Figur Bawah Laut Tarik Perhatian Pengunjung ARTJOG 2018 Suasana Curatorial Tour di ARTJOG 2018. (Foto: Facebook)

CAHAYA terpancar dari kamera salah seorang pengunjung. Jeli melihat kelakuan pengunjung, seorang Gallery Sitter langsung menghampirinya. “Maaf, tidak diperkenankan menggunakan flash kamera di ruang pamer,” ujarnya sebelum bunyi ‘cekrek’ terdengar dari kamera pengunjung.

Singkat dan jelas. Seluruh pengunjung ARTJOG memang tidak diperkenankan menyalakan lampu kilat. Panitia khawatir dapat berujung pada rusaknya karya seniman. Adalah Gallery Sitter yang bertugas menjaga karya-karya di ruang pamer.

Direkrut sejak April lalu, Gallery Sitter bertanggung jawab memastikan tidak ada pengunjung memegang karya, baik sengaja maupun tidak. Tugas lainnya, menjaga lalu lintas ruang pamer agar tidak macet serta menjadi narahubung pengunjung dan panitia.

Mereka bertugas selama ARTJOG 2018 berlangsung, 4 Mei hingga 4 Juni 2018. ARTJOG merupakan festival, pameran dan pasar seni rupa kontemporer tahunan. Tidak terasa, telah sepuluh tahun festival tahunan ini hadir.

Tahun ini ARTJOG 2018 dihelat di Museum Nasional Jogja. Ada alasan khusus di balik itu. Nilai historis museum menjadi penting. Museum Nasional Jogja dahulu merupakan gedung Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Penyelenggara juga mampu memberi keleluasaan mengeksplorasi setiap sudut ruang pameran kepada para seniman.

Menempati lahan seluas 1,4 hektare, Museum Nasional Jogja memberi kemungkinan pemanfaatan luar ruang lebih luas untuk beragam program selain agenda pameran. Dengan begitu, 54 seniman lokal dan mancanegara seperti Amerika Serikat, Jerman, Filipina, Singapura, Australia dan Tiongkok dapat leluasa berekspresi.

Festival ini memang tidak hanya menampilkan karya dua dan tiga dimensi seniman. Hiburan berupa pertunjukan tari, musik dan teater turut digelar di malam hari. Sebut saja Percussi dari Anak Wayang di tanggal 12 Mei, Orkes Keroncong Kharisma pada 16 Mei, dan Flashmob oleh DGYK pada 17 Mei.

Pada hari pertama festival, panitia menggratiskan biaya masuk bagi pengunjung. Namun hanya pengunjung yang mendapat undangan khusus dapat memasuki ruang pameran di siang hari. Pada hari pertama, ruang pamer mulai dipadati pengunjung sekitar pukul 16.00 WIB.

Mereka tampak antusias memerhatikan karya seni di ruang pamer. Pameran menjadi menarik karena pengunjung memiliki kesempatan berbincang-bincang secara langsung dengan seniman.

Meski dilarang menyalakan lampu kilat, pengunjung tetap diizinkan swafoto dan memotret karya seni yang ada. Akibatnya, di beberapa titik terlihat pengunjung asyik berfoto. Perhelatan ARTJOG 2018 juga dimeriahkan oleh karya unik seniman. Seperti Mulyana, seniman kelahiran Bandung.

Mulyana
Seniman Mulyana memamerkan figur-figur bawah laut. (Foto: Facebook)

Terinspirasi dari ketakjuban pada dunia bawah laut, Commisioned artist di ARTJOG ini menampilkan karya berupa figur-figur bawah laut seperti terumbu karang dan koral warna-warni. Seluruh figur dibuat dengan tangan, tanpa mesin. Sekitar 70 ibu rumah tangga dari salah satu komunitas merajut Tanah Air terlibat dalam pengerjaan figur.

Ciptaan Mulyana menjadi salah satu karya seni penarik perhatian pengunjung. Penasaran ingin melihat langsung karya 54 seniman? Datang saja ke Museum Nasional Jogja. Sebelum masuk, jangan lupa membeli tiket seharga Rp50 ribu di ticket box, lalu mengisi buku tamu di front desk. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan Teresia Ika, kontributor Merahputih.com wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH