda Chelsea itu mampu menepisnya.

Paruh pertama berakhir dalam laga bertajuk Derby London berakhir imbang tanpa gol. Arsenal memulai laga dengan baik, tapi, Chelsea juga memberikan ancaman berbahaya melalui efektivitas bermain mereka. Laga berjalan ketat.

Pertandingan di babak kedua berjalan lebih seru. Baru empat menit dimulai, Giroud sudah menambah torehan golnya di Liga Europa menjadi 11. Menerima umpan silang Emerson, Giroud menanduk bola ke pojok kanan gawang Arsenal tanpa mampu ditepis Cech. 1-0 Chelsea unggul.

Oliver Giroud membuka keunggulan Chelsea
Oliver Giroud membuka keunggulan Chelsea (Foto: Twitter @ChelseaFC)

Momentum Chelsea terus berlanjut hingga dua gol tambahan berikutnya tercipta. Gol kedua dilesakkan Pedro pada menit 60 kala menerima assist dari Hazard, lalu enam menit setelahnya, Hazard mencetak gol dari titik putih.

Penyerang sayap asal Belgia mencetak gol penalti ke gawang Cech setelah sebelumnya Giroud dilanggar Ainsley Maitland-Niles di kotak terlarang. Chelsea unggul 3-0 dan Hazard benar-benar mengerahkan segalanya di kemungkinan laga terakhir dengan klub.

BACA JUGA: Ajukan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, PSSI Siapkan 8 Stadion

26 Pemain Timnas Indonesia U-23 di TC Yogyakarta

Emery memasukkan Matteo Guendouzi dan Alex Iwobi menggantikan Nacho Monreal dan Lucas Torreira setelah tertinggal 0-3. Iwobi seakan memberi dampak besar melalui gol tendangan jarak jauh yang tercipta di menit 69, memperkecil ketertinggalan Arsenal jadi 1-3.

Akan tapi, Hazard kembali jadi pembeda melalui gol keduanya yang tercipta di menit 72. Berawal dari bola yang direbut dari kaki pemain Arsenal, Hazard berkombinasi dengan Giroud sebelum mencetak gol keempat Chelsea. 4-1 Chelsea menjauh.

Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga waktu tambahan berakhir di babak kedua. Chelsea menang 4-1 dan meraih titel Liga Europa kedua setelah terakhir meraihnya pada 2012-13. Selamat buat The Blues.(bolaskor.com)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH