Film Dokumenter 'The Game Changers' Bantah Mitos soal Plant-Based Diet The Game Changers, dokumenter yang akan mengubah persepsimu mengenai plant-based diet. (facebook/the game changers)

KAMU meremehkan manfaat plant-based diet? Film dokumenter The Game Changers akan mengubah persepsimu, bahkan mungkin membuatmu tertarik untuk mencobanya.

Dirilis awal 2018, film dokumenter The Game Changers yang diproduksi oleh Jackie Chan, Arnold Schwarzenegger, dan James Cameron ini menceritakan kisah beberapa atlet yang mengubah diet mereka dari makan daging jadi vegan, kemudian memberi tinjauan luas tentang manfaat-manfaat plant-based diet.

Film Dokumenter 'The Game Changers' Bantah Mitos soal Plant-Based Diet
Patrik mengatakan bahwa ia bisa kuat seperti lembu karena tidak makan daging. (facebook/the game changers)

Film dokumenter ini berfokus pada seorang mantan atlet UFC bernama James Wilks yang meneliti manfaat plant-based diet untuk mempercepat proses pemulihan cideranya.

Baca juga:

Angsa, Alasan Abigail Cantika Ikuti Pola Makan Plant-Based

Tidak disangka bahwa ia menemukan banyak fakta baru yang mengejutkan saat mewawancarai para dokter, ahli, dan atlet yang menjadi vegan. Termasuk Arnold Schwarzenegger, Patrik Baboumian, Morgan Mitchell, Dotsie Bausch, dan masih banyak lagi.

"Real men eat meat, eat meat like a man," anggapan ini masih dipercayai banyak orang. Makan daging dapat membuat seseorang menjadi lebih kuat. Maka dari itu banyak atlet membanggakan diet mereka yang terdiri dari daging untuk mendapatkan cukup protein.

"Saya dulu sehari makan 10 sampai 15 telur dan makan sangat banyak daging, inilah kesalahpahaman bahwa itulah satu-satunya cara kamu bisa menjadi besar dan kuat," ucap Arnold Schwarzenegger dalam film dokumenter The Game Changer.

Mengubah pola makan menjadi plant-based, Schwarzenegger yang saat ini berusia 72 tahun, masih memiliki badan yang bugar dan aktif berolahraga. "Dengan umur 69 (saat ia terlibat dalam film dokumenter), kolesterolku turun menjadi 109, ini adalah yang terendah seumur hidupku," kata Schwarzenegger.

Film Dokumenter 'The Game Changers' Bantah Mitos soal Plant-Based Diet
Tes darah menunjukkan perbandingan sebelum dan setelah makan nabati. (facebook/the game changers)

Atlet yang tidak makan daging kerap diejek karena dianggap bahwa sayuran tidak memberi protein yang cukup. Namun The Game Changer membantah mitos itu, justru menginspirasi banyak orang untuk menjadi mengikuti pola makan berbasis tanaman.

Studi yang disebut dalam film dokumenter The Game Changer menunjukkan rata-rata pemakan sayuran mendapatkan protein yang cukup, bahkan 70% lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Justru pemakan daging tidak mendapatkan setengah dari apa yang didapatkan dari plant-based diet.

"Daging yang kamu makan seperti sapi itu makan apa? Rumput, bukan daging. Semua protein berasal dari tanaman dan sayuran. Hewan seperti sapi atau ayam hanyalah middle man," seperti narasi dalam The Game Changers.

Bukan hanya membuat atlet menjadi lebih kuat, pola makan plant-based memaksimalkan kinerja organ tubuh dan mencegah penyakit seperti stroke dan serangan jantung.

Baca juga:

Tempe, Makanan Khas Indonesia yang Kaya Nutrisi

Danielle Duboise, salah satu penemu katering makanan plant-based bernama Saraka Life mengatakan kepada laman Townandcountrumag, sejak menonton The Game Changer, banyak pria menjadi plant curious dan klien mereka meningkat.

Dr. Aaron Spitz mengatakan studi ilmiah menunjukkan bahwa saat pria makan banyak daging, mereka lebih cepat kehilangan manly manhood atau kejantanan mereka.

Lewat uji coba yang dilakukan pada tiga pria, setelah makan makanan nabati, semua pria menunjukkan peningkatan 8% dalam kekerasan ereksi dan peningkatan 300-500% untuk waktu berlangsungnya ereksi dibandingkan dengan makanan berbasis daging.

Film Dokumenter 'The Game Changers' Bantah Mitos soal Plant-Based Diet
Dokumenter The Game Changers sempat menjadi bahasan banyak orang. (facebook/the game changers)

Melansir laman Plantbasednews, banyak atlet seperti binaragawan Kai Greene terinspirasi oleh dokumenter tersebut dan mencoba plant-based diet. Dia memamerkan transisinya dan memuji gaya hidup ini lewat media sosial miliknya.

Tidak hanya para atlet, banyak orang termotivasi untuk mencoba plant-based diet. "Saya baru saja nonton The Game Changers dengan pacar saya, dia mengatakan bahwa ia akan menjadi vegan," tulis pengguna Twitter @Hannah59432263.

Meski demikian, ada pro dan kontra tentang plant-based diet. Banyak media dan warganet yang menulis bahwa film dokumenter ini terlalu vegan biased, banyak juga yang mengatakan bahwa riset-riset yang dipaparkan di dalamnya tidak semua akurat.

Melansir laman townandcountrymag, walau bagus bahwa banyak orang ingin menjadi vegan, tetap penting untuk berhati-hati. "Moderasi adalah kuncinya dengan hal apapun. Jika seseorang menjadi vegan dalam semalam karena film dokumenter ini, dan tanpa pemahaman apa pun tentang nutrisi yang mereka butuhkan, itu tidak selalu merupakan hal yang baik," kata ahli gizi Kelsey Hutton.

Intinya, pola makan plant-based merupakan hal yang baik. Tidak hanya menjadi lebih sehat, kamu juga berkontribusi dengan melindungi bumi. Tapi, penting untuk melakukan riset atau konsultasi dengan ahli gizi. (lev)

Baca juga:

Lagi Diet? 4 Makanan Ini Aman Buat Cemal-Cemil



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH