Festival Tanjung Lesung 2019 Resmi Dibuka, Catat Acara Kerennya di Sini Tarian pembuka oleh pramuka Pandeglang menyambut Menpar Arief Yahya saat pembukaan Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Trithlon 2019. (Foto: Vox Populi Publicists)

HARI ini, Jumat (27/9), Menteri Pariwisata Arief Yahya secara resmi membuka perhelatan Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Triathlon 2019, di kawasan Lalassa Beach Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Perhelatan ini akan berlangsung dari tanggal 27 - 29 September 2019 di KEK Pariwisata Tanjung Lesung.

Pembukaan tersebut dilakukan secara seremonial dengan penumbukan lesung didampingi oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Direktur PT Jabebeka Tbk Basuri Tjahaja Purnama dan Direktur Utama PT Banten West Java (Pengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung) Poernomo Siswoprasetijo.

Baca Juga:

Tanjung Lesung Berangsur Pulih Pasca Tsunami

“Saya ucapkan selamat kepada masyarakat Banten, khususnya Pandeglang, ajang Festival Tanjung Lesung jadi hits national trending topic di Twitter, selain itu sudah tiga tahun berturut-turut event ini berhasil masuk dalam Kalender 100 Event Nasional. Pemerintah menghargai komitmen kuat masyarakat Banten dan mendukung penuh pariwisata Banten yang telah pulih dan bangkit setelah peristiwa bencana Desember 2018 lalu,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya pada pembukaan Festival Tanjung Lesung, Jumat (27/9).

Menpar Arief Yahya bersama Bupati Pandeglang Irna Narulita-Kadispar Banten Eneng Nucahyati-Dir PT Jababeka Basuri Tj Purnama-Dirut BWJ Poernomo Siswoprasetijo menumbuk lesung tandai dibukanya FTL&RhinoX-Tri 2019. (Foto: Vox Populi Publicists)
Menpar Arief Yahya bersama Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kadispar Banten Eneng Nucahyati, Dir PT Jababeka Basuri Tj Purnama, Dirut BWJ Poernomo Siswoprasetijo menumbuk lesung tandai dibukanya FTL&RhinoX-Tri 2019. (Foto: Vox Populi Publicists)

Festival Tanjung Lesung merupakan sebuah acara bertemakan sport tourism & culture kebanggan masyarakat Banten. Pada pembukaanya, acara ini dimeriahkan oleh pertunjukan tarian kolosal bertajuk Kuda Leumpang, yang disajikan begitu apik dan megah oleh 150 penari anak-anak dari sekolah sekolah di Pandeglang.

Perhelatan akbar ini akan menghadirkan dua acara utama. Acara yang pertama yaitu Rhino Cross Triathlon, edisi ketiga kejuaraan terbuka triathlon lintas alam (Cross Tritahlon) pertama di Indonesia, yang terdiri dari lomba berenang, balap sepeda, serta lari melintasi keindahan alam Tanjung Lesung.

Baca Juga:

Mengagumi Keindahan Tanjung Lesung, Satu dari 10 Bali Baru

Rhino X-Tri digelar dalam 2 kategori yaitu kategori Rhino yang melombakan nomor renang 1.000 meter, balap sepeda 20 kilometer dan lari 10 kilometer serta kategori Bull yang melombakan renang 500 meter, balap sepeda 10 kilometer dan lari 5 kilometer. Di ajang Rhino Mountain Bike XCM akan dipertandingkan kategori-kategori seperti Women Open, Men Open, Men Junior, dan Men Master.

Persembahan Tarian Kolosal Kuda Leumpang dan tari-tarian pembuka Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Triathlon 2019. (Foto:  Vox Populi Publicists)
Persembahan Tarian Kolosal Kuda Leumpang dan tari-tarian pembuka Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Triathlon 2019. (Foto: Vox Populi Publicists)

Lalu yang kedua ada Pasar Kolecer yang akan menampilkan berbagai karya industri kreatif Pandeglang yang dikemas menjadi daya tarik utama acara ini. Ajang Pasar Kolecer menghadirkan Pasar Kuliner, Pasar Kriya, Pasar Tani, Fish Food Market, Pentas Musik, Pergelaran Seni, Festival Kolecer dan Festival Peteng, yakni layang-layang khas Banten yang memiliki aneka bentuk nan elok.

Dalam pidatonya di Pembukaan Festival Tanjung Lesung, Menpar Arief berjanji akan berusaha kuat dalam mendukung Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Untuk bangkit dan tampil lebih baik, dengan mengajukan Ujung Kulon sebagai UNESCO Global GEopark di tahun 2020 mendatang.

Selain itu, meski ada sedikit kemunduran jadwal, tapi akses dan konektivitas Tanjung Lesung akan semakin baik dengan hadirnya jalan tol baru Serang - Panimbang yang diperkirakan siap pada tahun 2022 nanti. Apabila terwujud, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk perjalanan Jakarta - Tanjung Lesung.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menjelaskan, Festival Tanjung Lesung merupakan sebuah momen penting kebangkitan dan pulihnya pariwisata Banten pascaperistiwa bencana tsunami tahun lalu.

Persembahan Tarian Kolosal Kuda Leumpang dan tari-tarian pembuka Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Triathlon 2019. (Foto:  Vox Populi Publicists)
Persembahan Tarian Kolosal Kuda Leumpang dan tari-tarian pembuka Festival Tanjung Lesung & Rhino Cross Triathlon 2019. (Foto: Vox Populi Publicists)

Sementara itu, Dirut PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo juga menyampaikan, “Dalam kesempatan baik ini, Banten West Java sebagai pengelola KEK pariwisata Tanjung Lesung meresmikan Rumah Wisata Ladda Bay Village. Ladda Bay Development merupakan proyek unggulan di kawasan yang sedang berkembang yaitu Bayside District. Dengan fungsi yang akomodatif terhadap kebutuhan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung.”

Menyambut pelaksaan Festival Tanjung Lesung, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menjelaskan, Pemprov Banten menyerukan kampanye #AyokeBanten dan #SelatSundaAman sebagai upaya pemulihan pariwisata Pandeglang dan Provinsi Banten secara umum serta dalam rangka perayaan World Rhino Day yang jatuh pada tanggal 22 September 2019. Selain itu, Banten dengan berbagai destinasi di dalamnya siap menerima kunjungan wisatawan, domestik, maupun mancanegara. (Ryn)

Baca Juga:

Bukan Cuma Pantai, Kamu Juga Bisa Belajar Membatik di Tanjung Lesung

Kredit : raden_yusuf


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH