Filipina Belajar Sistem Pendidikan Islam dari Indonesia Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.Com - Indonesia dan Filipina mulai jalin kerja sama dalam bidang pendidikan Islam. Menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, pendidikan adalah cara untuk mempromosikan dan menyebarkan nilai-nilai Islam sebagai ajaran yang membawa kedamaian dan toleransi.

"Pendidikan dapat mengubah anak-anak muda menjadi agen perdamaian dan toleransi," ujarnya.

Pendidikan akan mengajarkan bagaimana Islam sejatinya yang merupakan berkat bagi seluruh alam semesta. Untuk menularkan nilai-nilai Islam damai, kerja sama antarbangsa menjadi salah satu upaya penting.

Untuk itu, pada pertengahan Februari, sebuah lokakarya yang menyatukan Indonesia dan Filipina tentang Kerja Sama Pendidikan Islam diadakan di Jakarta.

Lokakarya itu merupakan tindak lanjut nyata komitmen Indonesia dan Filipina untuk mendorong kerja sama pendidikan Islam.

Lokakarya itu juga merupakan turunan dari pertemuan trilateral antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia pada 22 Juni 2017 di Manila, Filipina.

Di dalam pertemuan trilateral tersebut, ada pernyataan bersama ditandatangani ketiga negara dengan Malaysia, Filipina dan Indonesia, salah satu isinya adalah pembangunan sosial dan ekonomi termasuk tentunya masalah pendidikan.

Sebagai tindak lanjut dari pernyataan bersama itu, pada 3 Januari 2018, Retno melakukan kunjungan kerja ke Davao, Filipina Selatan, yang salah satu kegiatannya untuk meluncurkan kerja sama pendidikan Islam antara Indonesia dan Filipina. Dan lokakarya itu menjadi lanjutan kerja sama tersebut.

Dalam kunjungan itu, Retno juga mengunjungi sekolah Islam dan menyaksikan penandatangan letter of intent (LoI) untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan Islam.

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia terus mendorong Islam yang damai di seluruh dunia dan mempromosikan dialog antaragama.

"Ini adalah suatu berkah sebagai suatu negara dengan penduduk Muslim paling besar di dunia, tetapi kita hidup di masyarakat multikultural untuk berbagi, dengan tujuan untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia," ujarnya.

Lokakarya tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi sebagai dasar untuk membuat nota kesepahaman tentang pendidikan Islam dalam kerangka kerja sama kedua negara.

Dan dalam jangka panjang, kolaborasi ini bisa menjadi model kemitraan lebih jauh antara Indonesia, Filipina, dan negara lain untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi, tuturnya.

Lokakarya itu juga diharapkan dapat mendorong pendidikan Islam dengan mempromosikan wajah sejati Islam kepada seluruh dunia, mempromosikan pendidikan Islam modern dan berkualitas tinggi, serta memastikan bahwa kolaborasi itu melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat.

Lokakarya itu diikuti oleh 14 partisipan dari Indonesia dan 14 peserta dari Filipina yang mewakili berbagai macam institusi dan kementerian.

Dari Filipina, peserta yang mewakili antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, dan Institute of Islamic Studies. Kemudian perwakilan Indonesia adalah antara lain dari Kementerian Agama, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Sebagaimana dilansir Antara, Minggu (18/3) peran lembaga pendidikan pengembangkan kecerdasan pikiran, memberikan wawasan pengetahuan, membangun karakter lewat nilai-nilai luhur dan agama merupakan andil dari lembaga-lembaga pendidikan.

Pendidikan berkualitas untuk membangun generasi masa depan yang berakhlak mulia dan berwawasan tinggi juga menjadi visi dari keberadaan lembaga-lembaga pendidikan.

Berhubungan dengan peran penting tersebut, lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah dan pesantren berpengaruh pada peradaban Islam yang dulu, sekarang dan masa depan. Pesantren menjadi tempat untuk memelihara nilai dan budaya toleransi, perdamaian serta moderasi.

Lembaga-lembaga pendidikan Islam harus membekali para pelajar tidak hanya dengan nilai-nilai Islam, tapi juga pengetahuan dan keterampilan agar mereka bisa berkompetisi di dunia profesional.

Madrasah atau pesantren, kata Menlu Retno, memberikan didikan tentang modernitas Islam. Ini adalah tempat di mana pengacara, ahli bedah, ilmuwan Islam yang berkelas dunia lahir.(*)


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH