Filosofi di Balik Kue Apangi (Instagram/kulinergorontalo)

BAGI masyaratkat Desa Dembe I Kota Gorontalo, kue apem atau biasa disebut Apangi oleh warga lokal punya makna khusus. Setiap bulan Muharram, setiap rumah menyajikan Apangi selama satu bulan penuh.

Pada hari Jumat (29/9) ini, tengah berlangsung Festival Apangi di Desa Dembe I Kota Gorontalo. Acara ini rutin digelar setiap tahun, tepatnya di bulan Muharram.

Penyajian kue Apangi mirip dengan serabi atau surabi Bandung, yaitu dicocol atau dicelupkan ke dalam gula aren kental berwarna merah.

Menurut para tetua, kue Apangi berwarna putih yang disajikan dengan gula merah memiliki filosofi tersendiri. Warna putih kue Apangi merupakan simbol dari kesucian sedangkan warna merah pada gula merah melambangkan keberanian dan pengorbanan.

Menyambut bulan Muharram, masyaratkat Desa Dembe I Kota Gorontalo menggelar Festival Apangi. Acara ini digelar rutin setiap tahun. Selain memasak dan menyajikan 'Apang Colo' kepada pengunjung, warga lokal juga menyediakan kursus singkat gratis cara-cara membuat kue Apangi.

Di rumah-rumah dan posko-posko, tersedia kue Apangi gratis. Jumlahnya bisa mencapai ribuan saat gelaran festival.

Gelaran Festival Apangi dapat mengobati kerinduan masyarakat Gorontalo sekaligus memperkenalkan kue khas Gorontalo kepada wisatawan. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH