Siapa bilang cerita tentang band sekolah tidak menarik untuk diangkat ke layar lebar? Memotret masa SMA, film karya sineas lokal Makassar, Sulawesi Selatan, berjudul "Suhu Beku" dijadwalkan tayang di bioskop dalam waktu dekat ini. "Rencananya Agustus nanti ("Suhu Beku") akan tayang perdana di beberapa bioskop Indonesia," kata Rusmin Nuryadin, sutradara film tersebut di sela berbuka puasa di Makassar, Minggu (11/6).

Film ini diangkat dari kisah nyata, menceritakan perjalanan anak muda Makassar yang sudah membentuk band musik dan berusaha menjadi terkenal. Perjalanan mereka tidak semulus harapan. Mereka banyak menemui liku-liku kehidupan, seperti konflik internal dan masalah lainnya. Berbagai peristiwa mereka lalui, termasuk bertemu dengan sosok yang bisa memberikan pencerahan untuk mencapai impian mereka dalam bermusik.

"Makna dari film ini berbicara tentang musik, bahwa kesuksesan itu tidak hanya bisa diraih di ibu kota, tapi mulai berangkat dari tingkat lokal hingga bisa meraih kesuksesan," tambah Rusmin, seperti dilansir dari ANTARA.

Penggarapan film ini memakan waktu enam bulan, namun syuting berjalan selama 24 hari saja, dengan mengambil beberapa lokasi di Makassar. Film produksi Meditatif Film bersama Vonis Records tersebut juga memotret geliat industri musik di "Kota Daeng" ini.

Sesuai judul filmnya, Suhu Beku adalah nama band SMA yang menjadi fokus utama dalam lakon. Band yang terdiri dari Fikhi (vokal/gitar), Fauzan (gitar), Fadli (bas), dan Fatur (drum) ini dibentuk sejak 2015. Keempatnya bermain dalam film, dengan karakter sesuai nama asli mereka.

“Awalnya, pihak label kami mengajak bertemu dengan sebuah production house untuk membuat video musik lagu 'Seluruh Daya'. Tapi setelah video klipnya sukses, kami ditawari untuk bermain film,” terang Fadli, menjelaskan latar belakang dibuatnya film ini.

Menariknya, salah satu personel Padi yang juga berasal dari Makassar, yaitu Andi Fadly Arifuddin (Fadly), turut tampil dalam film ini. Soundtrack film ini juga berasal dari lagu ciptaan para personel Suhu Beku, dengan melibatkan musisi-musisi kawakan Makassar, seperti Juang Manyala. Adapun Juang Manyala merupakan penata musik di film peraih Citra 2016, "Athirah".

Arman Dewarti, produser film tersebut, berharap filmnya bisa meraih simpati penonton dan mendulang kesuksesan seperti film-film lokal Makassar yang sudah menasional. "Kami berharap film ini bisa membuka mata penonton saat menyaksikannya nanti, ada banyak pesan yang ditampilkan, salah satunya upaya dan kerja keras, serta sekelumit masalah hingga meraih kesuksesan," ujar Arman.

Baca juga artikel tentang film Indonesia lainnya di sini: Cinta Penelope Produseri Film "Gara Gara SeSumbar".


Asty TC

YOU MAY ALSO LIKE