'Fetish' Perilaku Seks yang Tak Sehat? (Foto: Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

BOLEH-boleh saja memiliki fantasi seksual. Tapi berbicara soal fetish, masih banyak yang mempertanyakan perilaku ini 'sehat' atau enggak. Ya, fetish merupakan daya tarik seksual yang kuat kuat. Bisa terhadap benda mati atau bagian tubuh pasangan yang harusnya enggak menggairahkan, seperti ketiak.

Fetish juga bisa merupakan fantasi aneh dalam percintaan. Yang memberikan sensasi tak terlupakan kepada 'pelaku'.

Tapi itulah yang membuat seks semakin menarik. selalu ada hal baru yang bisa ditelusuri. Seaneh apapun itu. Walaupun ujung-ujungnya hanya untuk mendapatkan kepuasan saat klimaks.

Baca juga:

Fobia Seks, Ketika Seks Menjadi Menakutkan

Fetish wajar-wajar saja, enggak salah kalau seseorang memiliki daya tarik tertentu terhadap pasangannya. Asalkan tak merugikan orang lain. Laman Men's Health mencoba mengulas berbagai pengalaman seseorang yang memiliki pasangan seorang fetish dalam forum Reddit.

Mencekik boleh tapi jangan sampai pasangan tersedak (Foto: Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

Contohnya pria ini. Dia baru bergairah ketika mencekik pasangannya. Dia sangat bersemangat ketika meremas leher pasangannya. Fetish seperti ini cukup membahayakan. Karena pasangan bisa tersedak.

Bahkan ada seorang komentator forum yang mengaku terkena serangan panik saat tersedak. Seks malah jadi hal menakutkan jika bertemu tipe fetis seperti ini. "Tersedak membuat saya terkena serangan panik. Karena saya tampaknya sangat takut mati lemas," katanya.

Mencekik pasangannya sebenarnya enggak masalah. Tapi si pencekik juga harus tahu diri. Memang agar terlihat asli leher pasangan harus sedikit diremas. Tapi tentu dalam batasan jangan sampai pasangan merasa sakit apalagi tersedak.

Pengalaman lain diceritakan oleh seorang perempuan yang bercinta dengan cara 'perbudakan' dengan pasangannya. Perempuan ini mengaku diikat tangannya oleh pasangannya sambil melakukan permainan.

Baca juga:

Nasihat Bercinta dari Empat Negara yang Bikin Seks Semakin Dahsyat!

Namun, fetish pasangan perempuan ini keterlaluan. Kata dia, pasangannya sampai menyodorkan pisau di lehernya. Demi membangkitkan gairah seksuanya. "Saya sangat ketakutan, saya tidak pernah lagi melakukannya," cerita perempuan itu.

Untuk apa bercinta di tempat umum jika lebih nyaman di rumah (Foto: Pexels/Pixabay)

Berkaca dari pengalaman perempuan ini. Seks dengan cara perbudakan boleh-boleh saja. Seperti adegan yang ada di film 50 Shades of Grey. Namun, harus tetap ada batasan. Kedua belah pihak juga harus sama-sama menikmati. Sekali lagi jangan sampai menakutkan pasangan. Apalagi kalau sampai menyakitinya secara fisik maupun mental.

Satu lagi fetish yang digemari para eksibisionis, yaitu bercinta di tempat umum. Kelihatannya memang enggak ada sensasi bercinta menyimpang. Mereka hanya ingin melakukan seks di tempat banyak orang suka melintas.

Meskipun begitu, fetish seperti ini harusnya segera dihindari. Karena untuk apa bercinta dalam keadaan was-was karena melakukannya di tempat umum. Kamar yang nyaman. Ranjang yang empuk tentu merupakan medan bercinta yang paling sempurna. Daripada harus melakukan aktivitas bercinta di tempat umum.

Jadi intinya, fetish merupakan hal yang wajar. Asalkan kembali lagi, enggak merugikan orang lain dan memiliki batasan. (ikh)

Baca juga:

Ketika Gairah Seks Harus Seimbang, Sulitkah?

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH