Festival Suling Tambur, Upaya Pemkab Raja Ampat Kenalkan Kesenian Tradisional Papua Tari Suling Tambur. (Foto: ANTARA/Olha Mulalinda)

SUARA dapat ditiru. Untuk main seruling, Anda kini tak perlu memiliki alat musik. Cukup unduh aplikasi yang dapat menirukan suara seruling di ponsel atau tablet. Setelah itu, Anda bisa puas bermain.

Tapi, kurang afdol bila Anda hanya mengetahui suaranya. Agar mengenal lebih dekat budaya Indonesia, mengetahui alat musiknya akan lebih baik. Apalagi bila Anda dapat membeli langsung alat musik dari daerah asalnya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang masih memproduksi seruling. Salah satunya, Papua.

Bila berkunjung ke Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Anda akan menemukan para perajin seruling bambu. Seruling ini dibuat dari bambu yang disayat tipis, lalu dihaluskan memakai ampelas. Bambu sepanjang 70 sentimeter tersebut kemudian diberi lubang-lubang kecil menggunakan besi panas.

Proses pembuatan seruling memerlukan waktu minimal tujuh hari karena perajin harus menjemurnya di bawah terik matahari. Tak ketinggalan, diberi pula sebuang lubang yang berguna untuk meniup seruling. Untuk mendapatkan suara nan merdu, Anda harus pandai membuka dan menutup lubang-lubang pada seruling. Dan tentu saja, Anda harus mengetahui nada lagu yang akan dimainkan.

Tari Suling Tambur

Di Papua, ada satu tarian tradisional bernama Tari Suling Tambur yang para penarinya menggunakan seruling atau suling dan alat musik tambur untuk menghasilkan bunyi-bunyian. Tarian ini dipopulerkan William Ottow dan Johan Gottlob Geissler saat membawa masuk injil pertama kali di Papua.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat menjadikan suling tambur sebagai media untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Itu sebabnya mereka menggelar Festival Suling Tambur di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat.

"Festival ini bertujuan pula meningkatkan ekonomi serta menumbuhkan kecintaan generasi penerus terhadap Suling Tambur dan industri kerajinan tradisional yang merupakan warisan para leluhur," ungkap Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati.

Festival Suling Tambur baru pertama kali diadakan dan dimeriahkan 18 distrik Kabupaten Raja Ampat. Sedang liburan di Raja Ampat? Jangan lupa mampir ke festival yang digelar pada 28 – 30 Juli 2017 ini, ya. (*)

Sumber: ANTARA

Raja Ampat merupakan destinasi tepat untuk liburan. Kira-kira, objek wisata apa saja yang dapat Anda kunjungi selama di sana? Dapatkan jawabannya pada artikel ini: Pemkab Raja Ampat Tetapkan Pulau Fam Jadi Kawasan Konservasi.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE