Filipina Nyatakan Darurat Energi akibat Konflik Iran, Harga BBM telah Meningkat 2 Kali Lipat

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 25 Maret 2026
Filipina Nyatakan Darurat Energi akibat Konflik Iran, Harga BBM telah Meningkat 2 Kali Lipat

Tangki penyimpanan minyak mentah. (Foto: ANTARA/REUTERS/Nick Oxford)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — FILIPINA mengumumkan status darurat energi. Negara di Asia Tenggara ini menjadi yang pertama di dunia menyatakan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap perang di Iran.

Seperti dilansir BBC, Presiden Ferdinand Marcos Jr mengatakan ia telah menandatangani perintah eksekutif untuk menjaga keamanan energi. Ia menyebut adanya ancaman yang segera terjadi terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara tersebut.

Perang antara AS dan Israel dan Iran serta penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dunia, telah mengguncang pasar energi global, menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Filipina mengimpor sekitar 98 persen minyak mereka dari kawasan Teluk. Harga solar serta bensin di negara itu telah melonjak lebih daripada dua kali lipat sejak perang pecah pada 28 Februari.

Pada Selasa (24/3), Marcos mengatakan langkah tersebut akan memberi pemerintah kewenangan hukum untuk memberlakukan berbagai kebijakan guna memastikan stabilitas energi dan melindungi perekonomian secara lebih luas. Berdasarkan perintah tersebut, sebuah komite khusus dibentuk untuk mengawasi distribusi bahan bakar, makanan, obat-obatan, dan barang kebutuhan pokok lainnya secara tertib. Pemerintah juga diberi kewenangan untuk membeli langsung bahan bakar dan produk minyak guna memperkuat pasokan.

Baca juga:

20 Negara Bersatu Amankan Pelayaran Selat Hormuz, Indonesia Tidak Masuk



Status darurat ini akan berlaku selama satu tahun, kecuali diperpanjang atau dicabut presiden.

Keputusan tersebut muncul setelah sejumlah senator mendesak Marcos untuk mengakui kesulitan tingkat darurat yang dihadapi keluarga Filipina akibat lonjakan harga minyak. Harga bensin dan solar kembali melonjak pada Selasa, mencapai lebih dari dua kali lipat ketimbang sebelum perang pada Februari.

Salah satu koalisi buruh terbesar di negara itu, Kilusang Mayo Uno (KMU), mengkritik keras deklarasi darurat tersebut dan menyebutnya sebagai pengakuan pemerintah gagal mengatasi krisis minyak. Kelompok itu juga menuduh pemerintah sebelumnya meremehkan situasi dengan mengatakan semuanya normal. Pihak KMU menyebut pemerintah menyesatkan.

KMU juga menyuarakan kekhawatiran terhadap apa yang mereka sebut ‘ketentuan antipekerja’ dalam perintah eksekutif tersebut, terutama klausul yang berpotensi membatasi aktivitas yang dianggap mengganggu kegiatan ekonomi, termasuk aksi mogok kerja. Mereka memperingatkan hal itu bisa membatasi kemampuan pekerja untuk melakukan protes pada saat harga bahan bakar sudah menekan pendapatan masyarakat.

Namun, pengusaha besar Manuel V Pangilinan, yang memimpin sejumlah perusahaan utilitas utama, mendukung pemberian kewenangan darurat tersebut.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan perusahaan-perusahaannya merasakan tekanan akibat kenaikan biaya energi dan memperingatkan krisis mulai memengaruhi operasi bisnis. Namun, ia mengatakan pemerintah harus memiliki semua opsi untuk menavigasi perekonomian melalui masa sulit ini.

Para pekerja transportasi dan sejumlah kelompok lain, termasuk layanan ride-hailing, merencanakan aksi mogok selama dua hari pada Kamis dan Jumat, mencerminkan kemarahan yang lebih luas terhadap penaikan biaya bahan bakar dan respons pemerintah yang dianggap lambat atau tidak memadai. Koalisi serikat transportasi Piston, yang memimpin rencana aksi tersebut, mengajukan sejumlah tuntutan luas, mulai dari penghapusan pajak bahan bakar, penurunan harga minyak, penghentian deregulasi, hingga penerapan kontrol negara terhadap sektor energi. Mereka juga menuntut penaikan tarif transportasi dan upah yang lebih tinggi.

Sejak konflik di Timur Tengah dimulai, Pemerintah Filipina telah menawarkan subsidi bagi pengemudi transportasi, mengurangi layanan feri, dan menerapkan pekan kerja empat hari bagi pegawai negeri untuk menghemat bahan bakar. Sebelumnya, pada Selasa, Menteri Energi Sharon Garin mengatakan Filipina memiliki sekitar 45 hari cadangan pasokan bahan bakar. Garin menyebut negara itu akan sementara lebih bergantung pada pembangkit listrik berbahan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi akibat melonjaknya biaya gas alam cair (LNG).

Asia menjadi kawasan yang sangat terdampak blokade Selat Hormuz. Tahun lalu, hampir 90 persen minyak dan gas yang melewati jalur perairan tersebut dikirim ke negara-negara di Asia.(dwi)

Baca juga:

Iran Tegaskan Selat Hormuz Bisa Dilintasi, tapi AS dan Sekutunya Dilarang Lalu Lalang

#Filipina #Selat Hormuz #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Indonesia
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Indonesia
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Istana juga menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah pernyataan bahwa Mary Jane tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Bagikan